Partner joint venture dari lahan minyak Tindalo di Palawan basin di offshore Filipina telah diberi lampu hijau untuk mengembangkan lahan. Nido Petroleum Ltd, Perth, berfungsi sebagai operator lapangan, yang terletak di Wilayah Kontrak Service 54A.

Penulis : Rick Wilkinson

Partner joint venture dari lahan minyak Tindalo di Palawan basin di offshore Filipina telah diberi lampu hijau untuk mengembangkan lahan. Nido Petroleum Ltd, Perth, berfungsi sebagai operator lapangan, yang terletak di Wilayah Kontrak Service 54A.

Pembangunan senilai 20 juta dolar akan mencakup penyewaan rig jack up untuk first reenter dan menyelesaikan sumur penemuanTindalo-1 yang tertunda, yang awalnya dibor pada tahun 2008. Rig akan tetap di lokasi untuk memberikan stable weather-tolerant production platform di perairan dangkal.

Nido akan menginstal pompa submersible sebagai bagian dari penyelesaian sumur untuk membantu dalam mempertahankan tingkat produksi di seluruh kehidupan lahan.

Minyak akan dipompa kedalam floating storage yang disewa dan offtake vessel.

Nido berharap untuk menghasilkan minyak pertama selama kuartal kedua 2010 pada tingkat awal 7,000-15,000 b / d. Taksiran cadangan sekitar 5 juta bbl.

Pilihan pengembangan ini menarik karena rendahnya biaya modal dan peralatan dapat dipindah dengan mudah dan cepat untuk mencari dan menghasilkan target berikutnya di kawasan.

Nido memegang 50% di JV. Mitra termasuk Kairiki Energi, 35%, dan Trafigura Ventures, 15%.

Sumber: www.ogj.com