FPI banyak sekali di gunakan di aerospace industry, digunakan untuk non ferrous/non magnetic material terutama superalloy. Dye penetrant inspector qualified menjadi FPI inspector. Di GE Nusantara Turbine Services (PT GENTS) atau Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP) Bandung, atau Garuda Maintenance Services (GMF Aeroasia) Tangerang, pekerjaan ini adalah pekerjaan sehari2 dye penetrant inspector, malah mereka jarang sekali menggunakan dye penetrant konvensional. Mungkin Pak Darmayadi bisa menghubungi mereka untuk trainingnya. Buat Flouresence MPI inspector juga tidak akan menemukan masalah dengan FPI ini tapi qualifikasi yang dipakai tetap Dye Penetrant.

Tanya – DARMAYADI

Ada yang tahu tempat kursus untuk mengambil sertifikat FPI Inspector???

Tanggapan 1 – novembri nov

Pak Damaryadi…

FPI bukannya sama dengan MPI bedanya penentrant yang dipakai adalah type fluoresences.
Kalau requirednya FPI pure, saya juga belum pernah dengar juga tuh karena hampir semua NDT training provider cuma provide MPI non fluoresences dalam practicalnya….

Tanggapan 2 – Pala

Pak Nov,

sejauh ini belum dengar ada kursus FPI, mungkin masih di anggap kurang praktis, waktu saya mengambil kursus NDT under water th 1984 yg di sponsori oleh Neptune Diving dan Instructornya dari Norway (Ultarasonic dan MPI), namanya bukan FPI ,tapi tetap menggunakan nama MPI, di dalam air kita menggunakan Fluoresence.
jadi kalau anda ingin tahu lebih dalam gunanya Fluoresence, cari Perusahaan yg mengerjakan Under Water.

Tanggapan 3 – Agus Mustofa

Penambahan :

sepengetahuan saya, FPI itu bukan MPI, tapi salah satu aplikasi di dalam Dye Penetrant Testing ada 3 aplikasi yaitu :

Wet Visible Penetrant Aplikasi, Fluorescent Penetrant Aplikasi dan dual sensitivity Penetrant ( Kombinasi antar keduanya ) tetapi yang sering kita praktekkan selama ini cuma : wet visible saja, tapi di training Penetrant kita di ajarkan semuanya. Di MPI jelas-jelas kita menggunakan kekuatan magnet, tapi di Fluorescent kita menggunakan kontras cahaya ( sinar ultraviolet ) .

Hal ini jelas berbeda dengan Training UT ( Ultrasonic Testing ) kalau kita sudah punya UT level 2, bila ingin mengambil UT – TOFD ( Ultrasonic Testing – Time Of Flight Diffraction ) maka kita harus training lagi. Begitu pula bila kita akan mengambil Automatic UT dan PAUT ( Phased Array Ultrasonic testing ) kita harus training lagi.

Note : mungkin yg lain bisa menambah atau mengurangi.

Tanggapan 4 – Andrie Astiandi

FPI, banyak sekali di gunakan di aerospace industry, digunakan untuk non ferrous/non magnetic material terutama superalloy. Dye penetrant inspector qualified menjadi FPI inspector. Di GE Nusantara Turbine Services (PT GENTS) atau Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP) Bandung, atau Garuda Maintenance Services (GMF Aeroasia) Tangerang, pekerjaan ini adalah pekerjaan sehari2 dye penetrant inspector, malah mereka jarang sekali menggunakan dye penetrant konvensional. Mungkin Pak Darmayadi bisa menghubungi mereka untuk trainingnya. Buat Flouresence MPI inspector juga tidak akan menemukan masalah dengan FPI ini tapi qualifikasi yang dipakai tetap Dye Penetrant.
Semoga membantu.