Select Page

Sand blasting merupakan salah satu metoda untuk proses surface preparation, karena selain sand blasting (dry abrasive blast cleaning) ada juga water blasting, vapour degreasing, etc, Pemilihan metoda surface preparation yang dipakai didasari oleh pertimbangan cost, efisiensi, ease and suitability-nya juga.

Tanya – Deni Shidqi K.

Bagi rekans yang familiar dengan pipe design onshore/offshore, mohon informasinya secara umum jenis/type metal apa saja yang biasa digunakan untuk piping di kilang minyak baik yang dibawah permukaan laut maupun di permukaan laut? Apakah dari jenis mild steel atau lainnya dan type nya? Untuk ‘corrosion protection’ yang biasa digunakan yang pernah saya dengan, CMIIW, yaitu menggunakan ‘sand blasting’, mohon berikan kami pencerahan teknik sand blasting yang biasa digunakan tersebut. Proses selanjutnya katanya yaitu dengan proses pengecatan dengan air spray gun dengan cat berlapis2 dgn ketebalan tetentu, apakah jenis cat yang digunakan tertentu? Mohon berbagi info/ilmu nya bagi rekans yang syarat pengalaman khususnya di bidang ‘pipe design’ atau EPC perkilangan atau bidang keahlian lainnya? Mohon maklum background kami bukan dari mech eng….

Tanggapan 1 – parana_mechanical

Pak Deni,

Saya coba jawab ya,

Sand blasting merupakan salah satu metoda untuk proses surface preparation, karena selain sand blasting (dry abrasive blast cleaning) ada juga water blasting, vapour degreasing, etc, Pemilihan metoda surface preparation yang dipakai didasari oleh pertimbangan cost, efisiensi, ease and suitability-nya juga.

Selain surface temperatur pada benda pipa yang akan diblasting, kondisi lingkungan dimana blasting akan dilakukan juga harus diperhatikan seperti : relative humidity, dew point, arah dan kecepatan angin.

Ada 2 metoda melakukan sand blasting dalam kategori alat, yaitu manual dan non manual. Pada blasting manual ini operator blasting menggunakan blasting equipment portable yang sudah dilengkapi dengan robust abrasive container, robust abrasive valve, dead man’s-handle, quick diaphragm valve, durable& safe pop up valve, etc. Tentu saja dalam melakukan blasting manual seperti ini operator harus mengenakan full body protector yang dilengkapi dengan breathing air system.

Selain itu ada permanent sandblaster machine yang menggunakan impeller yang sudah dilengkapi dengan airwash system dan dust collector equipment. plant2 yang menggunakan blaster unit jenis ini dilengkapi dengan sistem konveyor yang berfungsi untuk pipe transfer.

Adapun jenis2 abrasive yang dipakai diantaranya : steel grit, alumunium oxide, glass beads, copper slag, olivin sand, shot&Grit mixed, etc. Ada 2 factor yang harus dipertimbangkan dalam surface preparation ini, diantaranya degree of cleanliness dan surface profile.

Painting-Coating,

Painting Merupakan salah satu proses yang digunakan dalam proses pelapisan atau coating process. Dalam coating process, setelah surface preparation selesai dilakukan, aplikasi coating dapat bermacam-macam, diantaranya powder coat (FBE), asphalt enamel coat, concrete coat, PE or PP layer coat, dll, tergantung kombinasi coating layer apa yang dibutuhkan. Jadi perlu diluruskan, dalam proses coating bukan hanya liquid saja yang diaplikasikan.

Khusus untuk concrete coat, tujuan utama coating jenis ini adalah untuk menghasilkan efek ‘NEGATIVE BOUYANCY’ saat dipakai untuk aplikasi offshore.

Semoga membantu,

Tanggapan 2 – Henry Margatama

Pak Deni,

Yg saya tahu, pipa yang digunakan di bawah permukaan laut hanya bagian dalamnya saja yang diberikan perlindungan korosi, berhubung fluida yang mengalir beresiko bersifat korosif karena mengandung Oksigen, H2S dsb. Sedangkan pada bagian luar pipa, dilakukan concrete coating.

Sand blasting merupakan tahap awal (surface preparation) sebelum mengaplikasikan organic coating atau pengecatan dlm hal ini dengan Teknik Air Spray. Sand blasting bertujuan untuk menghilangkan karat yang berada pada permukaan akibat terekspos dengan lingkungan. Selain itu juga berfungsi agar cat yang disemprotkan pada permukaan komponen dapat menempel dengan sempurna, dan tidak terjadi cacat pengecatan dari dalam (antara cat dgn permukaan).
Pengecatan dilakukan secara berlapis dikarenakan fungsi yg berbeda-beda untuk masing-masing lapisan. Cat yang digunakan bergantung pada lingkungan apa komponen tersebut dipakai, misalnya high/low temperature, daratan/lepas pantai, dsb. Mengenai Sand Blasting dapat dibaca lebih lanjut di SSPC-SP-5 & SSPC-SP-COM, sedangkan Organic Coating pada SSPC-PA1.
Mungkin bisa d tambahkan dari rekan milis yg menggeluti bidang ini. CMIIW.

Tanggapan 3 – gunawans

Pak Deni,

Untuk under water tidak hanya dalamnya saja ynag di coating tapi luarnya juga (internal coating atau lining ) sedangkan untuk luarnya adalah external coating,concrete juga bagian dari coating tapi fungsinya bukan sebagai corotion protection tetapi hanya sebagai pemberat saja.

untuk corrotion protection biasanaya yang digunakan adalah FBE (Fusion bonded Epoxy)kadang ditambah lagi dengan anode instalation.

Kadang kadang ditambah lapisan lagi dengan 3LPP coating , Aspal Enamel coating, PU Insulation Dan terakhir, Concrete coating .
Tetapi kadang kadang sebagian saja yang diaplikasikan. Tergantung dari specification yang di approval.
Untuk structure / Platform follow Paint Manufacture recomendation.

Tanggapan 4 – Deni Shidqi K.

To all rekans,

Terima kasih banyak atas beragam info dan know-how yang telah di sharing….sangat membantu sekali untuk kami sebagai pertimbangan…

Btw, mungkin bagi rekans yang pernah melakukan ‘corrosion protection’ khususnya dengan pengecatan (paint corrosion protection) mungkin bisa membagi pengalamannya. Karena dari yang pernah kami dengar, terdapat 3 lapisan cat sebagai pelindung pipe (misal carbon steel atau jenis steel lainnya), dengan urutan lapisan: primer coat (inhibitor)-1st layer-2nd layer. Mohon pencerahannya khususnya kepada rekans paint engineer atau yang pernah berpengalaman dalam hal ‘paint corrosion protection’ bagaimanakah prosedur dan lapisan2 cat apa saja yang digunakan?

Terima kasih banyak…..

Tanggapan 5 – Deni Shidqi K.

To all rekans,

Terima kasih banyak atas beragam info dan know-how yang telah di sharing….sangat membantu sekali untuk kami sebagai pertimbangan…

Btw, mungkin bagi rekans yang pernah melakukan ‘corrosion protection’ khususnya dengan pengecatan (paint corrosion protection) mungkin bisa membagi pengalamannya. Karena dari yang pernah kami dengar, terdapat 3 lapisan cat sebagai pelindung pipe (misal carbon steel atau jenis steel lainnya), dengan urutan lapisan: primer coat (inhibitor)-1st layer-2nd layer. Mohon pencerahannya khususnya kepada rekans paint engineer atau yang pernah berpengalaman dalam hal ‘paint corrosion protection’ bagaimanakah prosedur dan lapisan2 cat apa saja yang digunakan?

Terima kasih banyak…..

Tanggapan 6 – Henry Margatama

Yg saya ketahui, pada umumnya pengecatan terdiri dari 3 layer. Primary coat yg berfungsi sbg perlindungan katodik, hal ini dikarenakan jenis cat yang digunakan mengandung zinc. Sedangkan pada secondary layer / tie coat berfungsi sebagai pelindung primary coat yang bersifat porous. Yg terakhir top coat berfungsi sebagai pelindung korosi dari luar. Prosedur mengenai aplikasi painting dapat dibaca pada SSPC-SP01. CMIIW.

Tanggapan 7 – Dimas Muhammad F

Assalamualaikum.

Mau ikutan berbagi informasi..maaf bila banyak kekurangan karena saya juga masih belajar..
>>Biasanya ada tiga lapis coating.

Memang biasanya ada tiga lapis..khususnya liquid coating atau yang biasa disebut painting..tetapi bisa kurang atau juga lebih..tergantung penggunaannya.

1.lapisan pertama biasa disebut primer coat.

primer coat merupakan lapisan paling dasar, di dalam primer coat inilah kita mengaplikasikan fungsi utama dari perlindungan terhadap korosi. bisa dengan inhibitor atau perlindungan katodik. misal dengan menggunakan cat yang terdapat unsur zinc sebagai inhibitor atau proteksi sebagai pelapis. Jadi primer merupakan lapisan terpenting yang merupakan dasar dari tujuan diproteksinya sebuah struktur.

2.lapisan kedua adalah intermediate coat

pada lapisan ini fungsi utamanya adalah mendapatkan ketebalan akhir dari cat. bisa juga dengan tujuan menjadikan kedap air atau hanya untuk mendapatkan ketebalan tertentu.misalkan digunakan coal tar epoxy, atau jenis lainnya.

3.lapisan ketiga adalah top coat

top coat adalah pelindung paling luar yang tahan terhadap kondisi lingkungan dan juga sebagai pemberian warna yang berfungsi sebagai estetika ataupun fungsi lainnya seperti pengkodean.misalkan digunakan polyurethane, epoxy, dan lain2.

dengan catatan khusus untuk penggunaan epoxy tidak dianjurkan untuk yang kontak langsung dengan sinar UV karena epoxy yang paling tidak tahan terhadap sinar UV.

Sekian dari saya, maaf bila banyak kekurangan dan mohon dikoreksi bila ada kesalahan.terima kasih.

Tanggapan 8 – Adryan Wisnu Broto Suseno

Pak Deni,

Untuk coating memang betul seperti yang bapak bilang, biasanya ada tiga lapisan pelindung. Dan ketebalan dari tiap lapisan ada pada standar proyek.

Selain dari standar yang diberikan oleh client, biasanya kita mengacu ke standar yang ada seperti NACE atau SSPC

Kalau tidak salah Pak Budi pernah posting soal coating dan painting. Mohon untuk di’bongkar’ sekali lagi file-file di situs milis migas Pak

Tanggapan 9 – Admin Migas

Kalau diskusi mengenai coating dan painting memang pernah beberapa kali terjadi di Milis Migas Indonesia.

Tapi ternyata lampiran dokumennya belum saya letakkan di www.migas-indonesia.net.

Bagi anggota baru mungkin kesulitan untuk mendapatkan referensi dari diskusi yang pernah ada.

Malam ini sudah saya buka folder baru di www.migas-indonesia.net.

http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=315&Itemid=42

Tapi mohon maaf, karena lagi liburan ke Bandung bersama keluarga, baru 5 dokumen yang di-upload.

Minggu depan menyusul upload dokumen-dokumen coating yang lainnya.

Juga softcopy presentasi seminar painting yang pernah KMI selenggarakan.

1. Basic Coatings Technology

2. Coating for The Protection of Structural Steelwork

3. Field Problems with New High Solids Products

4. Methods for Removal of Lead Paint from Steel Structures

5. Painting: New Construction and Maintenance

Tanggapan 10 – Deni Shidqi K.

Terima kasih pak Budi, semoga bermanfaat juga bagi rekans lainnya yang
sedang mendalami hal yang sama…

Tanggapan 11 – Admin Migas

Kebetulan ada waktu senggang sehingga bisa mengupload dokumen nomor 6 s/d 11.
Silahkan download dari URL : http://www.migas-indonesia.net/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=315&Itemid=42

Ada anggota yang ingin menambahkan koleksi folder ini, mohon dikirimkan ke saya.

1. Basic Coatings Technology

2. Coating for The Protection of Structural Steelwork

3. Field Problems with New High Solids Products

4. Methods for Removal of Lead Paint from Steel Structures

5. Painting: New Construction and Maintenance

6. RAL Color Table

7. Rust Degree

8. Specifications for Corrosion Control by Coatings

9. Thermal Spray Metal Coatings for Corrosion Protection

10. Thermal Spraying: New Construction and Maintenance

11. Thermal-Spray (Metallized) Coatings for Steel

Tanggapan 12 – Deni Shidqi K.

God bless u all rekans, God bless u Pak Budhi…

Tanggapan 13 – Ab Mahendra

Saya sangat setuju dengan metoda surface preparation before coating aplication,.yang telah dijelaskan oleh bpk.parana,.ada pepatah mengatakan the more goodnes surface preparation becoming the best quality of coating.

Mungkin saya hanya ingin menambahakan beberapa point untuk suface preparation setelah kita mengetahui tingkat kebersihan permukaan after abrasive blasting dengan menggunakan SSPC Vis-1 ( ISO 8501-1 ), ada baiknya kita juga memeriksa tingkat kekasaran dan kedalaman profile yang telah direcomennded product data dari Paint Maker dengan menggunakan KTA Comparator ( mengukur tingkat kekasaran profile dengan Magnifier 10X zoom ) Keane Tator atw KTA dapat digunakan sesuai dengan jenis abrasivenya :

SH = Steel Shot

GS = Steel Grit

S = Sand

Lalu kita dapat memeriksa kedalaman Profile dengan menggunakan alat :

Replika Tape/Press O film ada 3 jenis :

Coarse = 0-1,5 mil

X Coarse = 1-4,5 mil ( Recomended )

XX Coarse = 2-5 mil

digunakan bersamaan dengan Spring Micrometer

( alat untuk mengukur kedalaman profile setelah dilakukan abrasive blasting )
Inspection Tools diatas diatur dalam Standard ASTM D 4417 A= KTA, B= Spring Micrometer, C= Replica tape

Sekian penjelasan dari saya semoga dapat bermanfaat

Share This