Helideck bukan hazardous area, tapi helicopter refuelling unit (yang mengandung bahan mudah terbakar) itu akan mempunya hazardous area sendiri, radius 1.5 meter biasa disebut zone 1, dan radius sampai 3 meter disebut zone 2. Zone 1, hazardous area yang berhubungan dengan normal operation, zone 2 artinya dalam radius 3 meter, ga boleh ada firehazard.

Tanya – Heppy Siswantadi

Dear All,

Mohon informasi nya, adakah rekans yang tahu guidance untuk menentukan berapa jarak aman (non hazardous area) dari helideck baik itu jarak horizontal maupun vertical pada kapal yang dilengkapi dengan helideck (vessel for personnel accomodation of offshore operation).

Terimakasih,

Tanggapan 1 – Richardt Ganda

Mas Heppy,

Coba lihat detail-nya di website UK CAA di bagian publikasi. Nama document-nya CAP 437 Standard Helideck.

Tanggapan 2 Arek Ciputat

Coba juga liat di API RP 2L.

Tanggapan 3 – Akh. Munawir

Mas Heppy,

Bisakah lebih specifik pertanyaannya, Apakah ini related helicopter operation (Approching, Landing, Lift-off/Take-off) ataukah Jarak antara helideck terhadap Dispersion of Flammable Hydrocarbon Gas (Hazardous Area).
Karena penggunaan technical term yang tidak populer (definisi-nya tidak sesuai applicable standard/code) bisa membingungkan, spt Non-Hazardous Area.

Monggo mas diklarifikasi sebelum lebih jauh.

Tanggapan 4 – Heppy Siswantadi

Jadi begini maksudnya pak,

menurut SOLAS, helicopter operation itu termasuk dalam category sumber fire hazard, sehingga helideck itu masuk dalam category hazardous zone.
nah maksud pertanyaan saya adalah, sampai radius berapakah hazardous zone tersebut diukur dari center of helipad ?.

Tanggapan 5 – Yuyus Uskara

Pak Heppy, helideck sendiri bukan hazardous area, tapi helicopter refuelling unit (yang mengandung bahan mudah terbakar) itu akan mempunya hazardous area sendiri, radius 1.5 meter biasa disebut zone 1, dan radius sampai 3 meter disebut zone 2.

Zone 1, hazardous area yang berhubugnan dengan normal operation, zone 2 artinya dalam radius 3 meter, ga boleh ada firehazard.

Mungkin bapak refer ke SOLAS Part G, regulation 18 kan.

Tanggapan 6 – Akh. Munawir

OK mas heppy,

Selama di drawing Hazardous Area Classification Zone yang anda miliki Helipad tidak diarsir yang mengkategorikan Class I Zone 0, 1, 2 atau Div. 1/2, maka Helipad tidak perlu digeser-geser.
Karena jika Helipad sudah terkategorikan Non-Hazardous, meskipun engine or other parts produce spark, maka tidak akan menyulut apa pun, kecuali fuel tank dari helicopternya bocor tapi itu lain soal.

Kecuali, jika maksud anda adalah menskenariokan Helicopter yang sudah landing terbakar karena Human Error Factor maka bagaimana impactnya ke others??
Tapi saya rasa maksud SOLAS seperti yang anda tulis bukan itu maknanya, tetapi SOLAS memberikan peringatan jika ternyata di Layout Drawing ternyata Helideck terkategorikan Hazardous Area, maka anda perlu melakukan langkah-langkah preventif karena Helicopter berpotensi memicu terjadinya FIRE (Engine, helicopter mechanism) dan bukan Helidecknya yang berpotensi sbg fire hazard.

Yang juga penting dalam mendesign helipad adalah faktor operation-nya, dimana minimal luas area dari Safe Landing Area memiliki diameter min. D-Value dari type helicopter terbesar yang punya kemungkinan akan mendarat, juga arrangement Obstacle Free Area.
Orientasi penempatan ‘H’ marking sebagai acuan landing position juga penting hingga akan lebih akurat dalam menempatkan min. 2 access way agar tidak berada di Nose or Tail-nya Helicopter, kemudian WindShock location yang setidaknya dari jarang vertikal 200m bisa dilihat dengan jelas oleh Pilot.
(Lebih detail bisa me-refer ke CAP 437).

Mudah-mudahan kalimat saya tidak terlalu mbulet kayak benang kusut.