AFP = Active Fire Protection, action karena ada case fire.(Sistem Fire Pump, dan Kawan Kawan nya). PFP = Passive Fire Protection, sifat nya passive melindungi sistem Hazardous area dengan Insulasi atau Fire Proofing. Jet Fire, api yang nyembur terus menerus, karena ada tekanan gas/hidrokarbon yang bersifat kontinu. CUI, ngebacanya Corrosive Under Insulation, korosi di bawah insulasi yang sering tidak kelihatan.

Jet Fire Protection —–> was : Fire Water Pump

Tanya – Crootth Crootth

Diskusi yang menarik sejatinya,

Tapi ada ada yang pernah terpikir bahwa:

1. Efektifitas fire water pump (tentunya plus fire deluge/monitors system) combats severe fire itu cukup rendah (Jika rajin melakukan QRA tentunya anda tahu bahwa tingkat keberhasilan fire protection (monitors + deluges) memadamkan jet fire dengan panjang jilatan api 30 m hanyalah 10%, E&P Forum)

2. Memaintain fire protection system itu bukan hal gampang, ga percaya? silahkan tanya engineer-engineer dari perusahaan migas terbesar di Kalimantan Timur.

3. Incompatibility dengan PFP, menyiram dengan penuh semangat platform/facility dengan deluge/monitors berarti anda mengorbankan PFP/insulation di fasilitas anda. Sudah dihitung beaya nya, anda mungkin akan lolos dari kebakaran kali ini, tapi kebakaran di lain waktu berpotensi meledakkan piping / vessel anda yang PFPnya udah jamuran dan menyebabkan CUI.

4. Anda yakin, PFD (Probability of Failure on Demand) dari sistem fire protection anda tidak berkurang (drastis) dengan berjalannya waktu (kapasitas pompa yang menurun, intake fire pump yang sekarang jadi lumpur karena pendangkalan sungai, dst)

5. Paper saya yang terakhir untuk SPE, menyimpulkan penggunaan AFP malah berpotensi menyebabkan ledakan pada kasus vapor cloud dispersion di platform.

Memasang active fire protection system tidak sekedar menuruti peraturan belaka, lebih jauh dari itu, apakah investasi anda memasang active fire protection (AFP) itu akan menguntungkan?

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Guz Garonk ini memang ‘jago mancing’ hingga diskusi jadi lebih menarik ,

Bicara tentang Jet Fire.

Saya setuju AFP kurang effective untuk fighting versus jet fire, tetapi Facility Protection is not only AFP.

Comprehensive study untuk mengoptimalkan opsi di Layer of Protection adalah mandatory sebagai cara untuk memitigasi jet fire risk.

Pilihan untuk ‘menjagokan’ Process Control System and Shutdown + Blowdown + PFP perlu lebih dikedepankan dibandingkan aplikasi AFP untuk memitigasi jet fire risk tentunya dengan hitungan-hitungan Cost Vs Benefit.

Selain itu penggunaan AFP haruslah applicable, kita tentu tdk ingin memasang peralatan yang hanya bisa digunakan pada saat air pasang saja atau jika ada pendangkalan muara/sungai maka AFP akan macet. If not applicable maka gunakan other applicable protection.

Comment saya,

AFP ikut mendukung VCE, adalah jika FW temperature ikut mempercepat kenaikan temperature of Flammable Liquid hingga melewati flash/vapourized pointnya hingga vapour cloud terbentuk lebih cepat and ready to be ignited.

Wah jadi pingin juga nulis-nulis paper, tapi sayang sulit sekali cari waktu luang dgn kondisi sekarang.

Btw, trims ya Guz diskusinya.

Tanggapan 2 – Achmad Hidayat

Cak Garonk dan Rekans,

Bakar forum nya pelan pelan, jangan tiba2 loncat jet fire biar runut nya bisa enak.

1. AFP, ngebaca nya Active Fire Protection, action karena ada case fire.(Sistem Fire Pump, dan Kawan Kawan nya). PFP, ngebaca nya Passive Fire Protection, sifat nya passive melindungi sistem Hazardous area dg Insulasi atau Fire Proofing.

2. Jet Fire, api yang nyembur terus menerus, karena ada tekanan gas/hidrokarbon yang bersifat kontinu. CUI, ngebacanya Corrosive Under Insulation, korosi di bawah insulasi yang sering tidak kelihatan.

Nah, ini cerita nya ada Sistem Plant, yang di lengkapi PFP dan AFP. Nah saat ada case terjadi Jet Fire, AFP yang paling cocok mesti ada sistem apa? Apa nunggu mati sendiri? Atau di siram air secukup nya? Atau ada specific sistem yang mengontrol quantity dan pressure dari Combustible material yang meng akibatkan Jet Fire?

Pada titik ini, setuju sekali dengan mas Munawir, process control philosophi sangat penting untuk menjaga sedini mungkin melalui intrumentasi detection, agar sedini mungkin fire yang lebih besar bisa di cegah.

Memang nampak nya yang paling susah itu ngitung cost vs safety benefit, betul ngga?
AFP dan PFP bisa di design se sophisticated mungkin, tapi kalau ada cost limitation, cari optimum dan effective condition yang butuh diskusi antar disiplin.

Khusus uraian mas Gharonk tentang AFP mendukung vapour cloud dispersion, mungkin perlu di uraikan lebih jelas mas? Jika case nya seperti yg mas Munawir sampaikan, dimana FW menaikkan suhu VCD memang bisa terjadi explosion pada case leakage dg ignition ‘device’ yang ada di sekitar nya.Tapi apakah dalam fire di satu lokasi, hal ini bisa terjadi?

Nah, selanjut nya, apakah AFP hanya water pump?? Bagaimana dengan sistem Water Curtain?? Ini masuk ke AFP toh? yang di set automatic active dengan gas detection?

Mohon pencerahan nya mas Gharonk..suwun

Tanggapan 3 – Crootth Crootth

Cak Sulis, Gus Munawir dan Cak Roos, juga Cak dan Gus-Gus lainnya…

Maksud saya memang biar diskusinya rame dan back into to philosophy

Ketika membimbing mahasiswa-mahasiswa KP saya selalu membiasakan mereka untuk ‘turn into philosophy’, jangan kita larut dengan perkara detail sementara ‘LOGICS behinds the phenomena’ nya kita alpa…

philosophy dalam kasus ini adalah :

APAKAH KITA (BENAR BENAR) MEMERLUKAN ACTIVE FIRE PROTECTION?

Masing masing orang tentunya mempunyai argumen sendiri, dipersilahkan sepanjang ada reason dan evidence (dalam hal ini logics, basic thinking, engineering judgment, research result, etc.) yah diperbolehkan.

Yang saya kritisi adalah, kenapa kita tidak memulai dengan bertanya (banyak motivation trainer menyukai ini: 5-Ws-1-H)? Saya melihat adanya kecenderungan engineer-engineer muda dan tua MENERIMA SAJA, apa kata standard. Yang saya refer tentu saja: PRESCRIPTIVE STANDARD. Yang isinya kurang labih mirip buku masak: kalau masak to yam itu, lengkuasnya 3 cm, batang serai nya 3 buah, shallotnya 10 biji, dst, dst. Padahal memasak Tom Yam itu bisa berbeda beda, ada kalanya ga pake serai banyak banyak tapi masih enak, dst.

Installasi Fire Protection System tidak bisa terbilang murah, di mana anda harus (mati-matian) menjaga sistem agar tidak termakan korosi, ada kasus di beberapa perusahaan minyak, tiap minggu maintenance nya menskedulkan penggantian pipa Carbon Steel di jaringan AFP nya. Apa ga mengeluarkan duit berlebihan untuk Fire yang mungkin ‘TOLERABLE IF ALARP’ dalam ALARP Diagram.

Intinya : Apakah yang anda lakukan itu bukan ‘SO LITTLE THING SO MUCH TO DO’, dst?

Saya memang about menulis tentang persoalan ini, sekalian refreshing ilmu Process Engineering saya biar ga berkurang.

Could the activation of AFP potentially trigger VCE?

YES, tapi jawabannya sama sekali tidak seperti yang Gus Munawir katakan.

Untuk memahami apa yang terjadi, berikut nukilan hasil riset dan percobaan kami di Total (kerja sama dengan GEXCON):

‘ The overpressures obtained with the water were much higher than in the reference test. This effect is well known and is due to turbulence created by the water droplets. Water droplets as a mean for explosion mitigation has been extensively studied over the last 2 decades. Investigations have shown that there are certain circumstances under which the presence of a spray can cause a propagating flame to accelerate as a result of the turbulence induced by the spray’.

Dalam riset yang dilakukan oleh Total, ditemukan bahwa aktivasi deluge (termasuk water curtain dalam penjelasan Mas Sulis) dapat meningkatkan ‘laminar burning velocity’ hingga 4 sampai 8 kali lipat laminar burning velocity jika AFP tidak diaktifkan.

Selengkapnya silahkan baca Paper yang kami tulis ‘Mitigations of Vapor Cloud Effects by Inhibitors’ (ditulis oleh saya dan Pol Hoorelbeke, dari Total Petrochemie, Belgique) untuk Society of Petroleum Engineer (Paper No, SPE 123908-PP).

Demikian uraian pagi saya, yang menyenangkan meski hari ini belum renang..

Semoga bisa diperdebatkan dengan ilmiah, termasuk tentang LOPA yang belum saya singgung blas.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dari topik pembahasan yang diambil pada bulan Oktober ini dapat dilihat dalam file berikut: