Saya mohon bantuan masukan dari bapak / ibu sekalian untuk masalah saya yang satu ini : Saat ini perusahaan saya sedang mengerjakan proyek Gas recovery (H2SO4), berdasarkan ketentuan dari pihak Consultant & designer plant ini seharusnya material (body) dari Scrubber adalah SS 316, akan tetapi setelah dikonsultasikan kembali maka kami diijinkan untuk mengganti body gas scrubber tersebut dengan material sejenis FRP. Yang menjadi pertanyaan saya :
1. Apakah ada pengaruhnya perubahan material tersebut dengan proses yang terjadi di dalam Scrubber tersebut ?; 2. Berdasarkan pengalaman dari rekan2 sekalian berapa lama life time dari scrubber dengan body material FRP ini ?; 3. Apa saja yang akan mempengaruhi life time equipment ini ? Sebagai informasi tambahan, lingkungan di sekitar plant ini memiliki tingkat korosi yang tinggi.

Tanya – firli mustari

Dear Profesional & Rekan2 sekalian,

Saya mohon bantuan masukan dari bapak / ibu sekalian untuk masalah saya yang satu ini :
Saat ini perusahaan saya sedang mengerjakan proyek Gas recovery (H2SO4), berdasarkan ketentuan dari pihak Consultant & designer plant ini seharusnya material (body) dari Scrubber adalah SS 316, akan tetapi setelah dikonsultasikan kembali maka kami diijinkan untuk mengganti body gas scrubber tersebut dengan material sejenis FRP.

Yang menjadi pertanyaan saya :

1. Apakah ada pengaruhnya perubahan material tersebut dengan proses yang terjadi di dalam Scrubber tersebut ?

2. Berdasarkan pengalaman dari rekan2 sekalian berapa lama life time dari scrubber dengan body material FRP ini ?

3. Apa saja yang akan mempengaruhi life time equipment ini ?

Sebagai informasi tambahan, lingkungan di sekitar plant ini memiliki tingkat korosi yang tinggi.

Terima kasih,

Tanggapan 1 – Dwi Utomo

Pak (Bu?) Firli,

Mengenai ada tidaknya pengaruh penggantian FRP terhadap proses gas scrubbing di dalamnya, harus di check terlebih dahulu FRP (banyak jenis lho) yang dipakai vs fluida2 yang terlibat dalam proses scrubbing. Kalau FRP-nya memang ‘inert’ terhadap fluida2 tersebut, ya nggak akan ada masalah. Tapi kalau FRP yang digunakan ternyata bereaksi dengan salah satu fluida, yah bisa berabe.

Selain hal diatas, yang perlu di check adalah kekuatan material (mechanical strength) FRP yang akan dipakai dibandingkan SS 316, juga ketahanannya terhadap corrosive substance yang ada di lingkungan plant.

Selain itu ada lagi masalah ketahanan FRP yang digunakan terhadap UV. Sepengetahuan saya, sampai saat ini belum ada material FRP yang 100% tahan UV, sekalipun sekarang banyak produsen FRP yang sudah menambahkan ‘anti UV agent’ kedalam ramuan FRP mereka. Ini juga akan mempengaruhi lifetime equipment.

Yah pada dasarnya sih, pelajari dulu spesifikasi bahan dan material yang akan digunakan secara detail, konsultasi dan diskusikan terus dengan konsultan dan designernya.

Tanggapan 2 – muhammad rifai

Karena komposit masih barang baru (minimal buat saya)…

ya mesti hati-hati, jangan hanya karena kekuatannya sama dengan baja, trus ganti aja…. Apalagi kalau isinya membahayakan…. ASME X juga tidak merekomendasikan untuk proses yang isinya lethal… pokoknya bahaya lah…

Pertama kali karena orang belum familier baik itu sifat-sifatnya atau kelakuannya… bagaimana ikatan antara serat dan mediumnya, tentang sifat getasnya, sifatnya terhadap getaran…. bahkan mungkin nggak ekonomis jika satu plant hanya ada satu vessel dari frp, yang lainnya steel….