Standard itu seyogyanya ditetapkan oleh perusahaan sendiri sebagai sebuah documented merthod e.g. prosess, prosedur, guideline, instruction (silahkan beri nama). Jadi, what, how, who nya jadi jelas. International recognised standard hanya sebagai referensi yang harus dibuka lagi saat anda meninjau standard anda tersebut. Barulah namanya perusahaan tersebut punya standard.

Tanya – Zhuafri Yunesha, ST

Dear semua temen-temen di milis,

Saya mau tanya tentang standarisasi atau peraturan2 yang ada tentang Seragam tambang, baik minyak,gas,batubara Dll.

– Yang ada bahan bisa memantul ( scotlite 3M ), penempatan, keharusan

– Anti api

– Warna seragam yang di pakai di tambang

tolong yaa… bisa dibantuin, sebab kan ini akhir tahun, untuk re-design seragam neh..

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Mas,

Anda bisa pilih NOMEX ataupun DALE, kedua provider ini punya bahan yang anda maksudkan, saya tidak etis bicara detail bahan karena milist ini melarang iklan. Bahan anti api yang anda maksud adalah flame retardant atau flame resistant, yang mana ? Mengenai diskusi bahan anti api ini seingat saya pernah dibahas di email2 beberapa tahun lalu.

Hal warna sebaiknya dicocokkan dengan logo perusahaan ataupun jika ada perhatian khusus yang ingin dipersyaratkan, misal ada perbedaan antara grup atau department yang ingin anda buat sebagai identifikasi dari warna seragamnya atau adanya kemudahan perhatian dari sisi incident investigation maupun patrol/inspection, mohon hal warna ini anda rencanakan sendiri.

Standar dan hal aturan lainnya nanti saya lihat dulu ya sebab kebetulan saya login bukan dari kantor…mudah-mudahan ada teman HSE lain yang bisa menjawab lebih cepat jika anda perlu saran yang cepat.

Tanggapan 2 – Zhuafri Yunesha, ST

pak AAL,

Saya kadang suka bingung dengan perkataan ini udah standarnya pak.. standart nya dari mana..?? saya coba cari2 di internet tentang standart baju tambang kita kan pasti mengadopsi peraturan dari luar sana, makanya kalau mengadopsi, dari mana?

terima kasih udah kasih komen pak dan sarannya.

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

NFPA 2112 – Standard on Flame-Resistant Garments for Protection of Industrial Personnel Against Flash Fire.

• ASTM F-1506 – standard for workers’ apparel as protection from electric arc exposure

• NFPA 70E Standard for Electrical Safety Requirements for Employee Workplaces

• ASTM ASTM F 903-04 Standard Test Method for Resistance of Materials Used in Protective Clothing to Penetration by Liquids

Mas Yunesha,

Yg tertulis diatas biasanya dijadikan practise reference standard buat body protection dan baju yang anda maksud. Klasifikasi baju bisa berarti work clothing , flame retardant clothing (FRC), approns, impervious clothing. Dilihat dari original pertanyaan maka yg anda perlukan adalah (FRC). Model dan warna yang tersedia silakan konsul pada provider tersebut, ada model two pieces (shirt & trousers) dan wearpack/coverall (baju kodok kalo disebut buat anak kecil, hehehe…). Kami pernah memakai dua jenis provider yang saya tuliskan di email sebelumnya.

Semoga membantu.

Tanggapan 4 – Akh. Munawir

Mas Alvin,

Saya mau ikutan nanya,

Fire Retardant yang dimiliki oleh Coverall itu apakah memang bahan textile-nya yang tahan api, ataukah hanya ‘coating/lapisan’ textile tsb nya yang tahan api.

Karena jika hanya coating-an nya yang tahan api, tentunya Laundry-nya ga boleh asal saja bukan, karena bisa merusak lapisan fire retardant tsb.

Atau memang ada 2 tipe tsb tersedia di Market.

Dan sptnya ada masa expired juga ya untuk used coverall, berapa lama ya?

Tanggapan 5 – Alvin Alfiyansyah

Mas Munawir,

Bahan tersebut memang terbuat dari serat yang tahan api (inherently flame resistant) ataupun coating (chemically treated fabrics), bahan dasarnya berupa treated cotton ataupun nylon sampai suhu 260 degC rata2, kedua jenis bahan tersedia di pasaran. Biasanya coverall yang kita pakai sudah mengandung nylon (for reflective stripping, logo, etc.) maupun cotton (coverallnya).
Laundry seingat saya disarankan jangan pakai air dingin oleh manufacturer, disarankan pakai air hangat supaya serat-nya tetap awet, jadi kalo mau nyuci coverall sebaiknya saat matahari telah terbit – jangan setelah sholat subuh dan bila dijemur jauh dari pancaran sinar matahari langsung, hehehe…

Used coverall tergantung pada exposure-nya Mas Munawir, kalo pekerja lapangan antara 1-3 tahun akan disarankan langsung ganti coverall. Saya jadi teringat coverall saya, sepertinya sayapun harus ganti coverall karena seratnya udah mulai berbulu ‘alias ada separation’ setelah 2 tahun saya pakai sebagai orang kantor yg kadang-kadang visit ke lapangan.

Pemilihan warna saran saya disesuaikan dengan logo perusahaan, memang sampai saat ini belum ada coverall FRC ‘gaul’ alias multiwarna karena kesulitan bahannya yg sudah khusus maupun penjahitannya, stripping reflektor pun dibuat dari nylon treated, posisi reflektor umumnya dibuat standard oleh manufaktur seperti di kedua pundak, kaki dan tangan – namun kalo mau ditambah atau diubah manufaktur bersedia sesuai permintaan.

Semoga membantu. CMIIW.

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Standard itu seyogyanya ditetapkan oleh perusahaan sendiri sebagai sebuah documented merthod e.g. prosess, prosedur, guideline, instruction (silahkan beri nama). Jadi, what, how, who nya jadi jelas. International recognised standard hanya sebagai referensi yang harus dibuka lagi saat anda meninjau standard anda tersebut. Barulah namanya perusahaan tersebut punya standard.