Select Page

Untuk purging N2 atau gas inert lainnya – tentunya memiliki tujuan tertentu yang di antaranya adalah untuk menurunkan resiko terjadinya ledakan/ kebakaran.
Untuk kandungan gas inert adalah minimal pada 95%, namun gas detector umumnya tidak mendeteksi Nitrogen ataupun CO2 – maka yang perlu diketahui adalah kandungan O2 adalah maksimal 5%.

Tanya – Fedrianto

Dear rekans,

Mau numpang nanya lagi nih. Kali ini mw nanya ttg purging N2 di pipeline & piping. Yang mw sy tanyakan sbb :

1. Standard apa yg ngatur tentang prosedur detail purging N2 di pipeline/piping?

2. Peralatan apa yg biasanya dipakai di purging itu sendiri?

3. Di internet, sy menemukan bahwa N2 yang digunakan adalah dry nitrogen dan berhubungan dengan dew point temperature. Kira2 maksud dan hubungannya apa ya?

4. Berapa kandungan gas (O2, CO2, dkk) maksimum yang diperbolehkan setelah dilakukan purging? Service fluida adalah LPG.

5. Adakah minimal pressure untuk purging itu sendiri?

6. Bedanya ram purging dengan cycle purging?

7. Kalo untuk tangki, prosedurnya sama gak dengan yg di piping/pipeline?

Mungkin itu dulu rekans, takutnya nanti malah kebanyakan :D.Atas jawabannya sy ucapkan terima kasih banyaks..

Tanggapan 1 – aan

Pak Fedrianto,

Setahu saya ada tiga concept purging yg bisa digunakan di pipeline: displacement pressure purging, dilution purging (cycle purging), dan vacuum purging. mengenai standard nya terus terang saya kurang tau. biasanya sih kita nge purge pipeline/piping sesuai dengan acceptance criteria yg diminta client. mungkin bapak2 yang lain bisa membantu.

Untuk gas pipeline, pada umumnya kita nitrogen purging setelah pipeline itu dry, karena jika tidak dry, hydrate bisa terjadi..tapi kalo gas nya multiphase, kadang2 kita ngga perlu dry pipeline nya juga..

equipment yg dibutuhkan akan tergantung dari beberapa hal: volume dari system, nitrogen availability, dsb. kalau volume nya kecil, mungkin bisa pakai nitrogen bottles. kalau volume nya besar, kita bisa pakai nitrogen tanks dan nitrogen pumps/converters. kalau lokasi nya remote, nitrogen susah didapat, kita bisa pakai compressor dan npu (membrane).

acceptance criteria dari nitrogen purging bisa bermacam2.

salah satu nya adalah dew point criteria. ini biasanya untuk membuktikan bahwa system tersebut kering (dry). dew point dari nitrogen (95% purity) sekitar -60 deg C, jadi kalau di pipeline end kita check dew point dari nitrogen yg keluar adalah 10 deg C, berarti pipeline nya masih basah, masih banyak water vapour di dalam. alat yg digunakan adalah dew point meter.

salah dua nya adalah oxygen/nitrogen content di pipeline end. ini untuk membuktikan bahwa semua medium didalam system tersebut sudah diganti (di replace) dengan nitrogen. alat yg digunakan adalah nitrogen/oxygent content meter.

kalau untuk tangki biasanya adalah cycle purging. bisa dua atau tiga kali cycle, tergantung volume dari tangki dan acceptance criteria. tapi bisa juga vacuum purging, hanya kita mesti punya vacuum pump.

Tanggapan 2 – Fedrianto

Makasi pak aan buat jawabannya..jadi lumayan ngerti nih, alhamdulillah. dari clientnya gak ada acceptance criteria pak. tp seringnya dipake yg salah dua..mungkin rekan2 laen ada yg mw nambahin? khususnya masalah standard yg belum kejawab sama sekali nih..:).

Tanggapan 3 – Hari Subono

Dear all,

Untuk purging N2 atau gas inert lainnya – tentunya memiliki tujuan tertentu yang di antaranya adalah untuk menurunkan resiko terjadinya ledakan/ kebakaran.
Nah untuk kandungan gas inert adalah minimal pada 95%, namun gas detector umumnya tidak mendeteksi Nitrogen ataupun CO2 – maka yang perlu diketahui adalah kandungan O2 adalah maksimal 5%.

Gas inert (i.e N2 dan CO2) harus terus diinject untuk ‘make up’ (menjaga kandungan Oksigen tidak lebih dari 5%), sifat N2 adalah sedikit lebih ringan daripada udara bebas, dan udara bebas sedikit lebih ringan daripada Oksigen, ini artinya N2 akan berada di atas yang tentunya kadarnya akan turun bila tidak dilakukan injeksi terus menerus. Singkatnya pipeline ataupun vesssel/ reactor/ tank haruslah di-inject terus-menerus/ positive pressure.
Apabila ada proses penyedotan/ vacuuming – maka haruslah ada sytem recycle; yaitu gas inert (N2) yang telah tersedot dikirim kembali ke dalam vessel/ reactor/ tank. Tentunya system recycle haruslah memiliki unit pemjernih – sehingga N2 yang dikirim kembali adalah dalam keadaan bersih.
Hal lainnya adalah – pendeteksian gas harus dilakukan terus-menerus untuk memasikan bahwa kandungan O2 dalam kisaran di bawah 5%, terkebih lagi apabila ada proses penyedotan/ vacuuming.

Semoga bermanfaat.

Tanggapan 4 – Richard Bonardo

Morning Pak Fedrianto dan Rekan Milist :

Menambahkan sedikit dari penjelasan Pak Aan yang excellent. Tujuan dari N2 purging adalah mengurangi konsetrasi oksigen pada vessel dibawah limiting oxygen concentration (LOC) – yaitu konsentrasi oksigen dimana pembakaran spontan karena conductivitas termal terjadi.

Nah,Standart yang mengatur LOC ini dapat ditemukan di NFPA 69 ‘ Standard on Explosion Prevention Systems,” cuplikan tabelnya saya attachkan dibawah ini.

Tanggapan 5 – Triez

Mas Ricahard,

Kalau boleh tahu berapa % kadar maksimal oksigen yang di izinkan ? apa harus sampe 0 %? apa hal ini sama rule nya bilamana kita melakukan N2 purging di pipeline harus x %?saya cari2 untuk di pipeline di B 31.8 kayaknya kok ngga ada ya. atau mungkin saya yang salah lihat ya.

Tanggapan 6 – Richard Bonardo

Pak Triez :

Kadar maximalnya bisa dilihat dari tabel dalam attachment , tapi kebanyakan berkisar di 10 % an ,jadi tidak harus 0%. sekedar analogi – yang tidak sepenuhnya tepat – dimana kadar oksigen dalam udara yang kita hirup berkisar 17-20 % dan tekanan 1 atm, dalam komposisi ini tidak akan terjadi explosion.

Share This