Seorang Facility Engineer yang handal dapat mengetahui / memilki pengetahuan dan skill tidak hanya di bidang engineering, tetapi juga di bidang operation dan project, sehingga pada akhirnya banyak seorang Facility Engineer yang di-‘switch’ menjadi seorang Operation Manager maupun Project Manager, disamping tentunya sebagai Facility Engineering Manager.

Tanya – Boris Aditya

Mohon sharing dong, tanggung jawab secara generik untuk posisi ‘Facility Engineer’ didalam produksi apa ya? Apa perbedaannya ketika dia masuk kedalam organisasi Pemeliharaan (Maintenance Planner).

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – setia yadi

Dear Boris,

Di tempat kami, Facility Engineer atau Field Engineer melakukan preliminary study atau screening untuk plant/ facility modification yang usulannya dari operation maupun maintenance atau idea dari dia sendiri, untuk kemudian ditindak lanjuti dengan engineering study oleh related dicipline engineer (Process, Mechanical, Instrument, dll) sehingga diperoleh Engineering Package yang lengkap. Dari Engineering Package tersebut, oleh facility engineer akan ditindak lanjuti dan diteruskan ke department terkait sepert Procurement (untuk pembelian material), Workshop (Fabrikasi spool-pipe), Operation (untuk re-setting instrumentasi atau perubahan operating condition), dll. Jadi Fungsinya lebih ke ‘small project engineer’.

Untuk satu plant / unit produksi, seperti di pabrik petrokimia, menurut hemat saya fungsi Facility Engineer sebaiknya dibawah department Process Engineer atau masuk ke scopenya Process Engineer, sebab kegiatan modifikasi relatif tidak banyak.

Demikian

Tanggapan 2 – Sketska Naratama

Btw, didalam dunia EPC ada posisi ‘Mechanical Package Engineer’ dan ‘Project Engineer’
Dimana letak bedanya secara major dgn Facility Eng? Share please …

PS Karena ini juga bisa batas tanggung jawab nanti nya.

Tanggapan 3 – Rachman Ardiansyah

Kalau di tempat kami, Facility Engineer lebih bertanggung jawab terhadap seluruh facility issue, mulai dari well head sampai storage, tetapi tentunya karena cakupannnya cukup luas, maka dibagi group masing-masing. Biasanya Facility Engineer juga melakukan improvement dari existing facility dan juga bertindak untuk mendevelop new facility (terutama di phase 1 project – assess / identify opprotunity for framing scope).
Seorang facility engineer kerjaannya juga tergantung dari lama jam terbangnya, sehingga jika masih junior biasanya diberikan tanggung jawab atau scope yang tidak terlalu besar / tidak complicated.

Di dalam project, biasanya facility engineer juga akan interface dengan project engineer. Facility engineer ikut serta di dalam seluruh phase dari project management, walaupun porsi terbesarnya adalah di phase 1 (asses / define opportunity), phase 2 (select alternative) dan phase 3 (develop the selected alternitive). Di phase 4 (execution) dan phase 5 (operation), Facility Engineer hanya bertindak sebai resource saja.

Mechanical package engineer hanya melakukan sebagian dari tugas Facility Engineer, terutama di bidan mechanical saja, sedangkan Project Engineer, lebih bertanggung jawab terhadap project tertentu yang dipegangnya.

Jika berada di bawah Operation, maka Facility Engineer sering disebut Operation Engineer dengan tugas melakukan day to day engineering dan juga melakukan debottlenecking assessment. Facility / Operation Engineer di bawah Operation, biasanya bertanggung terhadap area kerja tertentu, Operation Manager dapat langsung meminta masukan kepada Facility / Operation Engineer mengenai kondisi area tersebut.
Operation Manager seharusnya meminta pertimbangan dari Facility / Operation Engineer-nya saat apakah plant-nya harus di-shutdown karena alasan tertentu, Operation Engineer berhak dan wajib memberikan masukan kepada Operation Manager jika ada sesuatu yang critical / tidak safe di plant / areanya dan harus di-shutdown, dan tentunya dengan pertimbangan yang cukup cermat, bukan hanya sekedar memberikan rekomendasi shutdown dengan mudahnya. Ada suatu perusahaan yang memang ‘membatasi’ kerja Faciliy Engineer dan menurut saya hal ini kurang tepat, karena banyak di perusahaan lainnya seorang Facility Engineer merupakan peran penting, sehingga tidak hanya dijabati oleh junior engineer saja yang melakukan small task / small project, tetapi sampai seorang senior engineer dengan kelas yang cukup tinggi.

Seorang Facility Engineer yang handal dapat mengetahui / memilki pengetahuan dan skill tidak hanya di bidang engineering, tetapi juga di bidang operation dan project, sehingga pada akhirnya banyak seorang Facility Engineer yang di-‘switch’ menjadi seorang Operation Manager maupun Project Manager, disamping tentunya sebagai Facility Engineering Manager.

Mudah-mudahan uraian di atas bisa jadi rujukan.