Kredit karbon dikeluarkan oleh UNFCCC (Badan PBB untuk Perubahan Iklim), dalam bentuk CER (certified emission reduction, dalam ton CO2 ekuivalen). Kredit tersebut diberikan kepada proyek-proyek di negara berkembang (termasuk Indonesia yang telah meratifikasi Protokol Kyoto) yang telah terbukti mampu mengurangi emisi CO2. CER tersebut selanjutnya dapat dikomersialisasikan di bursa saham karbon, dengan harga berkisar antara 13 – 15 Euro per ton CO2 di bursa saham London pada September 2009 lalu. Pembeli kredit karbon terutama adalah negara-negara maju (negara-negara Annex 1 Protokol Kyoto), untuk memenuhi kewajiban pengurangan emisi karbon di negara mereka.

Tanya – budiawan

Selamat pagi semuanya,

Mungkin ada yang bisa membantu saya untuk memberi penjelasan tentang kredit karbon, siapa institusi pemberi kredit karbon ini, apa saja kriteria untuk bisa mendapatkan kredit karbon ini, bagaimana prosedur pengajuan kredit karbon ini, apakah ada batas waktu pengajuan kredit karbon ini, dll.

Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan tanggapannya.

Tanggapan 1 – Joko Santoso

Pagi pak Budiawan,

Kredit carbon itu kalau gak salah dimulai pada saat kesepakatan ‘ tokyo protocol ‘ yang mana negara-negara tertentu seperti jepang sudah mengimplementasikan melalui beberapa perusahaan swasta jepang seperti mitsubishi corporation untuk invest keperalatan yang bisa mengurangi carbon pada process produksinya dan mitsubishi akan mendapatkan point yang bisa mendapatkan kompensasi dari pemerintah jepang,di Indonesia saya yang tahu ya Mitsubishi Corp Indonesia yang bisa kerja sama untuk kredit carbon ini.Mungkin yang lain bisa menambahkan.

Tanggapan 2 – Sulistiyono

Yang saya tahu di oil company yang diperkirakan telah berhasil dalam proses CDM ( Clean development mechanism ) adalah Medco Energy. Medco please share pengalaman anda untuk kami semua. Saya tahu untuk mendapatkan kredit tersebut tidak terlalu mudah .Thank.

Tanggapan 3 – TRB

Coba diskusi dengan teman kita ini :

Dicky E. Hindarto

Head of Carbon Trading Mechanism Division

National Council on Climate Change of Indonesia

Email : dickyedwin@yahoo.com

Semoga bisa membantu

Tanggapan 4 – Donny Wibowo

Attached semoga membantu

Presentasi PII.rar.

Tanggapan 5 – Edi Saputra

Pak Budiawan, berikut tambahan penjelasan tentang proses pengajuan kredit karbon, semoga membantu:

1. Institusi:

Kredit karbon dikeluarkan oleh UNFCCC (Badan PBB untuk Perubahan Iklim), dalam bentuk CER (certified emission reduction, dalam ton CO2 ekuivalen). Kredit tersebut diberikan kepada proyek-proyek di negara berkembang (termasuk Indonesia yang telah meratifikasi Protokol Kyoto) yang telah terbukti mampu mengurangi emisi CO2. CER tersebut selanjutnya dapat dikomersialisasikan di bursa saham karbon, dengan harga berkisar antara 13 – 15 Euro per ton CO2 di bursa saham London pada September 2009 lalu. Pembeli kredit karbon terutama adalah negara-negara maju (negara-negara Annex 1 Protokol Kyoto), untuk memenuhi kewajiban pengurangan emisi karbon di negara mereka.

2. Pengajuan:

Proses pengajuannya adalah melalui Komisi Nasional Mekanisme Pembangunan Bersih (Designated National Authority for CDM – DNA CDM) di negara masing-masing (untuk Indonesia merupakan bagian dari kementerian negara Lingkungan Hidup). Setelah mendapatkan approval dari Komisi Nasional, proyek tersebut harus diajukan ke UNFCC untuk mendapatkan validasi. Setelah tervalidasi, proyek tersebut akan terdaftar di UNFCCC. Untuk mendapatkan sertifikasi CER yang bisa dikomersalisasikan, proyek yang terdaftar harus diverifikasi oleh badan independen (misalnya TUV) untuk mengukur dan memverifikasi seberapa besar pengurangan CO2 dari proyek tersebut. CER yang telah didapat selanjutnya dapat dijual kepada negara-negara pembeli.

3. Kriteria:

Kredit karbon hanya dapat diajukan untuk proyek-proyek baru yang belum berjalan (syarat validasi). Untuk mendapatkan CER, proyek yang diajukan tersebut harus sudah mulai beroperasi dan mampu menunjukkan pengurangan CO2 seperti yang direncanakan (syarat verifikasi). Jadi, proyek didaftarkan sebelum dieksekusi, dan CER dikeluarkan setelah proyek yang didaftarkan tersebut beroperasi.

4. Batas waktu:

Program kredit karbon sebagai bagian dari Protokol Kyoto akan berakhir tahun 2012. Perpanjangannya tergantung dari hasil konsep pakta iklim baru, yang akan dibicarakan dalam konferensi Kopenhagen bulan Desember 2009 nanti.

5. Berikut contoh-contoh proyek dari Indonesia yang telah teregistrasi di UNFCCC, ada sekitar 33 proyek, daftarnya dapat dilihat di bawah ini. Proyek Geothermal Darajat III baru saja menjual karbon kreditnya bulan Agustus 2009 lalu.