Saya punya permasalahan tentang stress relieving pada pengelasan baja AISI 1045. saya melakukan variasi holding time pada stress relieving nya. yg membuat saya bingung adalah: 1. dari beberapa referensi yg saya baca, tidak ada perubahan pada mikrostukturnya dan hanya sedikit perubahan pada mechanical property nya, apa benar?apa pengaruh holding time pada mikrostruktur baja saya? 2. apakah penjelasan stress relieving bisa diartikan seperti tempering, karena sama-sama dilakukan pemanasan dibawah titik kritis material..?

Tanya – Ridho Prasetyo

Saya punya permasalahan tentang stress relieving pada pengelasan baja AISI 1045. saya melakukan variasi holding time pada stress relieving nya. yg membuat saya bingung adalah:

1. dari beberapa referensi yg saya baca, tidak ada perubahan pada mikrostukturnya dan hanya sedikit perubahan pada mechanical property nya, apa benar?apa pengaruh holding time pada mikrostruktur baja saya?

2. apakah penjelasan stress relieving bisa diartikan seperti tempering, karena sama-sama dilakukan pemanasan dibawah titik kritis material..?

3. apakah lamanya holding time pada suhu dibawah titik kritis akan berakibat yang sama pada holding time pada suhu diatas titik kritis, jika pengaruh suhu tidak dipertimbangkan?

4. pada pengelasan baja AISI 1045 daerah yang paling perlu mendapat perhatian khusus daerah mana?mengapa?

5. setelah saya lakuakan perlakuan panas dengan variasi holding time, saya uji kekerasan. yg membuat saya bingung beberapa referensi menyebutkan semakin lama holding time maka nilai kekerasannya akan menurun,tapi dari hasil pengujian saya sebelum 30 menit nilai kekerasannya meningkat tapi kemudian setelah 30 menit nilainya turun jika dibandingkan dengan baja yang tanpa perlakuan panas.apa yang mempengaruhinya?

6. apa pengaruh residual stress pada mechanical property las?
spesimen yang saya gunakan terlebih dulu dilas dengan parameter pengelasan yang tetap, jenis las yang dipergunakan yaitu las SMAW.
terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Prasetyo, Ary Agung

Mencoba menjawab pertanyaan pak ridho,

Struktur mikro yang terbentuk sebelum dilakukan stress relieving apa pak?martensit,pearlite atau yg lain?

1.heat treatment yang dilakukan dibawah temperatur kritis 723 C(sebagian buku menyebutkan 727 C) tidak akan menyebabkan perubahan struktur mikro,hanya akan menyebabkan perubahan ukuran mikrostruktur(kalo struktur mikronya adalah martensit,jika dilakukan stress relieving maka akan terbentuk struktur mikro martensit tempering).holding time akan berpengaruh terhadap ukuran butir pada mikrostruktur material anda.

2.Ya,karena sama2 untuk mengeluarkan tegangan sisa yang terjadi.

3.Tidak sama,karena setelah melewati temperatur kritis (A1) maka fase yang terbentuk akan bertransformasi(dengan kandungan 0.43%-0.5% C) maka kemungkinan akan terbentuk austenit

4.HAZ,kemungkinan akan terbentuk martensit(tergantung dari ketebalan material,cooling rate,heat input dll)

5.Tegangan sisa & grain size

6. DiHAZ area ya?Residual stress semakin tinggi maka kekerasan akan meningkat,semakin brittle, ketangguhan akan menurun

Monggo kalo ada yang mau menambahkan atau mengkoreksi.

rezall uszani rsuzani@gmail.com

nambahin untuk yg point 5:

mungkin prosedur HT trial-nya perlu distandarisasikan:

1- pastikan soak temperature sudah stabil

2- test hardness pd masing2 material sebelum dan setelah di HT
dg holding time <= 30 menit dan begitu juga untuk material dg holding time > 30 menit.

3- method pengujian hardness yg stabil, hindari penggunaan portable hardness
tester
untuk mendapatkan keakurasian yg lebih baik.

semoga berhasil mendapatkan trial HT yg baik.