Suara putaran kasar pada sebuah bearing baru? Pada dasarnya komponen utama bearing adalah sbb : 1. Outer race; 2. Inner race; 3. ball/roller; 4. Cage; 5. lubricant. Nah yang nomor 5 ini dimasukkan sebagai komponen juga. karena tanpa nomor 5 bearing tak akan jalan sesuai fungsinya. Bearing baru bilamana kasar saat di putar, memang dia belum diberi komponen nomor 5 bila di taruh di plastic yang vacuum (tapi banyak juga yang sudah di beri lubricant). Nah untuk mengetesnya sebelum diputar ya di celup ke oli dahulu (lebih baik jangan grease), baru di putar. Semua benda baru pasti sudah di uji manufacturernya dan bersertificate, tapi dalam handling, penyimpanan bisa saja terbentur, korosif dan lain2.

Tanya – Endri Prasetyo

Rekan Milis,

Mohon sharingnya, apakah ada yang mempunyai pengalaman dalam pengecekan putaran bearing jenis deep groove ball bearing (kondisi belum dipasang) secara manual?

Dari pengamatan saya untuk setiap brand seringkali ‘kualitas’ putarannya berbeda. Asumsi saya bahwa jika bearing diputar maka putarannya harus halus. Sejauh ini saya beranggapan jika bearing kasar putarannya (friksi antara ball bearing dengan race) disebabkan oleh grease yang belum merata. Tetapi setelah bearing diputar lama, ternyata putarannya tetap kasar. Dengan demikian penyebabnya bukan karena grease yg belum merata.

Ada yang bisa memberikan pencerahan? Apakah dari kualitas grease, clearance, dll serta informasi lain yang mendukung topik ini.

Tanggapan 1 – JONO

Pak Endri,

Bapak tidak akan bisa membedakan mana bearing yang ‘ bagus’ atau ‘jelek’ dengan hanya mengandalkan dari suara dari ‘new bearing’ yang Bapak putar, baik itu bearing shield type maupun non-shield. Bapak bilang ..suara bearing ini halus, ini bagus, tapi belum tentu rekan Bapak bilang…bearing itu bagus, karena tidak ada standard internasional (ISO) yang mengatakan standard kebagusan/kerusakan bearing. G’s, BCU, SED, PeakVue dll, hanya sebagai reference saja.

Kalau melalui visual check terlihat, bearing baru Bapak itu ada karat, cacat (coak), bisa Bapak katakan bearing tidak layak untuk diterima/dibeli.

Dari buku Bearing Analysis Handbook karangan James I. taylor , ada alat untuk menentukan kualitas bearing baru , Gaussmeter. Alat ini akan menyimpang dari angka nol(zero) kalau bearing baru tersebut mempunyai sifat magnetism!, makin beasr simpangannya, makin besar sifat magnetism nya, nah lebih baik di tolak/jangan dipakai.

Kalau Bapak belum punya Gaussmeter, tempelkan saja circlip kertas atau benda ringan yg terbuat dari besi, kalau menempel, reject saja bearing baru tersebut.

Mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 2 – A. Rofiudn

Pak Endri yth,

Suara putaran kasar pada sebuah bearing baru?

Pada dasarnya komponen utama bearing adalah sbb :

1. Outer race.

2. Inner race.

3. ball/roller.

4. Cage.

5. lubricant.

Nah yang nomor 5 ini dimasukkan sebagai komponen juga. karena tanpa nomor 5 bearing tak akan jalan sesuai fungsinya.

Bearing baru bilamana kasar saat di putar, memang dia belum diberi komponen nomor 5 bila di taruh di plastic yang vacuum (tapi banyak juga yang sudah di beri lubricant). Nah untuk mengetesnya sebelum diputar ya di celup ke oli dahulu (lebih baik jangan grease), baru di putar.

Semua benda baru pasti sudah di uji manufacturernya dan bersertificate, tapi dalam handling, penyimpanan bisa saja terbentur, korosif dan lain2.

Bila masih kasar pada satu bearing baru yang sudah dibandingkan dengan bearing baru yang lain dengan type dan clerance sama, ada baiknya panggil supliernya dan amati bareng hal sbb :

1. adakah bekas benturan.

2. adakah goresan karena benda asing.

3. adakah korosif

4. adakah kotoran.

semoga membantu.

Tanggapan 3 – Anton Firman Tama

Kwalitas dr yg baru trgantung Brand-nya. Tp u/ pengecekan Yg baru (kasat_phisyc) bs di putar ajh, kl langsam muter-na, bs lansung di-install. tentang Grease yg ada di bearing, itu kan long-life..

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Adakah applicable code & standar (ISO, ASTM ??) mengharuskan anda melakukan pengecekan/inspeksi fisik terhadap bearing yang masih baru sebelum anda memasang ? Jika ada, tentunya jawaban nya jadi sederhana, yaitu anda tinggal ikuti standard, apa yg dicek, bagaimana mengecek dan apa kriteria keberterimaan nya.

Persoalan nya adalah, apakah anda mengecek fisik sebuah bearing yang baru dengan kriteria kemulusan putaran, kehalusan bunyi adalah aktivitas dan kriteria yang benar benar ?

Maksud saya adalah, bahwa part yang baru seyogyanya ada sertifikat of conformance nya. Anda tinggal verifikasi saja sertifikat tersebut untuk ‘assurance of Quality and Safety’ (baca: tingkat kepercayaan). Yang lebih awal daripada memverifikasi sertifikat adalah, adanya sebuah jaminan dari supplier yang kalau perlu bersifat sangsi jika seandainya produk yang dia delivery adalah cacat. Ini bisa ditetapkan dan disetujui sebelum si supplier membuat produk atau menyerahkan produknya ke kita lewat mekanisme kontrak/perjanjian.

Pada dasarnya, sangatlah penting untuk memastikan bahwa produk yang di supply oleh supplier sesuai dengan kualitas dan persyaratan yang ditetapkan, tetapi lebih penting lagi adalah integritas dari si supplier tersebut yang bisa di ‘assess’ sebelum mengikat kontrak. Barulah namanya Quality dan Safety Assurance nya diakui efektif dan…..efisien.

Tentu anda tidak perlu menginspeksi bensin yang anda gunakan jika langsung dari pom Pertamina atau Shell, bukan ?

Tetapi tentu anda merasa sangsi dengan bensin ketengan pinggir jalan.

Tanggapan 5 – Endri Prasetyo

Pak Dirman,

Karena diskusinya sudah melebar, saya sedikit mempersempit pertanyaannya menjadi begini: Apa sebab putaran kasar pada bearing yang baru.

Mengenai standar? Nah ini yang saya belum nemu apakah ada atau tidak. Kalau ada pasti sangat membantu. Jadi aktifitas yang saya amati juga belum tahu atau tidak.
Monggo dilanjutkan.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Memang menentukan scope bukan hal yang mudah 🙂

Silahkan lanjut…

(Undur diri, karena bukan ahlinya).

Tanggapan 7 – JONO

Pak Endri,

‘Apa sebab putaran kasar pada bearing yang baru?’

Putaran kasar yang bagaimana pak? Mungkin suara kasar…yaa pak?

Bapak silakan dengar dan bandingkan (bearing baru) bearing yang mempunyai suffixes C1,C2,C3, C4 dan C5 (internal clearance). Lebih baik lagi kalau yang non-shield…..pak.

Tidak ada standard internasional yang menyatakan standard putaran kasar sebuah bearing baru….bla..bla…

Terima kasih,

Tanggapan 8 – Endri Prasetyo

Pak Jono,

Terima kasih Pak. Jadi penyebabnya apa?

Untuk internal clearance yg sama, saya amati putarannya (suara?) berbeda.

Silahkan sharenya para ‘pengamat’ bearing.

Tanggapan 9 – JONO

Pak Endri,

Bapak amati putaran (suara?) untuk bearing dengan internal clearance yang sama, Bapak bisa bilang berbeda…saya angkat 2 jempol untuk Bapak.

Kalau saya tetap mengacu ke salah satu buku yang di karang James I. Taylor di Bearing Analysis Handbook seperti yang saya kemukakan di email terdahulu.

Tanggapan 10 – I Made Sudarta I Made Sudarta

Seringkali pertanyaan yang tidak tepat akan menghasilkan jawaban yang tidak tepat pula.

Difinisi putaran kasar perlu dipertegas disini, apa indikatornya? apakah vibrasinya melebihi kriteria yang diijinkan atau suara yang dihasilkan tidak normal atau temperature bearingnya trendnya naik terus melebihi kapasitas yang ditentukan. Setelah itu baru kita kupas habis yuk…

Tanggapan 11 – Endri Prasetyo

Pak Jono & pemerhati bearing’

Yang saya kemukakan adalah realitas di lapangan. Beberapa kasus (tidak selalu) saya temukan seperti itu.
Contoh saja misal DGBB 6207 2Z C3 merek A berbeda dengan 6207 2Z C3 merek B.
Dua-duanya merek ternama (saya tidak menyebut mereknya, kurang etis).
Makanya saya ingin menggali sebanyak mungkin sharing dari rekan2 disini.

Tanggapan 12 – MJunaedi@holcim

Pak Endri,

Agree pak..

Kita memang perlu lebih berhati – hati , dalam seleksi bearing , kasus yang sama pernah juga saya alami , Untuk bearing besar dan Kita putuskan untuk tdk dipakai , Untuk bearing kecil orang lampangan memang cenderung simple untuk menguji layak tidaknya bearing itu kita pasang.. biasanya ya seperti yang bapak sampaikan .. diputar dan rasakan bedanya…….(-.

Tanggapan 13 – A. Rofiudn

Pak Jono yth,

Kemungkinan bisa terjadi dan memang bisa dibedakan pak Jono. bila salah satu dari bearing tersebut defect saat handling atau storage. tapi kalau sama baru no defect dan clearance sama ya susah buanget seperti pak Jono bilang angkat jempol.

Tanggapan 14 – JONO

Pak Rofiudin,

Saya sudah kemukakan ke Pak Endri di email terdahulu, kalau secara kasat mata/visual check memang ada defect/cacat seperti yang dijelaskan pak Rofiudin sebelumnya, yaa…di reject saja, bearing baru kok defect.

Makanya saya angkat 2 jempol untuk pak Endri bila pak Endri bisa membedakan antara 2 bearing dengan internal clearance yang sama dengan cara melakukan pengamatan putaran (suara?) antara bearing tersebut.

Hal ini yang pernah terjadi/dilakukan oleh teknisi saya dalam melakukan pengecekan bearing baru saat saya bergabung dengan perusahaan ini 12 tahun lalu.