ComDev merupakan program yang dijalankan perusahaan untuk mengembangkan daerah sekitarnya, kasarannya perusahaan melakukan kegiatan ‘terima kasih’ dengan lingkungan (masyarakat, dan lingkungan itu sendiri).

Tanya – Haga Nugraha

Saya masih baru di bidang migas ini, saya minta pencerahan tentang community development (CD) program yang saat ini didengung2kan sm masyarakat yang terkena dampak migas.

terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1- R. Putra MS

Dear Pak Haga and Miliser,

ComDev merupakan program yang dijalankan perusahaan untuk mengembangkan daerah sekitarnya, kasarannya perusahaan melakukan kegiatan ‘terima kasih’ dengan lingkungan (masyarakat, dan lingkungan itu sendiri).

Setahu saya kegiatan ini dilakukan oleh hampir semua perusahaan ‘besar’ yang berwawasan lingkungan.. programnya bisa bermacam2.. ambil contoh saja.. missal kita buat Plant di daerah baru yang jauh dari ‘peradaban’ menjadi kepentingan perusahaan tersebut untuk membantu melakukan peng-akselearsian perkembangan masyarakat tersebut.. misal dengan memberikan bantuan pendidikan, penyediaan sumur air bersih, listrik, dan hal-hal lain yang dirasa menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekitar… sehingga istilahnya perusahaan udah ngambil dan numpang tempat buat beridiri plant masyarakat sekitar juga dapat merasakan manfaat dengan keberadaan perusahaan tersebut bukan semata ‘eksplorasi’ kira-kira begitu.

Mungkin ada tambahan dari Bapak2 yang lain.

Tanggapan 2 – Haga Nugraha

Bapak2 sekalian, jadi pengen nanya lagi nih…

Kalau comdev itu kaya timbal balik, apa pemerintah sudah membuat semacam peraturan yang baku yang mengatur semuanya sehingga tidak ada kecemburuan antar masing2 lokasi (daerah)?
Soalnya kan yang selama ini diperhatikan keliatannya hanya masalah pencemaran (yang berhubungan dengan benda mati) tapi benda hidup alias manusianya cuma bisa teriak2 iri dengan benda mati (air, udara, tanah).

Sebelumnya makasih ya Pak Putra atas penjelasannya…maklumlah saya lagi pengen belajar banyak…

Tanggapan 3 Steven.Brown@erm

Comdev sudah diatur dari BP Migas, tapi tetap ada kecemburuan antar lokasi. Kalau dinilai dari puasnya masyarakat, effectiveness dari comdev sangat jelek, padahal perusahaan oil and gas sudah habiskan banyak uang dalam program comdev nya. Pendekatan comdev di bidang migas harus ditinjau kembali, supaya lebih effective bagi perusahaan maupun masyarakat.

Tanggapan 4 R. Putra MS

Dear Pak Haga dan Pak Steve…

Seperti yang saya ulas pada email yang kemaren ini merupakan CD merupakan kegiatan ‘terima kasih’.. kalau pun hal ini sudah diatur di BP Migas.. saya piker seperti regulasi yang lain hal ini mengatur keadaan ‘minim’ jadi kalo’ company kita pengen lebih yagh tidak apa2 selama company kita mampu.. kalo tidak mampu yagh udah, yang sesuai dengan aturan ajah.. (oia Pak Steven kira2 saya bisa di kasih tau web site apa yang memuat aturan tersebut.. mungkin ini jadi penting buat saya dan Pak Haga.. bukan begitu Pak Haga?? hehe..).

Truss kalo’ masalah kecemburuan dan kepuasan itu menjadi relatif menurut saya apalagi kita ngomomng kepuasan ‘masyarakat’ yang jadi pertanyaan berikutnya ‘masyarakat’ yang mana?? (yang penting kita sesuai aturan main badan yang berwenang, yaitu minim dulu), FYI saya besar TK-SMU di Bontang dilingkungan perusahaan pengelola Gas Alam Cair.. menurut penglihatan saya sudah banyak sekali CD yang diberikan oleh perusahaan tersebut.. dan saya pikir jumlahnya pasti tidak sedikit, tetapi tetap saja ‘masyarakat’ disana masih banyak yang mengeluh kurang perhatian lah.. gak pernah kasih sumbangan lahh.. kalo’ ada masalah sedikit nyalahin perusahaan itu bukannya pemkot (aneh kan!!??) dan masih banyak lagi… sesuai dengan sifat dasar manusia yaitu tak pernah puas maka untuk penjalanan CD ini kita harus mempunyai acuan dan pegangan yang kuat dulu (yang gak goyang2) yaitu aturan (BP migas seperti yang Pak Steven bilang) bukan masalah cemburu dan ketidak puasan ‘masyarakat’, oia satu lagi ternyata media lokal mempunyai peran yang cukup kuat.. karena biasanya masyarakat lebih percaya kalo’ melihat media dari pada mendengar langsung dari sumbernya.. dengan melihat angka2 pada media local yang telah kita berikan ‘masyarakat’ mungkin akan lebih percaya dan mempercayai CD yang kita lakukan itu tidak main2 dan kepuasan akan sedikit terlampiaskan.

Tapi kembali lagi ini prinsipnya adalah terima kasih jadi apa kata orang terserah deh… hehe..

Bapak2 yang lain Monggo yang punya masukan.

Tanggapan 5 – Haga Nugraha

Iya pak Putra..eh salam dulu ding,

To bpk2 yang ngerti CD,

Terima kasih pak Putra, iya saya pengen tau ada regulasi khusus dari badan yang berwenang untuk program CD ini. saya pernah mbaca sedikit tentang CD dibeberapa tempat (lokasi),penggolongan CD masih kabur gitu deh, seperti misalnya bantuan buat pejabat pemerintah dimasukkan dalam program CD, apa bisa en bener? trus ada pemrakarsa yang memasukkannya dalam bantuan yang sifatnya insidentil dan bukan CD. saya jadi aak bingung…. kalau memang BPmigas yang ngatur semuanya, berarti amat mungkin BPmigas punya semacam acuan yang bisa disharingkan ke saya dan temen2 (kalau boleh dan tidak berkeberatan). Selama ini sih saya beranggapan kalau program CD itu bukan jangka pendek tapi lebih menitikberatkan pada kesejahteraan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang (kalau ga salah di bidang migas ada kontrak sekitar 10-20tahun ya?) nah dari selama itu kan tentunya dengan itikad yang baik dari masing2 pihak, bisa ngebantu masyarakat setempat.