Tugas system corrosion monitoring adalah menghitung laju korosi yang terjadi di lingkungan dimana sensor korosi dipasang. Biologi yang keluar dari sumur2 minyak terdapat komponen 3 phases (air, minyak dan gas). Berapa besar laju korosi yang terjadi dilingkungan itu dapat dihitung secara akurat. Average tiap tahun penyusutan diding internal pipa dapat diketahui dengan mengitungkan laju korosinya. Sensor korosi hanya menditek korosi dan bukan untuk pressure atau temperature sensor. (sensornya berbeda). NDT/Ultrasonic hanya untuk melihat thickness pipa dari luar. NDT tidak bisa menghitung corrosion rate secara online. Medianya berbeda. Maaf pak, apa anda student?… apabila anda student saya bisa kasih training cuma2 kepada kalian untuk pengetahuan dasar corrosion moitoring technology dan hitungannya.

Tanya – Hidayat

Yth. Milister Migas,

Apakah ada yg mengetahui bagaimana cara memonitoring korosi dan menentukan laju korosi yg terjadi pada surface casing Kedalaman 0-50 m di bawah tanah dengan cara NDT?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – farabirazy albiruni

Dear Pak Hidayat,

Metode ultrasonic guided wave harusnya bisa digunakan seharusnya untuk aplikasi seperti ini.
Cuma saya belum tau kompleksitas geometry dari surface casing ini seperti apa, apakah tubular single layer ato tubular multi layer, dan berapa surface traction pada permukaannya casing akibat pembebanan dari tanah karena nanti akan mempengaruhi pemilihan mode gelombangnya apakah pakai specific mode of Lamb Waves, SH Wave ato Rayleigh Wave.

Mudah2an cukup membantu..

Tanggapan 2 – PJE 704748 BMC@batamec

Dear pak Hidayat,

Ya benar pak Fara, ikut nimbrung. jenis korosi tergantung pada jenis tubular layer formasi resovoir nya, dan menentukan laju growth korosi tergantung pada tekanan, temperature, laju alir densitas, komposisi air formasi dll. Equipment UT guided ini setau saya dipunyai oleh well service company seperti Halliburton, Schlumberger dll (search website-nya) tetapi cost-nya lebih mahal. karena monitoring korosi ini berskala kemungkinan well di shut down dengan waktu cukup lama dan dapat kehilangan produksi bbl/day yang ditargetkan. Saran saya alternatifnya untuk monitoring korosi dengan corrosion coupon yang dipasang di wellhead.

Mungkin ada rekan2 migas menambahkan.

Tanggapan 3 – ftanos

Dear Pak Hidayat,

Untuk memantau korosi di downhole tidak bisa dengan methode NDT… NDT hanya untuk pengecekan visual yang random atau full scan. Sebaiknya memakai online corrosion monitoring system, Pergunakan E/R Probe (electric resistance probe) yang dapat mengukur laju korosi (corrosion rate) dengan hitungan MPY. Ini adalah methode yang biasa dilakukan untuk mengukur berapa besar corrosion rate yang terdapat di downhole secara online. NDT hanya bisa dipakai kalau ada workover.. tubing2 yang dicabut tadi bisa di inspeksi dengan NDT… tapi NDT dengan tipe apa?… A Scan kah?…atau B Scan kah? atau C Scan kah?… tergantung mana yang akan dipake… Demikian pak Hidayat.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan September 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: