Pada saat motor AC 3 fasa di operasikan di bawah nominal speed operasinya dan dalam jangka waktu yang relatif lama maka hal yang menjadi perhatian adalah faktor cooling / pendinginan untuk motornya sendiri. Untuk motor2 kecil biasanya mereka mengandalkan pendinginan dari internal fan cooling. Jadi pada saat motor dioperasikan di bawah speed operasi nya maka harus di monitor motor temperaturnya(winding temperatur), karena pada saat itu jumlah atau volume air cooling menjadi berkurang / turun karena internal fan cooling nya juga turun speed n kapasitasnya disebabkan internal fan tersebut di pasang pada shaft/poros motor/ rotornya.

Tanya – Ahmad Suryadi

Dear Milister,

Saya ingin mejalankan motor AC 3 phasa 5,5KW (380V /50 HZ) dengan 2 kecepatan yaitu pada saat tertentu dijalankan dengan full speed sesuai RPM motor dan pada saat lain di jalankan dengan speed rendah secara konstan. Untuk itu saya menggunakan VSD / Inverter dengan merubah frekuensi 0- 50 Hz.

Pertanyaannya : amankah jika motor tersebut dijalankan dengan frek 30Hz terus menerus agar sesuai dengan speed yang diinginkan. Apakah efeknya terhadap motor. Terima kasih atas pencerahannya.

Tanggapan 1 – edy.widyanto

Dear Pak Ahmad,

Mungkin masukan ini bisa sedikit membantu bagi pak Ahmad,

Pada saat motor AC 3 fasa di operasikan di bawah nominal speed operasinya dan dalam jangka waktu yang relatif lama maka hal yang menjadi perhatian adalah faktor cooling / pendinginan untuk motornya sendiri. Untuk motor2 kecil biasanya mereka mengandalkan pendinginan dari internal fan cooling. Jadi pada saat motor dioperasikan di bawah speed operasi nya maka harus di monitor motor temperaturnya(winding temperatur), karena pada saat itu jumlah atau volume air cooling menjadi berkurang / turun karena internal fan cooling nya juga turun speed n kapasitasnya disebabkan internal fan tersebut di pasang pada shaft/poros motor/ rotornya.

Untuk motor dengan kapasitas yang relatif besar biasanya ada option atau accesories berupa external forced cooling fan system, jadi walaupun speed operasi motornya rendah atau di bawah nominal speed motornya dia mendapatkan cooling/pendinginan yang relatif tetap dari external fan coolingnya nya yang digerakkan tersendiri oleh motor fan cooling.

Tanggapan 2 – Thomas Ari Negara

Saya coba sharing. Rentang 0 – 50Hz bisa dikorelasikan dengan rentang 0 – 100%. Biasanya pada beberapa VSD mensyaratkan minimum speed (Hz) VSD sehingga tetap mampu memutar motor 3 phase pada speed minimum. Pada beberapa aplikasi VSD yang saya kerjakan, biasanya saya set 20% atau 10Hz sebagai minimum speed. Jadi apabila Bapak Ahmad men set di 30Hz masih cukup aman kok.

Apabila saya set kurang dari 20%, biasanya motor sama sekali tidak bisa berputar. Jadi bisa dibilang Bapak akan punya range variasi antara 10 – 50Hz. Kemudian apabila Bapak menggunakan signal analog 4 – 20mA maka 4mA berkorelasi sama dengan 10Hz dan 20mA berkorelasi sama dengan 50Hz. Atau bapak cukup menggunakan potentiameter. Beberapa brand VSD seperti telemechanique support control variable speed VSD dengan potentiometer.

Tanggapan 3 – bontor edison

sekedar menambahkan:

ada satu hal yang sebaiknya juga menjadi pertimbangan saat memilih motor dalam aplikasi bapak yaitu kemampuan motor untuk di-drive (driven by) VSD yang nantinya akan berhubungan dengan bearing current.

Tanggapan 4 – Ahmad Suryadi

Dear Pak Edisonsil,

Apa yang bapak maksud dengan bearing current, apakah ketahanan bearing motor pada Rpm tertentu (dalm putaran lambat / cepat) ?
Mohon pencerahannya.

Sebelumya terimakasih atas pencerahan /masukan dari Pak Edy Widyanto & Pak Thomas Ari Negara.