Kami punya 3 pompa paralel., 2 runing dan 1 standby. Kapasitas 3000m3/hr. Tiap discharge dipasang sebuah control valve. Discharge pompa 28′ dan header 40′. Pompa telah di test dengan di run sendiri-sendiri, dan berhasil di run dengan flow max. 3000m3/hr. Pompa#1berhasil running dengan mulus (bukaan kontrol valve 100% dan flow 3000m3/hr terpenuhi), menyusul pompa#2 di run. Tapi masalah langsung timbul pada kedua pompa, saat 100% bukaan kontrol valve (flow max) akan diikuti dengan kenaikan arus (ampere) dan temperatur di motor sampai diatas batas maksimum yang diperbolehkan. Akhirnya kita atur bukaan kontrol valve, pompa#1 pada 100% dan pompa#2 pada 20% bukaan, baru ampere motor normal. Flow maksimum yang dapat dicapai hanya 4000m3/hr.

Tanya – Super Azis

Dear millister,

Mohon pencerahannya, kami punya 3 pompa paralel., 2 runing dan 1 standby.

Kapasitas 3000m3/hr. Tiap discharge dipasang sebuah control valve.

Discharge pompa 28′ dan header 40′.

Pompa telah di test dengan di run sendiri-sendiri, dan berhasil di run dengan flow max. 3000m3/hr.

Pompa#1berhasil running dengan mulus (bukaan kontrol valve 100% dan flow 3000m3/hr terpenuhi), menyusul pompa#2 di run.

Tapi masalah langsung timbul pada kedua pompa, saat 100% bukaan kontrol valve (flow max) akan diikuti dengan kenaikan arus (ampere) dan temperatur di motor sampai diatas batas maksimum yang diperbolehkan. Akhirnya kita atur bukaan kontrol valve, pompa#1 pada 100% dan pompa#2 pada 20% bukaan, baru ampere motor normal. Flow maksimum yang dapat dicapai hanya 4000m3/hr.

Perhitungan hidraulik (flow, back pressure, temperature) sebelumnya tidak ada masalah.

Mengapa pompa#2 tidak dapat bekerja maksimal saat di parralel? (saat mengejar bukaan maksimum untuk mencapai flow maksimum terjadi over-ampere dan over temperature).
Apa yang mengakibatkan terjadinya over ampere dan temperature padahal pompa belum bekerja pada wilayah kerja maksimum?

Sudah pernah di trial pompa#2 di runing pertama kali dan pompa#1 di run sesudahnya, penomena yang samapun terjadi.

Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – Teguh Santoso

Pada discharge line biasanya dipasang pressure gauge. Coba bandingkan discharge pressure antara pompa 1 dan 2 pak…

Tanggapan 2 – Sigit kumoro bekti

Dear P Azis,

Salam kenal.

Wah problem juga ya Pompanya. mungkin ini bisa membantu Bapak. Bapak bisa bandingkan performance pompa Bapak secara individual dan parallel dalam satu plot (gambar) performance bisa akan terlihat apa yang terjadi pada pompa Bapak. Analisa nya bisa bapak buka di reference book design Pompa atau sejenisnya karena disana dijelaskan performance curve pompa individu operation dan parallel operation.

Sekalian kita bisa diskusi.

Singkatnya pd parallel operation, semakin besar CV dibuka akan semakin kekanan-turun untuk resistance line system, sehingga yang terhjadi Total Hea (kombinasi) akan cenderung kesisi kanan. sehingga bertemu pada satu titik dimana Qtotal = Q1+Q2. titik ini sebagai performance parallel system. dari referensi titik ini tarik garis horizontal ke setiap performance curve secara individu, sehingga akan didapat operation rating setiap pompa, ditambah pada sisi header terjadi pembesaran diameter dari 28′ menjadi 40′ (head loss juga akan terjadi lebih besar akan menjadi tambahan resistence line pd system).

Dugaan saya dengan case yang Bapak hadapi, dgn bukaan CV 100% resistance line system yang cenderung ke kanan sehingga menyebabkan individu pompa beroperasi pada daerah di sisi sebelah kanan BEP sehingga yang terjadi kebutuhan kW juga akan semakin tinggi proporsional dengan kenaikan Amper (Volt constant) berdampak pada kenaikan temperature. jika ini dibiarkan lama failure motor akan terjadi pd waktu yg pendek. dengan memainkan CV (throttling) pada salah satu system sebetulnya mengubah Resistance line dimana cenderung kearah kiri naik sehingga jika dikomparasi dengan performance individu maka performance akan kearah kiri atau bisa saja mendekati BEP sehingga kW juga akan turun. Bapak bisa periksa performance dengan indikator Press discharge pada masing-masing pompa (Head individu) dan pada posisi header (sebagai Head system) pd variasi CV opening (sehingga bisa diketahui performance parallel).

Jika sudah diketahui performance rating system dan individu baru bisa diambil problem solving nya Pak. Saya juga ingin tanya Pak, CV pada masing masing pompa singal dari mana Pak ya (apakah dari level vessel)? saya juga bertanya kenapa CV tidak dipasang pada header saja (Krn pengalaman saya (power plant) CV banyak dipasang pada sisi header). ? CMIIW

Tanggapan 3 – A. Rofiudin

Mas Azis,

Saya agak kurang jelas sedikit, yang masalah itu kedua pompa apa pompa kedua? kalau semua dibaca sih pompa kedua, tapi ada tulisan sbb :

‘Tapi masalah langsung timbul pada kedua pompa’. apakah kedua pompa ini sudah kenaikan ampere dan panasnya menyebabkan trip atau hanya pompa kedua?.

Untuk masalah ini semakin banyak data akan baik semisal, arrangement piping gabungannya, juga kondisi pompa masing-masing, adakah check valve di line tersebut.

terus kalau jalan dua, kenapa yang satunya dibuat 20% opening? kok tdk diratakan saja, karena bukaan 20% itu riskan.

Tanggapan 4 – Muchlis Nugroho

Baiknya di check secara multi disiplin. Karena masalah timbul di motor listrik, maka mintalah analisa dari insinyur listrik. Siapa tahu power factor anda jatuh ketika pompa pertama operasi, sehingga ketika pompa kedua jalan tambah jatuh lagi dan mengakibatkan keduanya overcurrent. Dan pembangkit anda tidak ada fasilitas untuk antisipasi. Apakah motor listrik lain juga mengalami hal yang sama (ampere naik) pada saat yang sama?

Kemungkinan masalahnya bukan di process fluid dan bukan pula di perpipaan, karena masalah ampere ini katanya bisa hilang ketika pompa di-throtling.

Tanggapan 5 – m_sahlaa

Dear Pak Asharimurti- Isa,

Mungkin saya bisa sedikit memberikan informasi. Kalau menurut Bapak perhitungan sistem sudah tidak ada masalah, apakah Bapak sudah cek tegangan input pada pompa Bapak? Pengalaman saya, biasanya pompa yang menggunakan tegangan input 3 phase, dengan indikasi adanya kenaikan arus dan temperatur motor, disebabkan karena tegangan input yang unbalance antara setiap phase nya.

Semoga informasi saya bermanfaat. Mungkin dari teman-teman lain ada masukan dan crossing dari pendapat saya diatas, dipersilahkan share juga. Terima kasih.

Tanggapan 6 – Maison Des Arnoldi

Coba dipasang dimasing2 discharge pompa check valve, boleh jadi ada back presssure yang dirasakan jika pompa jalan paralel.dan rasakan juga vibrasi jika pompa jalan paralel apa ada peningkatan.

Tanggapan 7 – Marthin Winner

Urun rembug ya..

Pak Azis, mungkin yg sy sebutkan dibawah ini sudah dilakukan, karena terbatasnya data mungkin ini sumbang pikir saya :

1. Pls check motor pompa yg digunakan sudah sesuai dengan spek pompa tersebut.

–> bisa jadi motor nya kekecilan untuk beban yg diberikan

2. Pls check settingan overloadnya sudah sesuai dengan desain

3. Pls check again, impeler yg digunakan di pompa 2 sesuai dengan desainnya.

Jika diperlukan silahkan dibongkar dan dicek lagi diameter impelernya.–> bisa jadi impeler pompa lebih besar dari yg seharusnya.

4. Pls check konfigurasi suction kedua pompa tersebut, saya mencurigai konfigurasi suction pipingnya menyebabkan distribusi flow yg tidak merata kemasing2 mata impeler….sehingga pompa 2 overload, itu dikarenakan dia tidak memompa 100% water tetapi ada udara yg ikut terpompa.

Jika ada informasi piping arrangement +dimensinya, dan data Psuct / Pdisch ketika overload terjadi, silahkan dishare..