Ada dua standard tentang perhitungan incident rate: 1. Standart ILO IR= (jumlah kecelakaan yang terjadi/jumlah jam kerja)* 1.000.000; 2. Standart OSHA/SMK3, IR = (jumlah kecelakaan yang terjadi/Jumlah jam kerja)*200.000.

Tanya – wiza hidayat

Dear Milis,

Apakah ada yang punya referensi mengenai perhitungan Incident Rate? Dalam sebuah referensi yang saya dapatkan, hitungannya sbb:

Incident Rate = (N/Ht)(200.000); dimana:

N = number of injuries/illness/loss workday

Ht = total hours worked by all employees during a year

use 173.3 hours per employee per month if hours are unknown.

Misalnya, ada 4 kali illness dalam sebulan, jadi N = 4 x 8 = 32. Jika katakanlah total pekerja sebanyak 50 orang, jadi sebulan ada 50 x 173.3 = 8665 hours. Sehingga, Incident Rate menjadi 32/8665*200.000 = 738,6. (But please correct me if I’m wrong about this calculation)

Nah, yang menjadi pertanyaan-nya adalah:

1. Apakah maksud angka 738,6 itu? Apakah acuannya? Dan apakah ada perbandingannya dengan angka di Industry Average?

2. Di batas Rate berapa-kah angka tersebut terkategorikan baik atau buruk secara HSE Performance?

3. Apakah ada referensi perhitungan Incident Rate dengan metode umum lainnya berdasarkan field best practise?

Mohon pencerahan rekan-rekan migas yaaa yang mungkin sudah lebih mumpuni di bidang HSE. Terima kasih sekali atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – janjonswan hutasoit

Dear Pak Wiza Hydayat

Saya coba sharing berdasarkan yang pernah saya baca dan saya dapatkan dalam training:

Apakah ada yang punya referensi mengenai perhitungan Incident Rate?

Ada dua standart yang saya ketahui tentang perhitungan incident rate:

1. Standart ILO IR= (jumlah kecelakaan yang terjadi/jumlah jam kerja)* 1.000.000

2. Standart OSHA/SMK3, IR = (jumlah kecelakaan yang terjadi/Jumlah jam kerja)*200.000 (CMIIW)

Dalam sebuah referensi yang saya dapatkan, hitungannya sbb:

Incident Rate = (N/Ht)(200.000) ; dimana:

N = number of injuries/illness/ loss workday

Ht = total hours worked by all employees during a year

use 173.3 hours per employee per month if hours are unknown.

Sedikit koreksi tentang N di atas:

Ijuries ada beberapa kategori : ada Fatality,Lost time injury, Medical treatment (MTC), dan first aid (FAC).

Ilness adalah penyakit akibat kerja (ada yang dampaknya langsung terasa dan ada yang beberapa tahun kemudian).

Lost work days atau lebih terkenal dengan Lost Time injury adalah kehilangan jam kerja akibat kecelakaan.

Untuk masalah perhitungan jumlah jam kerja seharusnya actual karena bisa kita dapat dari HR atau time keeper jadi jarang yang unknown….atau secara perkalian misalnya jam kerja normal 8 jam/hari, bekerja 25 hari dalam sebulan, 12 bulan dalam setahun, maka perkaliannya adalah: 8*25*12 =2400 jam/orang, jadi kalau 50 orang menjadi 120000/tahun……atau 50*8*25=10.000/bulan.

Incident rate biasa kami hitung perbulan dan terus berjalan rata-rata sampai akhir tahun (monthly HSE performance).

Misalnya, ada 4 kali illness dalam sebulan, jadi N = 4 x 8 = 32. Jika katakanlah total pekerja sebanyak 50 orang, jadi sebulan ada 50 x 173.3 = 8665 hours. Sehingga, Incident Rate menjadi 32/8665*200. 000 = 738,6. (But please correct me if I’m wrong about this calculation)

Mungkin maksud Bapak adalah Injury ( kecelakaan 4 x dalam sebulan, misalnya semuanya lost time ) maka perhitungannya adalah:

(4/120.000)*200.000 = 6,67/tahun (lumayan tinggi) >>>>>>> saya kurang paham angka 8 bapak darimana???

Nah, yang menjadi pertanyaan-nya adalah:

1. Apakah maksud angka 738,6 itu? Apakah acuannya? Dan apakah ada perbandingannya dengan angka di Industry Average?

Angka 738,6 atau 6,67 itu adalah performance dari safety perusahaan, semakin tinggi angka tersebut menandakan perusahaan tersebut tidak safety karena banyak kecelakaan….

Biasanya angka tersebut dimuat didalam HSE objective and target dan dibahas di dalam management review

2. Di batas Rate berapa-kah angka tersebut terkategorikan baik atau buruk secara HSE Performance?

Angka tersebut baik (dan seharusnya) adalah bila kita dapat = 0 artinya zero LTI (tidak ada kehilangan jam kerja akibat kecelakaan)….biasanya dapat penghargaan dari pemerintah

3. Apakah ada referensi perhitungan Incident Rate dengan metode umum lainnya berdasarkan field best practise?

Berdasarkan pengalaman maka yang saya hitung adalah:

LTIR (lost time injury rate) = jumlah kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja/jumlah jam kerja * 200.000

Adalagi MTIR (medical treatment injury rate), FAIR (first aid Injury rate), severity rate (jumlah hari yang hilang akibat kecelakaan) dan total incident frekwensi rate

Demikian sedikit sharing yang bisa saya sampaikan…mudah mudahan sedikit membantu, mohon maaf kalau ada yang keliru

Thank’s and have a nice day

Tanggapan 2 – wiza hidayat

Dear Pak John & anggota milis lainnya,

Terima kasih sharingnya pak, sangat berguna… Kalau boleh sedikit mau tanya lagi tentang perhitungan tersebut:

Sesuai pencerahan bapak, Variabel N tersebut mengacu kepada Injuries (ada Fatality,Lost time injury, Medical treatment (MTC), dan first aid (FAC)), Ilness (penyakit akibat kerja (ada yang dampaknya langsung terasa dan ada yang beberapa tahun kemudian)), dan Lost work days atau lebih terkenal dengan Lost Time injury adalah kehilangan jam kerja akibat kecelakaan.

Nah yang menjadi pertanyaannya adalah (maaf nih kok malah jadi banyak pertanyaannya):

1. Bagaimana jika dalam satu hari terdapat accident, namun tidak sampai loss work days? apakah dihitung dengan nilai 1 juga?

2. Kemudian, untuk kategori illness, jika misalnya ada pekerja yang izin tidak masuk karena sakit, misalnya dengan alasan ‘klasik’ seperti ‘tidak enak badan, perlu istirahat’, apakah itu dihitung dengan nilai 1 juga? ataukah nilai itu hanya untuk yang berhubungan dengan pekerjaan saja dan loss workdays?

3. Bagaimana jika sampai fatality (kematian)? apakah juga dimasukkan dalam perhitungan tersebut? Jika ya, berapakah angka yang dimasukkan kedalam nilai N tersebut? kalau hanya dimasukkan 1, saya kira malah gak match karena kalau injury kan juga dimasukkan 1.

4. Jika memang suatu pekerjaan dikategorikan high risk, berapakah biasanya nilai IR yang ditargetkan dalam management review? Kalau target-nya 0, pasti memang sangat baik. Tapi, jika suatu ketika terjadi accident, berapakah nilai IR yang kira-kira masih acceptable? Hal ini tentunya sangat berguna untuk menjadi acuan management dalam menetapkan target tahunannya. Apakah ada yang punya referensinya berdasarkan pengalaman best practise?

Note: (4/120.000)* 200.000 = 6,67/tahun (lumayan tinggi) >>>>>>> saya kurang paham angka 8 bapak darimana??? —> Tadinya asumsi saya N itu mengacu kepada jumlah work daysnya, jadi asumsi saya sehari itu 8 jam kerja… maklumlah pak sama-sama masih belajar kan… 🙂

Mohon pencerahannya sekali lagi, dan mungkin jika ada masukan dari anggota milis lainnya…. Terima kasih banyak….