Select Page

Sertifikat hanyalah selembar/sebuah record dalam kacamata Management System.
Selain daripada pihak customer harus mempunyai metode untuk memastikan (Baca: Assurance) bahwa selembar record yang mereka terima dari supplier atau pembuat adalah akurat/valid, maka pihak pembuat atau supplier pun wajib mendemonstrasikan bahwa record mereka adalah benar (Baca:Assurance). Ini dipersyaratkan dalam ISO 9001:2008, paragrapah 3 of clause 7.5.3 -Identification and Traceability , bahwa ‘…..the organization shall control the unique identification of the product and maintain record (as per required by Clause 4.2.4).

Tanya – Windra Gumilar

Dear Rekan2 Migas,

Saya ingin menanyakan, kira2 Certificate apa saja yang dibutuhkan untuk menjamin kualitas barang yang kita beli ? Dan pihak2 mana saja yang mengeluarkan Certificate ?

Jaminan kualitas ini bisa bertujuan untuk memastikan keaslian barang, kebaruan barang, ketepatan komposisi material, dsb.

Tanggapan 1 – henry mariono

Pak windra,

Spesifikasi material didapat dari mill certificate.
tapi pada kenyataannya tidak semua mill certificate bisa dipercaya.
bisa karena vendornya ngga terpercaya.
atau karena kualitas materialnya menurun seiring waktu.
kalau sudah begini harus melakukan pengujian material di laboratorium, dan itu jadi biaya lagi buat customer (bukan vendor).

Tanggapan 2 – Windra Gumilar

Pak Henry,

Memang betul Pak, kami juga kadang2 mendapatkan Certificate yang ‘aspal’, mungkin karena adanya kemajuan teknologi komputer dan pengolahan gambar makanya certificate bisa dipalsukan.

Untuk mencegahnya, kami juga tetap melakukan pengetesan sebelum barang diterima untuk memastikan komposisi materialnya dengan tepat.

Selain Mill Certificate, kira2 Certificate apalagi ya yang dibutuhkan ?

Tanggapan 3 – Ferdi Firdausy

Dear All,

menurut saya kalau anda ragu dengan mill certificate maka satu2nya adalah dengan melakukan pengujian composisi material lagi. untuk pengetesan tersebut sudah banyak perusahaan yang menyediakan baik dijakarta maupun surabaya. kadang kalaupun yang menyediakan material adalah vendor besar namun kami tetap melakukan pengujian apalagi material tersebut akan digunakan untuk line yg urgent. (ex. ammonia).

Tanggapan 4 – vimala sariputera

Pak Windra,

Certificate yg di butuhkan tergantung barang apa dan standrad apa yg kita gunakan . Dalam standard tersebut dicantumkan persyaratan sertifikat yg di butuhkan berikut data2 yg harus dicantumkan dalam mill cert.

Tanggapan 5 – Sketska Naratama

By the way,

Langkah simple yang biasa saya lakukan adl selain Mill Cert dan Cert of Origin, saya juga minta Cert of Comformance. Utk equipment Performance Testing Cert.

Untuk meng-adopt legalisasi di negara kita, sbg buyer kita bisa merilis Performance Guarantee Letter yg mana mrk tanda tangan di atas materei, dengan term-condition yg disesuai dengan PO Contract. Beberapa EPC company yg mana saya bekerjasama dgnnya sudah cukup lama menggunakan ‘tools’ ini. Menurut saya the most important is personal, sebagus apapun sistem nya jika personal nya problem mk akan sulit diperbaiki.

IMHO

**Just remind utk Equipment Package Guarantee haruslah onskid dan dicouple onsite.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Rekan-rekan,

Sertifikat hanyalah selembar/sebuah record dalam kacamata Management System.
Selain daripada pihak customer harus mempunyai metode untuk memastikan (Baca: Assurance) bahwa selembar record yang mereka terima dari supplier atau pembuat adalah akurat/valid, maka pihak pembuat atau supplier pun wajib mendemonstrasikan bahwa record mereka adalah benar (Baca:Assurance). Ini dipersyaratkan dalam ISO 9001:2008, paragrapah 3 of clause 7.5.3 -Identification and Traceability , bahwa ‘…..the organization shall control the unique identification of the product and maintain record (as per required by Clause 4.2.4).

Supplier atau pembuat yang tidak bisa mendemonstrasikan treaceability, maka tentunya ada masalah seputar persyaratan ini. Bukankah idealnya kita tidak memilih perusahaan supplier atau pembuat yang tak jelas ‘Assurance’ nya ? Banyak sudah cara untuk mendemonstrasikan ke-akuratan, maupun keaslian dari record. Mulai dari cara hologram, sampai kepada sistem online yg bisa dikonsultasikan lewat code tertentu yang dilindungi carbon (seperti menggesek voucher pulsa dengan coin). Area traceability seharusnya mempunyai weight factor yang cukup besar ketika menseleksi supplier, jangan hanya tertumpu kepada harga murah, yang akhirnya menjadi mahal untuk test ulang.

Kalau misalnya harus melakukan test chemical composition, maka ini adalah jumlah harga yang harus dibayar, baik disadari maupun tidak disadari (memang udah salah dulu-dulunya, gitu lho). Maksud saya, term disadari, bahwa adakalanya customer terpaksa memilih karena memang ‘terpaksa/dipaksa’, tetapi dia sudah siap dengan kompensasi mengeluarkan biaya tambahan untuk tes ulang chemical composition, metallografi, uji merusak/tak merusak (DT/NDT), dll.

Perlu untuk mengembangkan dan terus meningkatkan metode verifikasi dalam sebuah organisasi, terutama dalam area ‘purchasing’.

Melakukan tes pada produk jadi seharusnya dihindari, akan lebih baik memverifikasi dan memilih supplier dengan benar, daripada memverifikasi produk dari supplier dengan cara yang benar.

Share This