Biasanya demulsifier bekerja pada temperatur 120-140 F, namun masing-masing brand punya range yang lebih spesifik lagi. Jika demulsifier bekerja di bawah temperatur 120F, maka kerja dari demulsifier tersebut tidak akan optimal, apalagi dengan suhu di bawah 100F, demulsifier tersebut bisa dikatakan tidak bekerja. Jika ingin memisahkan oil dan water, memang selain chemical, setling time juga berpengaruh. Semakin lama setling time di separator / tanki, maka pemisaha semakin bagus. Hydroclyclone biasanya digunakan untuk memisahkan antara fase solid dengan liquid. Kalaupun akan digunakan untuk oil & water, oil tersebut lebih ke arah slurry oil dengan water.

Tanya – hendra taruna

Assalamualaikum milisters,

Saya minta masukan dari rekan2 yang pernah mengalami hal yang serupa mengenai kasus di bawah:

saat ini saya berupaya untuk menurunkan oil content dalam produced water.yang keluar dari Separator. Perlu diketahui bahwa produced water tersebut berbentuk koloid stabil yang sulit untuk dipisahkan secara gravitasi biasa.

Untuk mengatasi hal tersebut, saya inject demulsifier/emulsion breaker di upstream separator yang masih bertekanan tinggi. dengan harapan dengan memiliki settling time yang cukup di dalam separator, saya bisa mendapatkan fluida 2 fasa oil-water yang selanjutnya tentunya akan mudah diseparasi di dalam Hydrocyclone.

Kenyataan membuktikan lain, perfroma emulsion breaker nya tidak sesuai dengan harapan, walaupun oil content turun tapi masih offspec. Katakanlah process parameter tidaklah berubah saat bottle test sehingga sample analysis mewakili kondisi real.

nah pertanyaannya, salah satu consultant mengatakan bahwa emulsion breaker tidak bekerja optimal karena adanya shear stress yang tinggi yang diakibatkan oleh pressure drop dan adanya centrifugal force dalam hydrocyclone. Yang membuat saya bingung adalah:

1. Bukankah justru pressure drop dan centrifugal force lah yang menyebabkan process separasi oil droplet dan water droplet? karena kinerja hydrocyclone dituntut seperti itu.

2. bukankah process flocculation oil droplet terletak pada hydrocyclone yang diakibatkan centrifugal force?

memang molecular shear sangat mempengaruhi proses re-emulsi di satu sisi, tapi di sisi lain hal tersebut akan membantu pembentukan molekul2 droplet yang lebih besar sehingga proses separasi dapat dilakukan.

Bagaimana menurut rekan2 disini, apa ada pemahaman saya yang perlu diluruskan? ataukah ada masukan lain?

Terimakasih

Tanggapan 1 – Rachman Ardiansyah

Wa’alaikumsalam WW.

Saya coba share pengalaman saya waktu handle oil di CPI Duri.
Pemisahan oil dengan water tidak bukan sekedar hanya menambahkan rate dari demulsifier tersebut, tapi juga mesti di lihat parameter range bekerja dari demulsifier tersebut.

Banyak orang berpendapat bahwa jika ingin pemisahan berlangsung lebih cepat, maka rate demulsifier ditambah.
Tidak seluruhnya pendapat tersebut benar.

Namun perlu jug diperhatikan range dari parameter tempat bekerjanya demulsifier.

Biasanya demulsifier bekerja pada temperatur 120-140 F, namun masing-masing brand punya range yang lebih spesifik lagi.
Jika demulsifier bekerja di bawah temperatur 120F, maka kerja dari demulsifier tersebut tidak akan optimal, apalagi dengan suhu di bawah 100F, demulsifier tersebut bisa dikatakan tidak bekerja.

Jika ingin memisahkan oil dan water, memang selain chemical, setling time juga berpengaruh. Semakin lama setling time di separator / tanki, maka pemisaha semakin bagus.

Hydroclyclone biasanya digunakan untuk memisahkan antara fase solid dengan liquid. Kalaupun akan digunakan untuk oil & water, oil tersebut lebih ke arah slurry oil dengan water.

Mudah-mudahan dapat membantu….

Tanggapan 2 – imamlumas

wa’alaikum salam,

pak hendra, salam kenal dari saya.

sedikit kasih masukan

saya punya pengalaman menarik untuk hal itu. saya pernah menangani limbah cair yang mengandung minyak (oil in water). ada beberapa cara yang dapat kami lakukan, antara lain dengan menggunakan produk kimia khusus. (maaf, karena di millis ini tidak boleh menyebut merk dagang karena dapat dikategorikan sebagai selling roduct terselubung) bapak bisa menghubungi kami di 0811 204 953.

insya allah kami bisa membantu. kami punya 2 jenis produk kimia siap pakai untuk mengatasi masalah tsb. salah satu dari kedua jenis produk tsb kami yakini bisa digunakan untuk mengatasi problem yang ada.

kami tunggu dan semoga bermanfaat.

Tanggapan 3 – Bondan CAROKO

Mas Hendra,

Saya bukan pakar di water treatment, namun pernah sedikit terlibat di project yang ada liquid-liquid hydrocyclone-nya. Kalau dikejar lagi setelah ini, bsr kemungkinan ga akan bisa jawab, hehehe…

Yang saya ingin share adalah bahwa di hydrocyclone kami dulu upstreamnya diboost dgn pompa untuk mencapai operating pressure yg dikehendaki. Nah, di process design basis, untuk pompa booster itu disyaratakan: ‘It shall be low shear type in order to avoid excess shearing of the oil droplets’. Sependek pengetahuan saya, shearing tepat sebelum atau di hydrocyclone tdk dikehendaki krn droplet yg gemuk2 dan mestinya bisa dipisahkan oleh si hydrocyclone akan terpecah lagi menjadi lebih halus dan akibatnya menggerus performance hydrocyclone.

Saya sependapat bhw gaya sentrifugal adalah bread and butter-nya hydrocyclone, namun di situ sdh tdk ada lagi ‘flocculation oil droplet’. Flokulasi mustinya sdh selesai pada upstream equipments (di mana demulsifier memerankan fungsinya). Hydrocyclone tinggal mengeksekusi pemisahan droplet2 oil dari air limbah.

Mengenai pressure drop yang tepat di hydrocyclone, Mas Hendra silakan kominukasikan lagi dgn vendornya agar memperoleh requirement yg tepat. Seingat saya istilahnya adalah ‘Differential Ratio’ (rasio antara pressure drop di sisi reject alias oil thd pressure drop di sisi outlet alias air).

Mudah2an membantu…

Tanggapan 4 – adi purbo

Dear Pak Hendra,

Thank you for rising up your problem in here. I am very lucky to know more what the problem happend in oil and gas activity. Although I ‘m not a chemist, but I remember with my teacher when she tough me. Chemical reaction will be faster when we stir sugar in the glass. I means we add the speed of molecule (adding kinetic energy to the molecule).
Second choice but we can apply both is we add head into the reactant. That is the principle.

From your writing below, you add the emulsion breaker when the liquid is pressurize (upstream of separator). This way is contradictive with the first principle (I write above).
Because liquid molecule will be very difficult to run and move. They will only keep silent, not moving, steady state, therefore the emulsion breaker can not react with the liquid efectively. (If I am one of the molecule..I will said ‘I am in a jail’,’ I am prisoned’)..

Therefore my idea is you have to add the emulsion breaker when the pressure is normal atmosfer, and than you can put agitator into the pit (sum) to add kynetic energy of the molecule (offcourse it will make ‘fight’ faster). after that you can separate it with hydrocyclone. Hydrocyclone is used when both of them is clearly defined. Not in the form of emulsion.

Tanggapan 5 – hendra taruna

Pak Adi,

Thank you for your prompt response. I’d like to highlight your opinion on ‘because liquid molecule will be very difficult to run and move’. I’d prefer to say that my molecule can still freely moving since I’ve sufficient turbulence on the fluid due to fluid friction through the piping system and valves. It is not totally ‘stagnant’ condition.

I think, by putting emulsion breaker upstream separator is still reasonable since i rely on separator settling time to get sufficient reaction time for the chemicals to react with the emulsion.

Anyway, thank you for your valuable opinion, really appreciate that.

Tanggapan 6 – Eko Prasetyo

Emulsion breaker akan lebih efektif kalo diinjek directly ke downstream dari wellhead choke sumur sehingga akan cukup waktu untuk bereaksi.

Apakah water handlingnya hanya dengan separator dan hydrocylone?