Select Page

Mengingat kegunaan Jockey Pump hanya untuk mempertahankan pressure di fire water line, dan liquidnya adalah air, sangat umum untuk JP yang dipakai adalah gland packing. Harganya murah dan tingkat kebocorannya pun masih dalam batas kewajaran.

Tanya – Wawan Hendrawan

Dear Senior Rekan Milist Migas,

Saya mau menanyakan penggunaan type seal yang paling baik untuk jockey pump, apakah menggunakan mechanical seal atau packing seal.

Tanggapan 1 – Teguh Santoso<

Pak Wawan,

Utuk jockey pump dimana fluidanya adalah air (laut/tawar), requirement specnya lebih rendah dibandingkan medianya hidro karbon, menurut saya sih pakai packing seal saja pak karena akan lebih murah. Kecuali ada permintaan harus memenuhi specifikasi khusus pompa dari perusahaan bapak atau user bapak.

Tanggapan 2 – saut pasaribu

Dear Pak Wawan,

Saya memberikan beberapa alasan untuk dipilih,

Packing mungkin cukup baik untuk Liquid non hazardous (air),
Harganya murah, tetapi tingkat kebocorannya lebih tinggi dari mech seal,
Packing juga harus di Adjust untuk beberapa waktu tertentu( sesuai standard manual)
untuk mengurangi kebocoran liquid ke environment.

Mech seal, sangat baik, harga lebih tinggi dari packing, Tingkat kebocoran sangat sangat kecil( Environment bersih)
tidak perlu di adjust.

Tanggapan 3 – Robbin Gunawan T

Selamat pagi pak wawan,

Jika ingin menghendaki penggunaan mechanical seal, dapat saya bantu mengisi spesifikasi yang tepat dan budget yg diinginkan.
Mohon kirimkan via japri saja jika memang bapak punya spesifikasi pompa dan fluida nya..dengan senang hati kami dapat membantu. Sedikit gambaran, di customer site kami CPI, jockey pump sdh menggunakan mechanical seal sebagai feature standardnya.

Tanggapan 4 – Ginting Simeon

Pak Wawan,

Mengingat kegunaan Jockey Pump hanya untuk mempertahankan pressure di fire water line, dan liquidnya adalah air, sangat umum untuk JP yang dipakai adalah gland packing. Harganya murah dan tingkat kebocorannya pun masih dalam batas kewajaran.

Tanggapan 5 – Suwarno, Umbara (Incoray)

Pak Simeon,

Kira-kira seberapa besar toleransi kebocoran yg diperbolehkan,Dalam mempertahankan pressure, JP bekerja periodik secara otomatic ( On-Off ),mengingat bearing JP harus didinginkan oleh water .
sehingga setting glandpacking sedikit longgar ( kalau tidak salah ) agar water masih bisa mengalir diantara shaft dan packing.
Maaf agak telat menanyakannya.

Tanggapan 6 – Ginting Simeon

Saya kira tidak ada aturan yang membahas toleransi kebocoran untuk JP. Hanya common practice saja, baik di industri maupun di gedung2 komersil.

JP di set untuk bekerja secara otomatis secara ON-OFF karena fungsinya untuk mempertahankan pressure. Karena HP motor JP kecil sekali dibanding FWP, frekwensi ON-OFF JP tidak dipermasalahkan. Bayangkan kalau FWP nya yang ON-OFF hanya untuk mempertahankan pressure. Tentunya konsumsi listriknya akan sangat besar.

Saya kira hal diatas lah yang lebih dominan dalam pertimbangan pemakaian JP, disamping segi ekonomisnya, dan mengesampingkan tingkat kebocoran air dengan pemakaian gland packing.

Tanggapan 7 – walid walid

Dear Rekan Milist Migas

Saya mau menanyakan seputar Fire Water Pump, ditempat saya kerja fire water system menggunakan ea water, yang jadi masalah Fire Water Pump saya cooling systemnya menggunakan air laut, ini sering terjadi Over Heat di HE nya ntuk menghindari blocked di HE kira2 proteksinya apa ya?

Tanggapan 8 – Teguh Santoso

pak walid, mungkin yang dimaksud bapak adalah demikian: driver fire water pump Anda menggunakan Diesel Engine. Nah diesel engine ini didinginkan oleh air tawar dan air tawar inilah yang didinginkan oleh HE air laut. Pak Walid, Overheat di HE bisa karena flow air laut kurang karena blocked. Untuk itu biasanya ada system hipochlorite yang diinjeksikan ke HE tersebut untuk mencegah marine growth. CMIIW
Demikian,

Tanggapan 9 – Irmansyah Eko

Bisa juga heat balancenya perlu di hitung ulang pak.

Share This