Menghitung SIL (memverifikasi SIL) dari sebuah SIF itu bukanlah pekerjaan yang sederhana/mudah. Oleh karenanya diperlukan seseorang yang sudah ahli untuk melakukannya (bahkan beberapa perusahaan mengartikannya orang tersebut harus memiliki sertifikasi).

SIL 4 Mungkinkah? —> was PSV Fire Case

Tanya – Akh. Munawir

Ikutan dikit,

Selain regular PSV maintenance,

Keputusan Ditjen Migas 84K bahwa PSV wajib di-SKKP per-tiga tahun lho, artinya PSV tersebut akan retest & reset lagi.
Jika tdk reliable sudah pasti MIGAS tdk akan mengizinkan PSV tsb dipasang.
Btw, untuk SIL 4 requirement saya belum pernah dengar diapplikasikan di Oil n Gas Industry kecuali di NASA.

Jd gmna nih perlu, PSV atau tidak? dan settingnya lebih besar mana PSV dibandingkan BDV? 🙂

Tanggapan 1 – Awaluddin Berwanto

Mas Akh Munawir

Ada kok proyek Oil & Gas yg memerlukan overall SIL-4. Keperluan untuk SIL-2 atau SIL-4 itu kan tergantung dari hasil IPF study untuk keseluruhan system.

Harus dibedakan antara SIL requirement secara keseluruhan dg SIL untuk individu equipment. Memang..saat itu masih sulit untuk menemukan satu system protection yg mencapai SIL-4. HIPPS saja yg paling tinggi adalah SIL-3.

Apabila satu system memerlukan SIL-4, maka dapat dibuat dgn memasang satu system dg SIL-3 plus system tambahan SIL-2. Semua itu berdasarkan analisis yg teliti.

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Proyek oil and gas mana bang, yang memerlukan SIL-4?

Biar argumen bang Awaluddin kuat, sebaiknya disebutkan saja proyek mana mas? Apakah tercapai keperluan yang dimaksud (SIL-4)?

Saya juga mohon penjelasan Bang Awaluddin tentang:

‘apabila satu sistem memerlukan SIL-4, maka dapat dibuat dengan satu system dengan SIL-3 plus sistem tambahan dengan SIL-2. semua itu berdasarkan analisis yang teliti.’

hampir delapan tahun belajar SIL, saya kok ga tahu tentang pernyataan Bang Awaluddin di atas ini ya? mungkin yang dimaksud IL (integrity level) untuk IPL (independent protection layer) pada LOPA barang kali yah??

Tanggapan 3 – Awaluddin Berwanto

Silahkan refer ke Project Kristin Field di North Sea (subsea development), salah satu perusahaan minyak di sana (Statoil) dgn kontraktornya Aker Kvaener. Ini HP/HT field development.

Mereka memasang Subsea HIPPS – SIL-3, Over pressure Protection System (OPPS) di Subsea Xmas Tree – SIL -2, PSV -SIL-1, serta perbedaan thickness pipeline dari xmas tree sampai host.

Cara pengembangan yg sama, sedang kami bahas untuk pengembangan salah satu field di Malaysia, dimana saya sedang ikut mengerjakannya. Hasil FEED telah tegas menyatakan SIL-4 (termasuk verifikasi dg 3rd party).

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Wah kalau dari hasil FEED masih perlu diverifikasi lagi pak, karena setahu saya, IEC-61508 dan IEC-61511menganut prinsip Safety Lifecycle (SLC) seperti berikut:

Tahap Analysis

Conceptual Process Design –> Hazard and Risk Analysis –> Develops Safety Requirements (determine SIL) (klausul 5 dalam IEC-61508) —> Tahap Realization

Tahap Realization

—> Perform Conceptual SIF Design —> Perform Detail SIF Design —> Verifiy Safety Requirement Have Been Met (klausul 13 dalam IEC-61508) —> Tahap Operation

Tahap Operation

—> Create maintenance/Operation Procedure —> Maint./Oprtn Perform Periodic test –> SIS Modification/Decommisioning

Sebangun dengan IEC-61508, IEC-61511 dalam Klausul 7d nya (yang jelas jelas disebutkan dalam tahap detailed design) menyatakan perlu dilakukannya SIF Proof Test (Low Demand Mode), agar SIL yang dibutuhkan tercapai.

Jadi saya kira apa yang diutarakan oleh Bang Awaluddin itu adalah SIL Determination atau SIL Requirement atau SIL Target yang memang dilakukan pada saat FEED, karena SIL Verification dilakukan setelah desain konsepsual dari safety instrumented function (SIF) diselesaikan. Langkah ini HANYA terjadi jika safety requirement specification telah benar benar selesai pada akhir dari tahap ANALYSIS pada Safety Lifecycle.

Pertanyaan mendasarnya: Yakin nih dalam tahap FEED saja sudah bisa di verifikasi SIL dari SIF-SIF nya adalah SIL-4??? kalau iya, berdasarkan standar apa?????

Tanggapan 5 – Akh. Munawir

Yup Gus,

Faktanya memang di EPC Phase / Detail Engineering, tidak hanya untuk SIL Workshop Recommendation, tetapi untuk semua hasil recommendasi dari FEED Safety Study tidak langsung mentah-mentah diapplikasikan di EPC Phase, tetapi ada tahapan REVIEW per-Recommendasi oleh Parties (COMPANY, CONTRACTOR & Safety Specialist/3rd Party) dalam suatu Workshop apakah That recommendation is Reasonable and Practicable + Cost & Benefit Analysis.

Tanggapan selengkapnya dari pembahasan yang telah berlangsung di Mailing List Migas Indonesia pada bulan Oktober 2009 ini dapat dilihat dalam file berikut: