Prosedur pengukuran dan penerimaan crude oil dibuat oleh kedua belah pihak (seller dan buyer) dengan mendapatkan persetujuan BPMIGAS dan Migas. Prosedur ini salah satunya mengacu pada surat edaran Dirjen Migas No.8631/18.06/DJM.T/2008 tentang penggunaan sistem alat ukur pada kegiatan usaha migas di Indonesia.

Tanya – Leo Fender mal…au

Mohon bantuan bapak/ibu sekalian..mengenai informasi ataupun link yang dapat sy baca

Saya ingin menanyakan mengenai

1)SOP pengukuran & penerimaan Transfer crude oil dengan menggunakan rod tank (mobil tangki) dari suatu tempat ke gathering station

2) SOP pengukuran & penerimaan Transfer crude oil antar tanki

atas bantuannya saya ucapkan terimakasih

Tanggapan 1 – Didik Pramono

Pak Leo,

Prosedur pengukuran dan penerimaan crude oil dibuat oleh kedua belah pihak (seller dan buyer) dengan mendapatkan persetujuan BPMIGAS dan Migas. Prosedur ini salah satunya mengacu pada surat edaran Dirjen Migas No.8631/18.06/DJM.T/2008 tentang penggunaan sistem alat ukur pada kegiatan usaha migas di Indonesia.

Di dalam prosedur ini dijelaskan antara lain:

– Jenis alat ukur (custody meter) yang akan digunakan.

– Sistem dan cara kerja alat ukur yang akan digunakan.

– Standard yang diacu untuk pengukuran, perhitungan dan prosedur untuk menentukan volume, penentuan kuantitas aktual dari crude oil termasuk pengurangan terhadap sediment and air, dan pengukuran kualitas crude oil.

– Sistem pelaporan secara periodik (misalnya laporan bulanan ke BPMIGAS).

Dan hal2 lain yang perlu dicantumkan yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.