Pertamax +, Pertamax dan Premium yang beredar di Indonesia merupakan kelas BBM Gasoline. Namun yang membedakan mereka adalah angka oktannya dan tentunya ada juga chemical properties yang lain, sebut saja kadar belerang (Sulfide), timbale (Pb), dan teman2nya yang lain. Pada prinsipnya tidak akan ada masalah bila mereka bertiga ini dicampurkan, atau Cuma berdua saja juga tidak masalah, Cuma pastinya nilai oktannya saja yang nanti akan berubah.

Tanya – Subiantoro, Iwan

Selamat pagi,

Beberapa hari yang lalu,
ada seorang teman yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan biasanya kendaraannya diisi pertamax +, sedangkan SPBU di jalan antar kota jarang yang menyediakan pertamax +

Saya mengalami kesulitan ketika ingin menginformasikan kemungkinan dan penjelasan teknis pencampuran antara premium – pertamax – pertamax +
karena kehilangan file tentang penjelasan tsb yang pernah dibahas di milis kita ini.

mungkin ada teman2 yang bisa membantu memberikan penjelasan (lagi)..?

Tanggapan 1 – Adhia ‘James’ Utama

Mas Iwan,

Pertamax +, Pertamax, dan Premium yang beredar di Indonesia merupakan kelas BBM Gasoline. Namun yang membedakan mereka adalah angka oktannya dan tentunya ada juga chemical properties yang lain…sebut saja kadar belerang (Sulfide), timbal (Pb), dan temen2nya yang lain…

Pada prinsipnya tidak akan ada masalah bila mereka bertiga ini dicampurkan, atau cuman berdua aja juga ga jadi masalah, cuman pastinya nilai oktannya aja yang nanti akan berubah, say this: kita campur 20liter premium, 10 liter Px, dan 10 liter Px + dengan angka oktan masing2 88, 92, dan 95 (Fuel properties issued by Pertamina). Maka angka oktan yang baru akan sesuai dengan perbandingan volume saja… so 50%x88 + 20%x92 + 20%x95 = 90.75 ==> it’s nearly Pertamax isn’t it?

SO, saran saya untuk rekans yang masih memerlukan ‘oplosan’ gasoline Pertamina, bisa gunakan formula perbandingan volume diatas…dan pastinya sesuaikan dengan oktan yang dibutuhkan oleh kompresi mesin anda…

Ingat, nilai oktan dibawah kebutuhan kompresi mobil mengakibatkan resiko mesin mobil anda jadi ngelitik (ga tau bahasa yang benernya) dan efek jangka panjangnya, dudukan piston mesin anda dijamin rontok… Bukan nakut2in tapi itu kenyataan…

Sebenernya anda ga usah ragu dengan produk Pertamina yang dijual di SPBU2, di Jakarta SPBU2 yang tersebar merupakan milik perorangan, badan, atau Pertamina sendiri…tinggal kita pilah dan pilih mana SPBU yang bisa menjamin ketepatan meteran dan keaslian produk… Rekomendasi ajah, SPBU MT.Haryono, Semanggi, Tanjung Barat, Margonda (deket jalan baru Ir. H. Juanda), trus masih banyak lagi yang pengelolaannya dilakukan secara profesional. So, tingkatkan rasa percaya diri anda dan rasa percaya pada rekan bisnis anda. (Low Trust Society – Rhenal Kasali)…

Gitu aja kali ya sekarang…mohon maaf jika penyajiannya agak sedikit gaul, maklumlah masih remaja…hehehehe…

Tanggapan 2 – Aman Mostavan

Mas Adhia ‘James’ Utama,

Trims berat sudah menyampaikan pengetahuannya. Cuma saya ada pertanyaan sedikit, maklum tidak berkecimpung dalam pengoplosan.

Tanggapan 3 – Adhia ‘James’ Utama

Mas Awan,

Quoted:

Saya sedikit mengerti mengapa dan dari mana asal 50 % itu, tetapi, kurang faham dari mana asal 20 % dan 20 % itu.
Bagaimana kalau: 50% (88) + 25% (92) + 25% (95) = CMIIW

Betul sekali, maaf beribu ribu maaf, saya salah bikin formula…hehehehe…jadi malu juga.
Yang benar adalah formula yang anda sebutkan. Sekali lagi maaf buat rekans semua.

Tanggapan 4 – Aman Mostavan

Dengan hormat,

Terima kasih atas penjelasannya, sehingga dapat memberi inspirasi pada yang membutuhkan.