Kita tidak membutuhkan lagi tata cara mengendarai sepeda motor yang selamat di jalan raya, tetapi yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya merubah perilaku-perilaku yang tidak aman ini. Dalam perilaku manusia dibentuk oleh dua faktor utama yaitu internal dan external, faktor internal ini adalah kata orang sudah bawaan bayi sedangkan faktor external lah yang sangat berpengaruh dalam merubah perilaku seseorang seperti keadaan lingkungan, pendidikan, dsb. Seseorang yang pada mulanya berperilaku baik oleh karena lingkungannya yang kurang baik maka lambat laun orang tersebut akan mejadi perilaku-perilaku yang tidak baik.

Tanya – uci sanusi

Milister

Terutama pakar HSE, apakah ada litaratur bagaimana cara mengendarai motor roda 2 di jalan raya dengan safe? Mengingat banyak sekali kecelakaan motor roda 2 juga implikasi nya terhadap kendaraan roda 4 karena memakai badan jalang yang sama juga pejalan kaki.

Seringkali terlihat bahwa kendaraan roda 2 berusaha masuk ke celah-celah sempit yang kadang sangat tidak safe baik kendaraan roda 4 maupun pejalan kaki. Bahkan seringkali pejalan kaki tidak mempunyai tempat karena ketika agak macet kendaraan motor roda 2 masuk ke jalur pedestrian, sehingga pedestrian harus mengalah, juga sering denger cerita dari teman bahwa ketika turun dari angkot dia ditabrak motor roda 2 yang berusaha masuk celah di trotoar jalan. Dan sepengematan saya cara mengendarai motor roda 2 yang agak nekat tidak didominasi kaum pria bahkan kaum hawa pun sering masuk celah atau pun belok dengan cara yang amat tidak safe.

Tanggapan 1 – heru suprapto

Mbak Uci YTH

Untuk case ini bukan kursus safety riding yang dibutuhkan melainkan Pengingatan Aklak yang benar dimana kalau dibahas dalam2 apa yang mereka lakukan (buru2, melanggar aturan, melanggar etika dsb) itu bukan representasi dari bangsa yang berbudaya. Buat teman2 muslim hal ini juga bukan gambaran orang muslim karena Islam menyuruh kita bersabar dan ikhlas. Kalau saja berkah nikmat memberi (jalan) ini bisa dirasakan oleh saudara2 kita pengendara motor alangkah nikmatnya berkendara dinegeri ini. Sayangnya saudara2 kita baru tahu ‘nikmatnya’ menyerobot jadi rasanya perlu kita ajak piknik dulu ke Australia, Amerika atau ke negara lain agar bisa melihat/merasakan sendiri bagaimana manusia (bahkan binatang saja) dihargai dijalanan. Memang hal ini tidak mudah bahkan puasa 40 hari saja tidak merubah perilaku mereka. Adakah yang berubah sebelum, sesaat dan ketika bulan puasa sudah usai? Tidak ada dan itu sudah berjalan bertahun-tahun. Namun kita tidak perlu kecil hati. Yang kita perlukan sekarang adalah Kemauan Pemerintah. Kalau pemerintah menganggap ini penting maka akan kita lihat upayanya menyikapi hal ini misalnya dengan Iklan2 penyuluhan lewat TV, Spanduk, Regulasi, Sangsi dan lain sebagainya. Masa kita ga malu sama bebek yang jalannya antri tidak saling srobot?

Jayalah negeriku.

Tanggapan 2 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Salam K3

Saya sangat setuju sekali dengan pendapat dari Pak Heru ini, kita tidak membutuhkan lagi tata cara mengendarai sepeda motor yang selamat di jalan raya, tetapi yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya merubah perilaku-perilaku yang tidak aman ini. dalam perilaku manusia dibentuk oleh dua faktor utama yaitu internal dan external, faktor internal ini adalah kata orang sudah bawaan bayi sedangkan faktor external lah yang sangat berpengaruh dalam merubah perilaku seseorang seperti keadaan lingkungan, pendidikan, dsb. seseorang yang pada mulanya berperilaku baik oleh karena lingkungannya yang kurang baik maka lambat laun orang tersebut akan mejadi perilaku-perilaku yang tidak baik.

Laju pertumbuhan sepeda motor sepertinya tidak terbendung lagi sehingga menjadi tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan raya sehingga seperti yang kita perhatikan sehari-hari saling berebut tempat dan bahkan sampai mengokupasi pedestrian seperti kata pak Heru, belum lagi enforcement yang dilakukan petugas kurang mengedukasi sejak awal ini juga menjadi penyebab berubahnya perilaku seseorang.

Kalau saya melihat kondisi ini sudah sangat komplek sekali, dan perlu upaya pemerintah selaku regulator untuk memulainya, sehingga keselamatan dan keamanan di jalan raya yang didambakan setiap orang menjadi nyata.