Soal pengembangan listrik di daerah tidak semudah yang dikira. Meskipun daerahnya kaya kalo demand-nya kecil akibatnya jatuh production cost nya juga mahal. Belum lagi kebijakan pemanfaatan primary energy nya tidak jelas. Mari ditunggu saja apakah deregulasi jagat setrum melalui UU baru ini bisa menyelamatkan kegelapan yang sudah mengincar.

Tanya – ROSESMan

Gara2 ada dua gardu utama yang bermasalah, Gardu Kembangan dan Gardu Cawang… akhirnya PLN menerapkan pemadaman bergilir di beberapa wilayah jakarta. Selain membuat kerja tidak efektif, tapi yang paling bermasalah adalah kerusakan alat2 listrik. gedung2 memang menggunakan genset tapi beberapa peralatan dimatikan, misalnya lift dan elevator tidak dijalankan semua…. ac hanya menggunakan fan saja untuk sirkulasi udara tanpa pendingin….. bahkan diprediksi akan berdampak sampai 3 minggu ke depan…

Kalau sudah begini, PLN bisa kena class action…. atau minimal sesuai janji mereka, pengurangan tagihan terutama untuk perumahan….. tapi apakah benar, kl tidak ditagih, ya tagihan PLN akan tercatat sesuai penggunaan tanpa niat baik untuk melakukan pengurangan secara otomatis…… kapan bisa maju PLN kl terus begini?

Tanggapan 1 – Ade Fajar

Mas,

Walaupun outage ini parah, tapi seberapa sering di Jakarta mati lampu dalam sebulan atau setahun?

Saya waktu di Balikpapan, kejadian seperti ini tiap hari. Jangan ditanya kalau daerah lain seperti Banjarmasin. Belum lagi listriknya yang selalu up and down.

Tanggapan 2 – Eko Prasetyo

sekarang Balikpapan agak mendingan,
tapi listriknya bisa naik turun kalo jam-jam magrib – isya.

Tanggapan 3 – ROSESMan

bukannya mengecilkan ya, tapi kl BPN n daerah2 lain memang pengembangan listriknya seperti ogah2an… yg digeber kan wilayah jawa terus. mungkin untuk wilayah luar jawa sudah saatnya swasta masuk, terutama untuk daerah2 yang baru berkembang….. dimana infrastruktur PLN masih belum siap. bersaing secara sehat, kl ada subsidi ya semua pemain dapat subsidi yang sama sesuai jumlah pelanggannya…..

nah kl jakarta, ini katanya kan pusat bisnis indonesia…. masa untk memperbaikinya butuh waktu lebih dari seminggu….. ini yang jadi masalah kan. hari ini di kantor normal, kemaren setengah hari gak ada ac… kerja gak konsen, sama seperti temen2 di lapangan, baju basah keringet… jadinya ya harus sering2 keluar kantor buat nyari udara segar dan mendinginkan tubuh…… harusnya ada contigency plan, entah gimana caranya.

Tanggapan 4 – ari widodo

Saya bingung mau komen apa klo soal listrik mati. Di pekanbaru, waktu hari raya idul fitri lalu listrik bisa sama sekali tidak mati. Betul2 hidup sepanjang hari selama 4-5 hari. Nah lho… katanya pemadaman harus bergilir, tapi ternyata PLN mampu utk tidak memadamkan listrik. Padahal sampai jelang hari raya, listrik bisa mati 4 kali 3 jam per hari.
Puasa tahun lalu, malah dalam sebulan penuh listrik gk padam lho….

Beberapa bulan lalu sewaktu musim kemarau, katanya (PLN) debit air kurang, jadi harus giliran mati listrik. Ini udah seringkali hujan, tapi tetap saja listrik dipadamkan. Intensitasnya gk berkurang. Bingung bingung…

Class action? Gimana caranya mas? Saya pernah dengar PLN di Sumatera Utara pernah kalah dalam class action dengan warga. Memang benar atau cuman issue ya…?

Pasca gempa di Sumatera Barat, beberapa wilayah Sumbar terputus jaringan listriknya. Apakah mungkin akan merambat ke daerah Riau? Yah, daripada pusing mikirin listrik padam, lebih baik bantu rekan2 kantor yg sedang mempersiapkan diri meluncur ke lokasi gempa utk jadi relawan. Maaf rada egois… hehehe…

p/s. Barusan telpon ke rumah, pagi ini listrik udah mati 3 jam… Hari masih panjang, setelah pagi, masih ada siang, sore, dan malam. Entah berapa jam lagi listrik mau dimatikan… terserah PLN…

Tanggapan 5 – radenpatra

Sekedar mengingatkan PLN sedang melakukan proyek percepatan 10000MW. Tahap 1 dan 2 .

Masalah meledaknya trafo GIS cawang memang bukan hal yang sederhana.

Karena membutuhkan penggantian trafo baru.

Untuk emergency gedung gedung biasanya sudah memiliki genset cadangan.
Dan banyak pabrik yang telah memiliki pembangkit sendiri sekelas PLTU.

IMHO,

Mungkin sudah saatnya kita save energy, sehingga tidak ada lagi trafo yang over load. Ditambah panasnya udara saat ini.Sehingga oli pendinginan trafo harus bekerja keras.

Sekedar sharing.

Tanggapan 6 – Adhi

Sabar, trafo GIS segede itu enggak mudah menggantinya.

soal pengembangan listrik di daerah juga enggak semudah yang dikira. meskipun daerahnya kaya kalo demand-nya kecil akibatnya jatuh production cost nya juga mahal. blm lagi kebijakan pemanfaatan primary energy nya enggak jelas. mari ditunggu saja apakah deregulasi jagat setrum melalui UU baru ini bisa menyelamatkan kegelapan yang sudah mengincar…

asli susah ya urusan listrik di indo itu…

Tanggapan 7 – Eko Prasetyo

Kalimantan Timur propinsi energi,
tapi kebanyakan penguasa sumber energi itu individu2 yang sudah bak raja-raja kecil, mau dipegang pemerintah pusat harus ngelewatin benteng-benteng ‘suku asli’ dan ‘DPRD’.

Coba semua hasil tambang dikenakan skema cost recovery dan bukan ijin pemanfaatan level daerah, mungkin akan lebih mudah dikontrol.

Tanggapan 8 – Harley Saragih

Wah aib listrik di Kalimantan Timur jangan di buka ke rumah tetangga dong. malu ah….
Walaupun sering mati kan bersyukur masih nyala beberapa jam. coba 1 bulan lampunya padam….
udah di pastikan dalam beberapa hari kedepan kita kembali ke zaman dahulu lagi (ga nyambung ya).

Mas,

Walaupun outage ini parah, tapi seberapa sering di Jakarta mati lampu dalam sebulan atau setahun?

Saya waktu di Balikpapan, kejadian seperti ini tiap hari. Jangan ditanya kalau daerah lain seperti Banjarmasin. Belum lagi listriknya yang selalu up and down.

Tanggapan 9 – Tegas Sutondo

Padahal kalau dari data dari website, katanya KALTIM ini termasuk provinsi terbesar, kaya akan sumber alam termasuk batubaranya juga melimpah, bahkan sampai dieksport ke LN, dan konon juga termasuk provinsi termakmur di Indonesia.

Tapi ironisnya kondisi listriknya masih memprihatinkan. Kira2 dengan regulasi kelistrikan yang baru kira2 bisa nggak memperbaiki kondisi ini ??