Umumnya Precomm termasuk dalam aktivitas Mechanical Completion (MC) dimana dalam aktivitas Precomm dilakukan functional check dengan dry, static, dan non-energize terhadap system atau sub system untuk masing-masing disiplin seperti piping, electrical, instrument dll. Commissioning sendiri adalah multi discipline functional testing untuk memastikan integrity dan operability dari suatu equipment dan system. Jadi pada tahap ini semua disiplin seperti piping, equipment, electrical, instrument, control dll di functional testing secara bersamaan untuk memastikan mereka bekerja dengan baik. Pada tahap ini final medium belum di apply ke system. Start Up dilakukan setelah semua activitas Commissioning selesai. Pada tahap Start Up inilah final medium seperti hydrocarbon mulai di introduced kedalam system untuk di proses.

Tanya – Anto Supardi

Dear Bapak-Bapak,

Mohon penjelasan perbedaan antara Pre-Commissioning, Commissioning & Start Up.

Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Miftahul Arif

Dear Pak Anto,

Sepengetahuan saya sih

Precomm : aktifitas setelah konstruksi. terkadang juga disebut bagian dari konstruksi. Precomm meliputi aktifitas blowing-flushing-pigging, dan cleaning2 jalur pipa or equipments. Calibration & Loop test. Meger test. Function test (terkadang function test termasuk ke dalam aktifitas comm)

Comm : Comm berjalan setelah aktifitas precomm. system sudah siap untuk dijalankan pertama kalinya dan siap untuk placed in service.

Start-up : Semua system yg ada di plant sudah selesai di commissioning dan Plant siap untuk dijalankan. Untuk Start-up biasanya semua bahan baku siap untuk di proses. Oil/Gas siap untuk dialirkan ke CPP. dan disaat start-up ini nantinya akan dihasilkan produk untuk pertama kalinya.

thanks. CMIIW

Tanggapan 2 – Admin Migas

Sedikit klarifikasi saja mengenai perbedaan precomm dan comm activities.

Kalau aktivitas precommissioning belum ada power yang masuk ke sistem.
Jadi betul kalau continuity test dan megger test untuk kabel dimasukkan ke precomm.
Tapi kalau loop test dan function test, seharusnya di commissioning works, karena power sudah masuk.

Sekuen precomm, comm dan start-up ini untuk memudahkan troubleshooting.
Anda bisa bayangkan kalau begitu start-up ada masalah di suatu loop.
Setelah bingung cari penyebabnya, ternyata salah terminasi kabel, kan ngeselin tuh…
Umumnya kalau precomm bagus, comm-nya jadi lancar, dan start-up bisa berlangsung mulus.

Tanggapan 3 – Puji Yusnanto

Saya sependapat dengan apa yang dikatakan Pak Budhi..

Umumnya Precomm termasuk dalam aktivitas Mechanical Completion (MC) dimana dalam aktivitas Precomm dilakukan functional check dengan dry, static, dan non-energize terhadap system atau sub system untuk masing-masing disiplin seperti piping, electrical, instrument dll. Precomm dilakukan setelah installation/erection selesai. Setelah aktivitas precomm selesai maka dapat dikatakan aktivitas Mechanical Completion (MC) sudah selesai dan akan mendapat RFC (Ready for Commissioning) certificate dan MC Dossier.

Commissioning sendiri adalah multi discipline functional testing untuk memastikan integrity dan operability dari suatu equipment dan system. Jadi pada tahap ini semua disiplin seperti piping, equipment, electrical, instrument, control dll di functional testing secara bersamaan untuk
memastikan mereka bekerja dengan baik. Pada tahap ini final medium belum di apply ke system.

Start Up dilakukan setelah semua activitas Commissioning selesai. Pada tahap Start Up inilah final medium seperti hydrocarbon mulai di introduced kedalam system untuk di proses.

Untuk lebih dalamnya, Pak Anto bisa baca2 literatur karya A. Dynowski berjudul Mechanical Completion Handbook. Semoga membantu, dan mohon koreksi oleh senior apabila ada yang keliru.