PLC BP dan China National Petroleum Corp. telah menandatangani kontrak service tekhnikal dengan pemerintah Iraq yang akan memungkinkan mereka untuk memproduksi minyak hampir tiga kali lipat di lahan supergiant Rumaila dengan 2.85 million b/d.

PLC BP dan China National Petroleum Corp. telah menandatangani kontrak service tekhnikal dengan pemerintah Iraq yang akan memungkinkan mereka untuk memproduksi minyak hampir tiga kali lipat di lahan supergiant Rumaila dengan 2.85 million b/d.

Kontrak dengan menawarkan South Oil Co. BP Iraq dan CNPC untuk pengerjaan pada pelelangan perjanjian bulan Juni meliputi delapan lahan di Iraq.

BP dan CNPC berencana akan menginvestasikan 15 milyar dolar tunai lebih dari 20 tahun dan mengharapkan akan mencapai plateau production pertengahan kedua dekade berikutnya.

Perusahaan dapat mulai memulihkan costs dan earning fees 2 dolar/bbl bilamana produksi mencapai 10% diatas levelnya saat ini kira-kira 1 juta b/d.

BP mengatakan perusahaan dan CNPC awalnya akan memusatkan di waterflooding dan gas injection. BP menemukan lahan, cadangan yang diperkirakan di 17.8 milyar bbl, pada tahun 1953. Perusahaan membantu dalam studi lahan yang ditugaskan oleh menteri Perminyakan pada tahu 2005.

Lahan Rumaila yang berada di bagian selatan Iraq memproduksi wilayah antara Basra dan Kut.

Rumaila Field Operating Organization akan melaksanakan project, yang sebagian besar staff dari pegawai South Oil Co.

BP memegang 38% saham dalam project venture, CNPC 37%, dan pemerintah Iraq melalui State Oil Marketing Organization 25%.

Sumber: www.ogj.com