Pada dasarnya pengetesan pompa pada performance test bertujuan untuk membuktikan bahwa, pompa yang disupply mampu bekerja pada performance curve yang diberikan. Dasar pengetesan harus mengacu pada standard pengetesan. Misal : JIS B 8301, ISO 2548, dsb. Pengetesan bisa dilakukan dengan disaksikan = witness test dan Pengetesan tanpa disaksikan (pihak manufacture saja yang melakukan pengetesan) = non witness test. Biasanya pengetesan dalam performance pompa dilakukan pada beberapa titik point pengetesan.

Tanya – Fachry

Rekan2 sekalian,

Saya mohon pencerahan,

Saya akan melakukan performance test pada suatu pompa, dan pada discharge pompa tersebut pipa discharge-nya terdapat reducer dari pipa 6 inch mjd 2.5 inch.

Yang saya ingin tanyakan adalah Jika kita akan melakukan performance test pada suatu pompa apakah jika ada reducer pada discharge pompa maka performance test tersebut tidak valid hasilnya ?

Terimakasih.

Tanggapan 1 – alfi azhari

Pak Fachry,

IMHO, klo performance test pompa individual kan bs dpt dr manufacturenya, jd yg bapak lakukan adalh perform sistemnya kan? klo di situ ada reducer, expander, dll ya gpp. Kan bs diliat di PI suct dan disch, trus ukur vibrasi, ampere mtr, putara, noise, dll.
CMIIW

Tanggapan 2 – Sketska Naratama

Pak Fachry,

Mengapa dapat dikatakan tidak valid? Asumsi atau ada standard yang digunakan? Fluid nya apa, air, crude oil, ..

Tanggapan 3 – Erna Setiyowati

Pak Fachry,

Pada dasarnya pengetesan pompa pada performance test bertujuan untuk membuktikan bahwa, pompa yang disupply mampu bekerja pada performance curve yang diberikan.

Dasar pengetesan harus mengacu pada standard pengetesan. Misal : JIS B 8301, ISO 2548, dsb.

Pengetesan bisa dilakukan dengan disaksikan = witness test dan Pengetesan tanpa disaksikan (pihak manufacture saja yang melakukan pengetesan) = non witness test.

Biasanya pengetesan dalam performance pompa dilakukan pada beberapa titik point pengetesan.

Pada pada kondisi capacity : 0%, 20%, 60%, 100%, 120%, dsb.

Semua pengetessan pompa, atas dasar liquid air=water.

Performance test umunya dilakukan pada manufacture yang mempunyai fasilitas pengetesan.

Misal : Ebara Indonesia, dsb

Menjawab pertanyaan bapak, mengenai reducer pada pipa discharge dari 6’menjadi 2.5′, tentunya akan mengalami losses, karena adanya hambatan pada pipa, reducer, elbow, valve dsb.

Perlu dilihat, dan disesuaikan dengan suction dan discharge diameter pompanya.

Pada pengetesan performance pompa, discharge langsung dibuang kembali ke bak, dan diukur pressure dan flownya, apakah sesuai dengan performance curve yang diberikan. Bila tidak maka pompa tersebut tidak lulus uji performance test.

Bila lulus uji performance test, maka pihak manufacture akan membuatkan surat / sertifikat bahwa pompa, dengan model, serial no, tsb sudah dilakukan uji performance test dan lulus uji. (disaksikan oleh…… bila witness test).

Tanggapan 4 – Ilham B Santoso

Salam P Fahcry,

Merujuk pada ASME PTC maka reducer pada sisi discharge ataupun suction tidak akan berpengaruh selama:

1. Pressure tap dipasang pada daerah aliran steady sehingga fluktuasi pembacaan tidak lebih dari +/- 2% (lebih detail bisa dilihat di ASME Code).

2. Pressure tap harus dipasang pada pipa yang diameternya konstan dan sesumbu/konsentrik terhadap discharge atau suction flanges.

3. Pressure tap dipasang minimum 2X dari diameter pipa dari sisi flange discharge dan suction. Dan jika didekatnya ada yang mengganggu aliran seperti elbow atau diffuser maka pressure tap harus cukup jauh sehingga kondisi no.1 dapat dicapai.

Untuk lebih detailnya bisa ditemukan pada ASME PTC 8.2.

Tanggapan 5 – Alex Gmail

Mas Fachry,

Saya bukan expert dalam hal ini.

Cuman sebuah ide saja.

Tentu saja menjadi tidak valid.

Karena yang hendak bapak ukur adalah performance pompa itu sendiri.

Dengan terpasang nya reducer, tentunya reducer tersebut juga memiliki impact terhadap performance pompa.

Yang dilakukan Mas Fachry (AAC??) mungkin bisa disebut ‘mengukur performance system pompa – dimana dalam system tersebut terdapat pompa dan sebuah reducer bla bla bla ….’.

Tanggapan 6 – Rawindra

Benar, ini hanya masalah semantika suatu sistem.

Bukankah kebanyakan fluid-end (discharge) dari suatu pompa merupakan reducer, walau hanya berwujud flensa ?

Kalau pun reducer itu bergaristengah beberapa mikron, tetap saja valid performance test, sayangnya anda cuma dapat dua titik … titik absolut openflow (reducer dilepas), dan shut off (terpasang).

Jangan terlalu kecewa, seringkali dua titik tsb dalam praktek lapangan sudah (apa boleh buat) memadai ……., piiissssss.

Tanggapan 7 – Muchlis Nugroho

Sebenarnya masih valid jika pressure indicator pada dishcarge pompa masih terletak pada upstream reducer tersebut.
Atau jika pengukuran dianggap sebagai suatu sistem pompa (pompa dan piping) maka performance dari pompa (saja) masih bisa dihitung balik dengan memperhitungkan faktor-faktor restriksi pada perpipaan.

Tanggapan 8 – Ilham B Santoso

Menurut saya sebenarnya ide dasarnya adalah mengukur tekanan/head suction dan discharge pompa sedekat mungkin dengan suction dan discharge pompa sehingga rugi-rugi head pipa bisa diminimalkan pengaruhnya dan performance pompa benar-benar terukur. Namun permasalahaannya seringkali di daerah sambungan flange dan di sekitar discharge aliran belum benar benar stabil yang mana ini diperlukan untuk mendapatkan pembacaan data yang akurat dari sensor tekanan.

Oleh karena itu pengukuran harus dilakukan didaerah yang alirannya sudah stabil, yang biasanya ini tidak bisa terlalu dengan dengan discharge dan suction pompa (asme menyarankan paling tidak 2 X diameter pipa dari flange discharge maupun suction). Tentu saja hasil pembacaan ini dapat dikoreksi dengan mempertimbangkan head loos akibat pemipaan, dll.

Saya rasa ASME PTC 8.2 mengatur cukup detail masalah ini.

Tanggapan 9 – Pranoto Hutomo

Setuju dengan saran dan pendapat Mas Ilham. Yang penting pengukuran tekanan dilakukan sedekat mungkin dengan flensa pompa, di area yang tidak turbulen, dan kalau melewati valve dan fittings ya dihitung rugi2nya (refer ASME PTC 8.2 sebagaimana disampaikan Mas Ilham).

Sekedar wacana diskusi, mungkin yang jadi pertanyaan adalah, mengapa reducer yang dipasang perbedaannya besar betul (dari 6′ ke 2.5′). Sebagaimana kita ketahui bersama semakin tajam reducer yang dipasang, akan semakin besar juga pressure drop yang terjadi. Belum lagi kalau dibandingkan pressure yang terjadi pada pipa 2.5′, pasti jauh lebih besar dibandingkan pada pipa 6′.

Terkait dengan usaha untuk mengetahui seberapa besar performance sebuah pompa, masalah arrangement pipa yang menghasilkan pressure drop besar ini rasanya pantas dipertimbangkan jika kita ingin mendapatkan sistem pemompaan yang optimal/maksimal.

Tanggapan 10 – iksan_tk89

Menarik diskusinya, mudah2 an pengetahuan saya bertambah & persepsinya sama dgn teman2 (maklum masih pemula).

Menurut saya memang user cukup mempercayai sertificate performance curve pompa tersebut agar mudah untuk memilih jenis pompa mulai type s/d kapasitasnya, tetapi yg dipercayai yg jelas2 sudah banyak refferensi baik di dunia pompa dan sejenisnya apalagai include guarantee manufacturnya.

Aktualnya yg sulit diperoleh follow perfor. curve nya adalah dikarenakan piping arrangement design yg tidak bisa perfect meskipun sudah dihitung baik plus safety factornya, apalagi service liquidnya tidak konsisten (density, vapor pressure, komposisinya ,suction head dll),nah hal ini diperlukan peran seorang proses engginer untuk bisa mencari fairness dgn vendornya.
Saya lebih cenderung menrima pompa tersebut jika kondisi full close & minimum flow discharge pompa menunjukkan Ampere & Pressure yg sesuai dgn curvanya (untuk sentrifugal type). Jika di naikkan bebannya sampai normal kapasitas juga di lihat ampere & presure ,memang idealnya flow juga mengikuti jika ampere & pressure telah sesuai tapi apakah selalu pas ?bisa jadi ok tapi bisa jadi di ok ok2 kan saja atau flow indikasinya yg error deteksinya.

Sebaiknya disepakati terlebih dahulu oleh vendor dgn usernya agar effisien waktu untuk berdiskusi jika perlu spool drawing diberikan ke vendor untuk di kalkulasi sesuai dgn kapasitas pompa yg dipilih.
Pihak user juga selalu punya back up calculationnya sehingga vendor juga bisa lebih hati2 menawarkan produknya.