Penghitungan parameter Min Max prinsip generalnya a.l sbb : 1. Min-Max sbnrnya adlh salah satu model utk suatu penghitungan parts replenishment stock, selain metode Planned Deterministic. Min-Max recommended untuk parts dg spec a.l. : consumable, valuenya tidak terlalu tinggi & tingkat konsumsinya tinggi (reguler), relatively tidak terlalu membutuhkan technical expertise pada setiap permintaannya. Dg kata lain (just make sure), material/parts dg spec : Supervised, Insurance, Programmable (e.g : drilling) tidak akan memakai pendekatan Min-Max ini.

Tanya – Maurina Andriana

Rekan migas Indoneia,

Apakah ada yang mengetahui bagaimana cara menghitung minimum reorder quantity dan maximum reorder quantity utk spare part? dan juga kapan kita menentukan untuk reorder (reorder point)? sebagai gambaran, parameters yang diketahui antara lain:

MTBF, MTTR, usage rate, downtime cost (kl tdk ada spare parts), spare part cost, useful sheld life, disposable value, lead time dan estimated equipment life.

Untuk bantuannya, saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Rochland Yoseph

Dear Maurina,

Sedikit sharing ya.

BTW parameter awal yang sampeyan sodorkan di bawah mostly adalah parameter2 teman2 kita di Maintenance Dept, sementara Min-Max sendiri biasanya sudah di area SCM dg parameter SCMnya, namun hal ini masih bisa di-interface-kan kok.

Dan parameter2 maintenance tsb selain untuk interfacing ke parameter SCM di bawah, juga untuk penentuan model2 Stock Replenishmentnya (e.g. : Planned Deterministic, Min-Max).

Penghitungan parameter Min Max yang pernah saya implementasikan (dlm hal ini sesuai dg nature parts movement di situ tentunya ya :p) prinsip generalnya a.l sbb :

1. Min-Max sbnrnya adlh salah satu model utk suatu penghitungan parts replenishment stock, selain metode Planned Deterministic. Min-Max recommended untuk parts dg spec a.l. : consumable, valuenya tidak terlalu tinggi & tingkat konsumsinya tinggi (reguler), relatively tidak terlalu membutuhkan technical expertise pada setiap permintaannya. Dg kata lain (just make sure), material/parts dg spec : Supervised, Insurance, Programmable (e.g : drilling) tidak akan memakai pendekatan Min-Max ini.

2. Parameter awal yang diperlukan untuk menghitung Stock Replenishment, termasuk Min-Max adlh :

a. *Monthly consumption forecast* (qty/month)

b. *Cycle Order (CO)*, yaitu rentang waktu stock replenishment (month), mis. kalau replenishment dilakukan 2 minggu sekali maka CO = 0.5.

c. Estimasi *Total Lead Time* parts tsb (month)

d. Estimasi *besarnya fluktuasi* atas parameter2 di atas (yang disepakati perlu untuk di-antisipasi), kaitannya utk Safety Level atau Buffer Stock.

3. Parameter untuk penentuan *Min-Max* adalah :

a. *Safety Level*, sbg pengaman atas ketersediaan stock kita yang besarnya adalah sesuai dg estimasi tingkat ketidakpastian consumption maupun lead time & cycle order.

Rumus umum Safety Level (S) adalah :

S = faktor pengaman x standart deviasi dari tenggang waktu proses

b. *Min Level*, bisa sekaligus kita assume sebagai *Re-Order Point, adalah terdiri dari Safety Level + ‘komponen Lead Time’ (KLT)*, di mana :

*KLT = total lead time (month) x monthly consumption forecast *

c. *Max Level = Reorder Point + Komponen Cycle Order (KCO)*, di mana :

KCO = Cycle Order (month) x monthly consumption forecast

Demikian sharing dari saya, dan please correct me if I’m wrong.