Untuk pengerjaan balancing tentunya dengan job bearing, sayang bila bearing aslinya digunakan. Saat start-up pun kan digunakan jacking oil supaya menghindari wearing pada bearing nya.

Tanya – Syamsul Anwar

Dalam aplikasi high balancing rotor, apakah ada standard yang mengatur tentang penggunaan bearing dalam balancing. Apakah harus menggunakan job bearing atau cukup dengan dummy bearing?

Tanggapan 1 – qalam_arabic

Mas Syamsul,

Ini high speed balancing akan dikerjakan di indonesia? mungkin untuk GE turbine nya pusri I-B ya?
Setahu saya untuk pengerjaan balancing ini tentunya dengan job bearing ya, sayang dong kalau bearing aslinya digunakan.. saat start-up pun kan digunakan jacking oil ya supaya menghindari wearing pada bearing nya…

Tanggapan 2 – Andi Mulyono

Pak Syamsul, Pak AA,

Untuk workshop yang bisa mengerjakan high speed balancing (sampai pengetesan rotor vibration response saat kondisi overspeed) di Indonesia ada di mana ya?

Untuk pelaksanaan high speed balancing sendiri biasanya tidak menggunakan bearing asli karena bearing aslinya kemungkinan besar tidak cocok untuk duduk di pedestalnya mesin HSB-nya. Biasanya si vendor HSB akan membuat bearing sendiri sesuai dengan informasi geometri bearing aslinya sehingga nantinya saat proses HSB akan didapat mode shape yang sama dengan mode shape yang terjadi saat aktual running jadi hasil balancingnya tetap valid masuk dalam toleransi. Selain itu vendor kemungkinan juga akan membutuhkan beberapa informasi mengenai rotor, kira2 seperti yang disebutkan di API687 bagian 10.6.

Tanggapan 3 – Teguh Santoso

mohon pencerahan geometri bearing bisa mempengaruhi mode shape rotor sebab setahu saya, jarak antar bearing saja yang mempengaruhi mode shape rotor karena akan membuat kekakuan (K) yang berbeda. CMIIW.