Panas pada welding, termal cutting danBrazing menyebabkan terjadinya perubahan microstructure dan mechanical properties pada suatu logam. Daerah pada logam yang
mendapat perlakuan panas dengan welding, termal cutting ataupun Brazing akan membentuk apa yang disebut Daerah Pengaruh Panas / Heat Affected Zone (HAZ). Komposisi dari logam serta pengaruh kecepatan pemanasan dan pendinginan akan
mempengaruhi besar kecilnya HAZ tersebut. Beberapa logam, yang mengalami termal
cycle akan menghasilkan formasi microstruktur MARTENSITE pada weld metal dan HAZ. Jumlah Martensite yang terbentuk dan HARDNESS pada suatu logam tergantung dari jumlah kandungan carbon (Carbon Content).

Oleh : Moderator Bidang Keahlian Welding ( Pengelasan )

Farid Moch. Zamil (Farid Las)

( PT. Meco Inoxprima – Surabaya )

Panas pada welding, termal cutting danBrazing menyebabkan terjadinya perubahan
microstructure dan mechanical properties pada
suatu logam. Daerah pada logam yang
mendapat perlakuan panas dengan welding,
termal cutting ataupun Brazing akan
membentuk apa yang disebut Daerah
Pengaruh Panas / Heat Affected Zone
(HAZ). Komposisi dari logam serta pengaruh
kecepatan pemanasan dan pendinginan akan
mempengaruhi besar kecilnya HAZ tersebut.
Beberapa logam, yang mengalami termal
cycle akan menghasilkan formasi microstruktur
MARTENSITE pada weld metal dan HAZ. Jumlah
Martensite yang terbentuk dan HARDNESS pada
suatu logam tergantung dari jumlah kandungan
carbon (Carbon Content).
Martensitic transformation dan hardness
yang tinggi akan dapat menyebabkan terjadinya
Crack (retak) pada weld metal dan HAZ.

Derajat hardening pada HAZ mempunyai
pengaruh terhadap weldability pada material
Carbon Steel atau Low Alloy Steel.
Unsur Carbon pada suatu material logam
mempunyai pengaruh terhadap weldability dari
material logam. Selain Carbon unsur-unsur
paduan lainnya sering kali diikutkan pada logam
tersebut. Tujuannya adalah untuk memperbaiki
sifat-sifat dari logam tersebut. Oleh karena itu
dalam menentukan weldability dari suatu logam
dimana unsur-unsur paduan lainnya ikut
didalamnya dinyatakan dalam Carbon
Equivalent ( CE ). Carbon Equivalent
dinyatakan dalam suatu bentuk formula :

Mn Cr + Mo + V Ni + Cu

CE = C —— + —————– + ————

6 5 15

Suatu logam ( Baja ) jika mempunyai
nilai CE = 0.2 – 0.3 maka logam (Baja) tersebut
mempunyai tingkat weldabailty yang baik.
Logam ( Baja ) yang mempunyai nilai CE 0.4
kecenderungan logam tersebut mempunyai
weldability yang rendah. Dengan tingkat CE 0.4
atau diatasnya maka logam tersebut akan
membentuk fasa – fasa yang keras dan getas,
sehingga sensitive terhadap crack (retak).

Logam (Steel) yang mempunyai nilai CE
0.4 atau diatas dapat saja dilakukan welding.
Karena sifat logam ini sangat sensitive
terhadap terjadinya crack (retak) maka
perlakuan weldingnya harus dilakukan
Preheating dengan temperatur preheat antara
1000C – 2000C. Tujuannya adalah untuk
mengurangi terjadinya struktur martensite.

Refferences / Bahan Contekan :

1. AWS HAND BOOK Vol. 4 Material and
application part 2, AWS Eigth Edition.

2. Materi Welding Supervisor Course oleh Balai Besar Pengembangan Industri
Logam dan Mesin – Bandung.

3. Materi Welding Inspector Course

Kerjasama B4T dengan PT. Petrokimia.