Saya mau nanya arti P10, P50, P90 dalam konteks probabilitas kerusakan pompa yang sudah kita pakai. Misalnya kita beli pompa baru tahun 2001, dioperasikan dan dianalisis pada akhir tahun 2003 probabilitas kegagalannya P10 = 0.024% ; P50 = 0.031% ; P90 = 0.053% umur pakai pompa diperkirakan 10 tahun. Apa arti angka2 P10, P50, dan P90 diatas ? dan dari mana asal angka persentase tersebut ?

Tanya – shidayat7985

Dear All,

Saya mau nanya arti P10, P50, P90 dalam konteks probabilitas kerusakan pompa yang sudah kita pakai. Misalnya kita beli pompa baru tahun 2001, dioperasikan dan dianalisis pada akhir tahun 2003 probabilitas kegagalannya P10 = 0.024% ; P50 = 0.031% ; P90 = 0.053% umur pakai pompa diperkirakan 10 tahun. Apa arti angka2 P10, P50, dan P90 diatas ? dan dari mana asal angka persentase tersebut ?

Tanggapan 1 – winarto

Dear pak Suherman,

Saya ingin sedikit sharing mengenai permasalahan pompa di tempat Bapak. Sebenarnya angka-angka yang Bapak berikan adalah data mengenai Reliability & Probability dari Pompa. Untuk masalah reliability yang merupakan bagian Risk Assessment umumnya tidak lepas dari data data statistik atau dengan kata lain ‘Risk assessment means using probabilities’. Angka (nilai) tsb sebenarnya berasal dari ‘data observasi’ pembuat pompa yang kemudian data observasi tsb didekatkan dengan rumus-rumus teori kemungkinan (probability). Hasil pendekatan tsb umumnya banyak dipakai oleh bagian Desainer dan juga bagian Maintenance untuk menentukan schedule perawatan dan juga perbaikan peralatan (i.e. pompa).

Dari angka/nilai yang Bapak berikan mengenai probabilitas kegagalannya P10 = 0.024% ; P50 = 0.031% ; P90 = 0.053%; Menurut saya, angka-angka tersebut diperoleh dari rumusan/persamaan statistik distribusi normal dimana P10 artinya pada kemungkinan level 10 % kerusakan pompa adalah 0.024%, P50 artinya kemungkinan level 50% tingkat kerusakan (nilai tengah 50:50) pompa adalah 0.031% sedangkan P90 artinya pada 90% kemungkinan kerusakan pompa adalah 0.053%. Perhitungan pendekatan tesebut sering juga dipakai di laboratorium kami FTUI – Metalurgi pada percobaan kelelahan (Fatigue), dimana data fatik merupakan data statistik dan dalam pengolahan pembuatan diagram S-N (stress vs cyles number) perlu dibuat tingkat kegagalan pada level 10%, 50% dan level 90%. Dari level tsb akan didapat umur fatik (fatigue life) pada level yang berbeda dari material yang di uji.

Mengenai contoh perhitungan kerusakan pompa dengan menggunakan teori probabilitas dapat dilihat pada Alamat dibawah ini:

http://www.qualytek.com.br/page13.html

Demikian dan mohon koreksi bila ada kesalahan dan mingkin pak Ahmad Taufik (Moderator Bid Keahlian reability) dapat menambahkankannya.

Tanggapan 2 – shidayat7985

Pak Winarto,

Jadi P10,P50,P90 itu tingkat/level kemungkinan sedangkan angka persen menunjukkan tingkat kerusakannya yah (persen makin tinggi berarti makin rusak)? Saya masih bingung Pak ?
Mungkin ada rekan2 yang tahu situs yang bisa dijadikan rujukan untuk bs menjelaskannya?

Tanggapan 3 – nanang@upv.pertamina

Pak, sekedar untuk tambahan literatur, silahkan bapak membuka buku dengan judul sbb :

GUIDELINE FOR PROCESS EQUIPMENT RELIABILITY DATA (WITH DATA TABLES)

Keluaran CCPS – American Institute of Chemical Engineers (AICHE), 1989

Di dalam buku itu kita bisa mendapatkan background dari perhitungan angka probability of failure ataupun failure rate. Didalam buku tersebut sangat gamblang digambarkan (dalam bentuk flowchart) proses diperolehnya angka-angka tersebut mulai dari awal, dan data apa saja yang dipakai, perhitungan apa saja yang digunakan dan disana juga ada contoh angka failure rate untuk beberapa peralatan yang sudah banyak dipakai (termasuk pompa).

Inipun, menurut saya (yang kebetulan skripsinya mengambil judul ‘studi kehandalan jaringan distribusilistrik sekunder di Kota Semarang’), belum bisa diambil begitu saja, kita harus melihat kondisi lingkungan tempat penilitian diadakan dan dibandingkan dengan kondisi lingkungan tempat alat tersebut akan dipasang.

Kalau kebetulan bapak ada di Balikpapan, silahkan mampir ke rumah saya untuk melihat/mengkopi buku tersebut, atau mungkin sudah punya ?

Tanggapan 4 – mpag

Pak Suherman dan Pak Winarto Yth,

Sekedar menambahka (maaf baru merespon sekarang karena baru dari luar kota).

P10=0.024% dibacanya adalah : Ada tingkat kepercayaan (confident level) 10% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.024% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.024% = 99.97%.

P50= 0.031% artinya adalah :Ada tingkat kepercayaan (confident level) 50% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.031% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.031% =99.96%.

P90= 0.053% artinya adalah :Ada tingkat kepercayaan (confident level) 90% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.053% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.031% =99.94%.

Terlihat makin tinggi kita menggunakan tingkat confident terhadap data, peluang kegagalan pompa nya naik sedikit (artinya data semakin dapat dipercaya).

Data diatas diambil dari distribusi normal, atau lainnya seperti log-normal, weibull, dsb tergantung dari setup reliability pada proses disain pompa itu dulu di pabriknya.

Umur pakai pompa 10 tahun, diperkirakan pompa tersebut memiliki MTBF (atau MTTF) nya 10 tahun. Hal ini bisa berkaitan dengan prediksi reliabilitynya sudah jauh dibawah nilai 90%..

Sekali lagi umur 10 tahun adalah disain awal dari pompa. Pompa bisa berumur lebih panjang dari 10 tahun, tetapi bisa juga berumur lebih pendek. Tingkat beban & lama operasi pompa, interval & kualitas inspeksi, jenis maintenance (on-line, preventive, dsb) semuanya mempengaruhi reliability pompa.

Tanpa pemahan reliability dan statistik (probabilistik) orang bisa saja memelihara pompanya dengan baik, reliability hanya mengkuantifikasi kualitas, keamanan, operability, safety, sebuah pompa (misalnya) secara numerik/probabilistik, sehingga dapat difahami dengan mudah.Sebab ‘sesuatu’ yang memiliki besaran mudah dikomunikasikan dengan lebih baik.

Pengertian P10, P50 atau P90 pada fatigue test agak berbeda artinya, P disana adalah Cumulative Distribution Function. P10 artinya, ‘terdapat peluang kegagalan 10% komponen mengalami umur fatigue 2000 cycles’ (misalnya-sebagai contoh). P90 artinya ‘terdapat peluang kegagalan 90% bahwa komponen akan mengalami umur fatigue 500, 000 cycles (misalnya).

Artinya, kalau saya menguji 100 buah komponen mesin utk uji fatigue, pada putaran 2000 cycles, dapat diprediksi 10 buah komponen akan patah/gagal, jika putaran sudah mencapai 500,000 cycles, dapat diprediksi bahwa 90 buahkomponen akan patah/gagal.

Tanggapan 5 – senno2210

Teman-teman di Project BP Indonesia yg paling sering menggunakan istilah P10, P50 & P90…. silahkan pak Herrisman menjabarkan.

Tanggapan 6 – mpag

Pak Suherman dan Pak Winarto Yth,

Sekedar menambahka (maaf baru merespon sekarang karena baru dari luar kota). P10=0.024% dibacanya adalah : Ada tingkat kepercayaan (confident level) 10% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.024% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.024% = 99.97%. P50= 0.031% artinya adalah :Ada tingkat kepercayaan (confident level) 50% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.031% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.031% =99.96%. P90= 0.053% artinya adalah :Ada tingkat kepercayaan (confident level) 90% bahwa peluang kegagalan pompa adalah 0.053% atau peluang survivalnya (reliability-nya) = 100%-0.031% =99.94%.

—> LKW : from where exactly the number 0.024; 0.031& 0.053 comes ( how to calculate it ) ?

Terlihat makin tinggi kita menggunakan tingkat confident terhadap data, peluang kegagalan pompa nya naik sedikit (artinya data semakin dapat dipercaya). Data diatas diambil dari distribusi normal, atau lainnya seperti log-normal, weibull, dsb tergantung dari setup reliability pada proses disain pompa itu dulu di pabriknya.

Umur pakai pompa 10 tahun, diperkirakan pompa tersebut memiliki MTBF (atau MTTF) nya 10 tahun.

—> I don’t understand the term life time design means MTBF ( MTTF ) ?

Tanggapan 7 – lkw_ss

Dear ladies and gentlemen,

I have two silly question about the statement below ( sandwiched ) :

Tanggapan 8 – resaputra

Pak LKW,

MTBF adalah Mean Time Between Failure, ini adlaah rata2 umur suatu komponen dalam menjalankan fungsinya sampai dia mengalami kegagalan. Mengenai ukuran kegagalan ini bisa tergantung dari vendor (atau manufaktur) atau bisa juga dari operator sendiri. Biasanya yang menjadi patokan adalah bahwa peralatan ini tidak dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasinya.

Sedangkan untuk angka2 probabilitas itu didapat dari statistik yaitu sebaran data dengan tingkat kepecayaan (alpha). bila distribusi normal, maka kita akan peroleh sebaran data seperti gunung (puncak di tengah). sepanjang sumbu x pada sebaran data tersebut terdapat area-area dengan tingkat kepercayaan tertentu. angka-angka inilah yang akhirnya kita gunakan (0.024%, dst). Mudah2an penjelasan saya tidak salah.

Tanggapan 9 – waskita@wifgas

Saya tambahkan:

Misalnya MTBF transmitter = 100 tahun, ini berarti bahwa kalau pada plant kita mempunyai 200 buah transmitter dengan MTBF 100 tahun, akan terjadi 2 kegagalan dalam kurun waktu satu tahun. Pernyataan MTBF 100 tahun jangan diartikan bahwa transmitter tersebut tidak akan gagal dalam waktu 100 tahun.