Fungsi dari PSV dan BDV pada dasarnya sudah berbeda. PSV berfungsi untuk me-release fluida in case of overpressure pada vessel atau sistem. Sedangkan BDV berfungsi untuk me-release fluida dalam system in case of fire atau explosion atau undesired event pada isolatable section. Tujuannya supaya tidak terjadi escalation dari undesired event pada plant yang diproteksi.

Tanya – fakhri0301

Dear All,

Adakah teman2 yang bisa menjelaskan apakah sebuah PSV yg relief load scenarionya ditentukan oleh fire case masih dibutuhkan untuk memprotek sebuah vessel walaupun sebuah BDV juga diinstall di vessel tsb untuk memprotek vessel?

Common design pratice: BDV didisain dg initial pressure (BDV dibuka) sama dg operating pressure dan minimal dalam waktu 15 minute bisa mereduce pressure s/d 50% atau 100 psig dan mana yg terkecil.

Kalau terjadi Fire dan BDV telah terbuka sebelum PSV terbuka, maka PSV set pressure tidak akan pernah tercapai. Jadi PSV tersebut tidak pernah bekerja dg arti kata nggak usah dipasang.

Saya berfikir BDV itu mulai diaktifkan setelah PSV pop-up.

Tolong dikoreksi pemikiran ini. Saya rasa temans yg punya pengalaman practice dg fire ini nggak banyak kecuali teman-2 di Petrowidada. Jadi silahkan share your though.

Tanggapan 1 – Admin Migas

Kalau menurut saya yang bukan process safety engineer, layer of protectionnya berbeda antara BDV dan PSV. PSV memang satu lapis di atas BDV.
Jadi bila BDV sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam membuang kelebihan tekanan, yah biar saja PSV tetap menutup seperti biasanya. Hanya perlu dipertimbangkan juga, bahwa seringkali BDV ini stuck closed oleh beberapa sebab. Kalau kita hanya mengandalkan BDV yang stuck closed, akibatnya bisa fatal dong.

Mohon klarifikasinya mengapa BDV membuka pada saat operating pressure ?.

Metoda proteksi vessel pada fire case sudah dikuasai oleh engineering company kok, tidak khusus Petrowidada saja.

Tanggapan 2 – PRINCE TAMBUNAN

Pak Fakhri,

Menurut saya fungsi dari psv dan bdv ini pada dasarnya sudah berbeda. Psv berfungsi untuk me-release fluida in case of overpressure pada vessel atau sistem. Sedangkan bdv berfungsi untuk me-release fluida dalam system in case of fire atau explosion atau undesired event pada isolatable section. Tujuannya supaya tidak terjadi escalation dari undesired event pada plant yang diproteksi. Smoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – fakhri0301

Pak Prince,

Thanks.

Betul fungsinya memang berbeda tetapi penyebabnya bisa sama. Penyebab yg sama itu adalah fire.

Saya masih berpendapat bahwa kalau ada fire maka pressure akan naik sampai relief pressure dari PSV dan untuk menghindari bahwa pressure melebihi Yield Strengh dari material yang turun dg kenaikan temperature, maka pressure harus diturunkan. Kalau bukan karena fire (non fire case), Yield Strengh tidak berubah dan Yield Strength material masih diatas design pressure (PSV set pressure). Maka untuk kasus ini nggak perlu blowdown.

Saya tetap befikir bahwa depressuring system harus didesain dg intial pressure sama PSV set pressure dan menurunkan pressure 50% dari design pressure (PSV set pressure) atau 100 psig.

Kalau saya perhatikan disetiap Relief dan Depressuring Philopsohphy proyek-2 yg pernah saya ikuti, selalu dinyatakan Depressuring dari normal operating pressure. Menurut saya ini salah.

Seharusnya depressuring dari PSV set pressure. Dan ini akan menghasilkan blowdown rate yg lebih besar (worst case scenario) dan saya rasa ini juga lebih realistik dg apa yg akan terjadi kalau ada fire. Kayaknya nggak banyak engineers yg punya pengalaman praktis dg fire ini.

Tanggapan 4 – Achmad Hidayat

Yang pertama, vessel kalau ngga ada PSV, kalau terjadi kebakaran, ngga akan di cover sama asuransi hehehe, karena itu adalah mandatory.

PSV dan BDV peruntukan nya beda, seperti mr Prince sampaikan.
PSV dan PSV fire kegunaan nya berbeda, cara design nya juga berbeda.

BDV open atau closed berdasarkan perintah atas dasar kondisi tertentu, bisa ada dan tidak ada hubungan nya dengan PSV.

Ati ati dengan design 15 menit nya, itu mengacu pada penjelasan tertentu, tebal vessel di atas 1 inch, kalau lebih tipis, mesti blowdown rate nya lebih cepet.

Case Fire, vessel nya isi nya apa? Gas? Gas dan Liquid? Kalau gas, begitu ada temperature rise, pressure langsung naik, jika melampaui tekanan setting, PSV bekerja, mencegah biar tidak terjadi ledakan. Kalau masih bisa terhandle PSV (Case AFP dan PFP system yang bekerja dengan baik), yah bagus toh, kalau ndak, BDV di buka, agar fire hazard yg lebih parah bisa terhindarkan.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Oktober 2009 ini dapat dolihat dalam file berikut: