Pemantauan emisi gas buang, ada pemantauan opasitas dari flare stack, ada juga pemantauan NOx (untuk gas fuel), dan pemantauan NOx dan SOx (untuk diesel fuel). Juga ada pemantauan emisi yang sifatnya kontinu, dimana probe tersebut akan di pasang di stack.

Tanya – erik

Sebelumnya perkenalkan saya anggota baru milis ini.

Di pabrik tempat saya bekerja merupakan salah satu dari pabrik yang diikutkan dalam PROPER (program peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan) oleh Bapedal. Dari hasil kunjungan tim PROPER, disimpulkan bahwa kinerja pabrik kami masuk dalam kategori Hitam atau Merah karena kami belum melakukan pemantauan emisi gas buang sebagaimana disyaratkan dalam Kep-13/MENLH/2/1995.

Mohon bantuan rekan-rekan yang mengetahui alat-alat apa yang dibutuhkan untuk pemantauan emisi gas buang ini dan dimana saya bisa memperolehnya?

Tanggapan 1 – Simeon S. Ginting

Pak Erik,

Bisa lebih detail lagi keterangannya, seperti asal gas buangan : vent, flare, dll? Juga kira2 komposisi gas buangannya.

Tanggapan 2 – Saiful, Erwan

KepMen 129/2003 ‘Baku Mutu Emisi Usaha Dan-Atau Kegiatan Minyak dan Gas Bumi’.

Tanggapan 3 – Alvin Reginald

Pak Risza,

Pemantauan emisi gas buang… Hmm.. Ada pemantauan opasitas dari flare stack, ada juga pemantauan NOx (untuk gas fuel), dan pemantauan NOx dan SOx (untuk diesel fuel). Juga ada pemantauan emisi yang sifatnya kontinu, dimana probe tersebut akan di pasang di stack.

Oh iya sebagai informasi tambahan, apabila stack2 bapak belum dilengkapi dengan sampling port dengan aturan 8D dan 2D, bapak bisa membuka aturan dari Kepala Bapedal no 205 tahun 1996. Diaturan ini selain ada desain dari sampling port juga ada kriteria design untuk access atau platform untuk menyampling.

Alat2 yang dibutuhkan akan sangat tipikal dari masing2 vendor hanya ketelitian pembacaan saja dan jumlah analyzer nya yang berbeda.. Umumnya metode yang dipakai sama… Mungkin pak Risza perlu mengetahui terlebih dahulu:

– Fuel yang digunakan

– Kandungan dari buangan bapak

Setelah itu baru bisa ditentukan peralatan yang sesuai

Tanggapan 4 – Sugeng, Putranto

PROPER pada intinya adalah penilaian terhadap buangan limbah cair, padat dan gas
Serta penilaian kualitas lingkungan sekitar kegiatan.

Untuk memenuhi Kriteria Proper, dalam hal ini adalah pemantauan emissi. Mungkin dapat mengacu kepada :

1. RKL/RPL kegiatan industri itu sendiri atau mengikuti RKL/RPL Kawasan.

2. ISO-14001 requirement (kalau ada) dan atau

3. Kep. Men No. 129 Tahun 2003.

Di RKL/RPL atau ISO-14001, jelas sekali (jika disyaratkan) untuk pemantauan Emisi gas yaitu ; Lokasi, Frekuensi, Schedule, metode, Baku Mutu-nya dan Sistem Pelaporannya.

Setelah itu baru dilakukan pemantauan dan hasilnya di laporkan kepada Departemen terkait
Per-period (Quarterly/semiannually/annually).

Untuk pemasangan CEM banyak vendor yang dapat dihubungi untuk mempresentasikan keunggulan CEM-nya al :

1. Ultra Delta Maju, PT (Bpk. Arnoldus Jo ; 021-5679075/HP 0811-813665)

2. Siemens (Mr. Heng Chee Kng : (65) 64908704 / (65) 96321730)

3. Alfa Pegasus, PT (Bpk. Ferry Frananta : 021-6326478 / Hp 0811845769)

Cuman masalahnya, alat CEM yang ditawarkan ini cukup mahal dan life timenya masih dipertanyakan.
Sampai kini, ada ide (masih dijajaki) bagaimana kalau di hire saja dari alat tsb hingga mantainance-nya ?

Tanggapan 5 – Ilham

Pak Erik,

Dari masukan rekan2 lain, Bp perlu merujuk ke KepMen LH No. 129 Tahun 2003. KepMen ini khusus tentang BM Emisi Kegiatan MIGAS. Adapun tentang pedoman teknis pengendalian pencemaran udara, Bp perlu membaca Keputusan Bapedal No. KEP.205/BAPEDAL/07/1996, isinya cukup lengkap dan detail Pak. Saya punya hard copy, cukup tebal, sayang belum ada soft copynya. Mungkin Bp bisa diakses di Website kantor KLH, kami kira ada ada di sana.

Mengenai peralatan, bisa Bp coba-coba kontak ke PT. Yokogawa Indonesia, Tel 021-790 2732 Fax 021-799 5535, mereka punya beberapa alat pantau emisi, termasuk alat Continuous Emission Monitoring.

Tanggapan 6 – rsd_tl

Daripada repot2 beli alat yg harga gak ketulungan mending subkontrak aja ke pihak ketiga, lagipula pemantauannya gak continous kan…

Ada beberapa instansi yg bisa membantu Anda seperti lab.Kualitas Udara Departemen Teknik Lingkungan ITB, lab. Terpadu Kimia IPB, Hiperkes, CoreLAB dan lain-lain.

Tanggapan 7 – al jadid

untuk gas buang motor bakar (internal combustion engine) bisa juga ke Lab Motor Bakar dan Sistem Propulsi ITB. kalau gak salah punya 2 alat, yang portable dan yang skala lab.

Tanggapan 8 – Gunawan Siregar

Sekedar sharing info.

Kalau memerlukan alat ukur yang kontinyu yaitu CEMS ( Continuous Emission Monitoring System ),kami pernah pengalaman memasang CEMS untuk memonitor emisi SO2 dan NOx . Basis : US EPA 40 CFR 75, Merk : Ametek (France), model 910.

Tanggapan 9 – Sugeng, Putranto

Pak Gunawan,

Bisakah share pengalaman ke kami :

1. Biaya total, kalau bisa dpt breakdown-nya ?

2. Status alat (beli/sewa) ?

3. Life time ?

4. Garansi ?

5. Pengalaman istal dan kalau ada pengalaman CEM yang sudah stable di Oil & Gas Company, misalnya 1 – 3 tahun ?

Kalau tergolong secret, bisa lewat Japri saja.

Tanggapan 10 – audithira

Pak Sugeng,

Bagi info sedikit,

Untuk design CEM, tergantung dari kandungan gas buang serta parameter apa saja yang mau di deteksi dari gas buang tersebut.
Biasanya CEM merupakan complete system (bisa terdiri dari sensor, sample conditioning system, analyzer bahkan data acquisition system) yang meliputi monitoring sbb:

1. Oxygen dan Carbon Monoxide

2. Sulphur dioxide dan Hydrogen chloride

3. Nitrogen Oxides (NOx)

4. Opacity

Jika beli baru, harganya untuk complete system sekitar 100-200rb USD (tergantung monitoring apa saja yang diambil).
Mungkin bisa dapat info detil designnya lebih lanjut dari Servomex, Yokogawa atau Ametex.