Select Page

Secara umum pemasangan flame arrester (selanjutnya disingkat FA) ada dua konfigurasi:
– Inline FA, yakni dipasang ditengah tengah vent line/piping, biasanya terdapat pada VRU (vapor recovery unit); – end of line FA, dipasang di keluaran/ujung vent line/piping menuju atmosphere. Mana yang kita pilih? Tergantung anda menghitung, gas yang anda venting ini berada dalam wilayah mana? Apakah gas yang kita vent nantinya ini berada di wilayah: detonation, deflagration, atau detonation to deflagration?

Tanya – mohammadsuprihat

Mohon pencerahan dari rekan-rekan senior mengenai konfigurasi breather valve & flame arrester (FA) di atm storage tank (crude oil),

bagaimana tinjaun safety process-nya bila FA dipasang bersamaan dengan breather valve ( FA dipasang di inlet breather valve)???

Soalnya saya baca di API 2000 sbb:

4.4.1.2. PV valves are recomended for use on atmospheric strorage tanks in which petroleum or petroleum products with a flash point below 100â—¦ F (37.8â—¦C) are stored and for use on tanks containing petroleum or petroleum products where the fluid temperature may exceed the flash point. A flame arrester is not considered necessary for use in conjunction with a PV valve venting to atmosphere because flames speeds are less than vapor velocities across the seats of PV valves ( see API Publications 2210).

Sedangkan ada vendor yang menyediakan breather valve & flame arrester dipasang bersamaan??

Terima kasih atas pencerahannya…

Tanggapan 1 – Crootth Crootth

Mas Supri,

Secara umum pemasangan flame arrester (selanjutnya disingkat FA) ada dua konfigurasi:

– Inline FA, yakni dipasang ditengah tengah vent line/piping, biasanya terdapat pada VRU (vapor recovery unit)

– end of line FA, dipasang di keluaran/ujung vent line/piping menuju atmosphere.

Mana yang kita pilih?

Tergantung anda menghitung, gas yang anda venting ini berada dalam wilayah mana?
Apakah gas yang kita vent nantinya ini berada di wilayah: detonation, deflagration, atau detonation to deflagration?

Jika pilihannya gas yang anda venting ini berada dalam wilayah deflagration , tipe end-of line umumnya cocok. FA jenis ini umum dikenal dengan deflagration FA. Patut dicatat bahwa tidak banyak obstruction di antara equipment yang dilindungi dengan ujung venting line nya. Jika terdapat banyak obstruksi (elbow, flanges, reducer, etc.) hitung kembali, berada di wilayah mana flame speednya?

In line FA biasa dipasang jika flame yang merambat dari ujung vent line berada dalam wilayah detonation. inline FA biasa dikenal dengan detonation FA. Dalam beberapa kasus dipasang beberapa detonation FA dalam satu line, tergantung berapa kecepatan flame speednya.

Bidirectional FA mungkin saja dipasang jika diyakini scenario detonasi/deflagrasi dari kedua arah mungkin terjadi.

Apapun jenisnya, FA harus di tes sebelum dipasang, sesuai dengan kondisi nyata scenario yang dibuat.

Dari penjelasan API 2000 sebenarnya FA dapat dipertimbangkan untuk tidak dipasang. Namun patut diingat – khusus di US – ada aturan OSHA 1910.106 dan NFPA 30 yang menyebutkan vent dan flame arrester dibutuhkan pada tangki penyimban flammable atau combustible pada tekanan atmosfer.

Kesimpulannya:

1. Mas Supri harus menghitung dulu kecepatan linier gas, baik di hulu atau di hilir PV yang dipasang. Apakah ini memenuhi klausul API 2000?

2. Mas Supri menghitung juga kecepatan rambat flame (baik dihulu atau di hilir PV), apakah masuk di wilayah deflagration? deflagration to detonation? atau detonation?

3. Tentukan jenis FA nya berdasarkan tipe detonation/deflagrationnya

4. Tentukan juga di mana saja FA perlu di pasang? Apakah sebuah cukup, atau perlu dipasang secara seri? semua berdasarkan hitungan flame speed di atas.

semoga membantu.

Tanggapan 2 – devaxrayz

Sekedar ikut nimbrung,

Setahu saya memang sudah ada produk yang mengkombinasikan antara breather valve dengan flame arrestor. link dibawah adalah contoh produknya dari Shand and Jurs dan Protectoseal (bukan promosi , tapi kedua situs produsen tank safety equipment ini layak dilihat karena banyak info bagus).

http://www.protectoseal.com/vaporFlame/series830.cfm

http://www.ljtechnologies.com/sj/sjconservation.htm#sj94560

dari kedua link tersebut bisa didownload technical2 dokumen yang menunjukkan spesifikasi dan dimana posisi dari FA dalam produk mereka.

Balik ke API2000, saya menafsirkan paragraf tersebut sebagai: flame arrestor tidak perlu dipasang pada breather valve karena velocity dari vapor yang melewati sela-sela sempit ‘seat’ dan ‘pallet’ penutup pada saat venting (pressure release) lebih tinggi dari typical propagation flame speed (flashback velocity).

Namun jika keluaran dari breather valve masih dihubungkan dengan pipa untuk keperluan ‘vent to safe area’, kejadian deflagration dimana flame beraseleraksi ketika merambat didalam pipa sehingga kecepatannya menjadi sangat tinggi mungkin terjadi.

Salah satu ‘downside’ dari pemasangan FA (thermal type atau velocity type FA) adalah kemungkinan clogging (sumbatan) akibat deposit yang terbentuk dari vapor crude oil. Clogging ini sangat mungkin terjadi karena didalam FA terjadi penyempitan area aliran (ya… tujuannya untuk meningkatkan velocity vapor atau karena ditambahkan elemen untuk menyerap panas). Ditambah lagi, maintenance dari FA ini cukup merepotkan. Hazard dari FA yang ter-‘clogging’ adalah menimbulkan potensi tank colaps akibat overpressure, sesuatu yang tadinya hendak di mitigasi oleh breather valve ini haha…

Yang perlu dicatat bahwa kejadian flame flashback ke dalam tangki adalah ada kejadian berikut yang terjadi secara bersamaan:

– vapor yang di release berada pada flamable range (not to rich, not to lean)

– kondisi vapor di dalam tangki juga berada pada flamable range.

– terdapat panjang pipa yang cukup pada venting line untuk flame beraseleraksi

– terdapat sumber api (ignition) di ujung venting line atau kondisi operasi yang memungkinkan autoignition.
jika kemungkinan kejadian2 diatas terjadi secara bersamaan besar, baru mungkin perlu dipertimbangkan untuk memasang FA.

Maaf kalau penjelasannya general aja… kalau detail hitung2an flame speed om crootth mungkin lebih paham (gimana kabar om?)

Share This