Select Page

Metode untuk laying pipa yang paling save pake HDD, tapi memang high cost. Alternatif lain bisa menggunakan metode bore, lebih less cost. Metode open cut mungkin bisa dilakukan pada saat volume air memungkinkan dengan membangun temporary cofferdam atau re-route arus air, tetapi barangkali tidak acceptable karena berpotensi mengganggu lingkungan dan socio-economic penduduk disekitarnya.

Tanya – budiawanbb

Dear rekan-rekan milister,

Mohon pencerahannya tentang metode laying pipa yg melintasi sungai (river crossing) dimana lebar sungai ± 200 mtr dan kedalaman sekitar 6~8 mtr dan arus yg cukup kencang. Ukuran pipa yg akan digelar adalah 8′ dan 12′ dan disyaratkan pipa harus ditanam pada kedalaman ± 2 mtr di bawah dasar sungai.

Terimakasih & salam hangat,

Tanggapan 1 – Didik Pramono

Pak Budiawan,

Metode paling save pake HDD, tapi memang high cost. Alternatif lain bisa menggunakan metode bore, lebih less cost. Metode open cut mungkin bisa dilakukan pada saat volume air memungkinkan dengan membangun temporary cofferdam atau re-route arus air, tetapi barangkali tidak acceptable karena berpotensi mengganggu lingkungan dan socio-economic penduduk disekitarnya.

Biasanya dalam kajian AMDAL atau UKL/UPL telah dianalisa, metode apa yang paling feasible untuk diterapkan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan socio-economic penduduk disekitarnya.

Tanggapan 2 – hadi muttaqien

Saya berpendapat HDD paling aman untuk laying pipa yang melintasi sungai lebar, pengalaman saya ber-HDD di sumatera Selatan dan Jambi perlu diperhatikan musim, tinggi air sungai maksimum dan daerahnya lahan rawa atau tidak, karena bisa saja lokasi peralatan HDD bisa menjadi terletak di genangan air, atau air sungai meluap. Paling tidak dari as sungai harus aman minimum 300 meter.

Tanggapan 3 – Sirait

Pak Budiawan,

mau dipasang di daerah mana pak?

baru – baru ini kami melakukan metode open cut untuk river crossing, pipa 8′ dilindungi casing 12′. lebar sungai kira2 60 meter.

Tanggapan 4 – budiawanbb

Terima kasih buat semua respon yg positif dari rekan-rekan milister.

Rencana pemasangan pipa ini di daerah Kualasimpang.

Mohon pencerahan dari rekan-rekan apakah yg menjadi kriteria atau dasar utk memutuskan pipa tsb ditanam hingga kedalaman tertentu dari dasar sungai atau pipa tsb cukup dilaying di river bed dengan ditambahkan semacam pemberat?

Terimakasih atas perhatian rekan-rekan.

Tanggapan 5 – hadi muttaqien

Untuk laying pipa di sungai pada river bed/shallow river bisa saja setelah diging, laying dan diatas pipa di taruh pemberat beton, itu juga umum dilakukan, perhitungan stress pipa dan teknik instalasinya diperhitungkan dengan benar, alat2 beratnya antara lain bisa di pakai float crane untuk meletakkan pemberat (concrete weight), tetapi arus dan tinggi air agar di perhitungkan benar. Di proyek saya dulu pernah melakukan peletakkan pemberat diatas pipa (diamater 32′) dengan menggunakan helicopter pada daerah rawa (tidak ada arus air), itu juga bisa sebagai alternatif pekerjaan anda. Jangan lupa sekali lagi perhatikan waktu pengerjaan/konstruksi/laying tidak pada musim hujan.

Tanggapan 6 – Didik Pramono

Pak Budiawan,

Metode paling save pake HDD, tapi memang high cost. Alternatif lain bisa menggunakan metode bore, lebih less cost. Metode open cut mungkin bisa dilakukan pada saat volume air memungkinkan dengan membangun temporary cofferdam atau re-route arus air, tetapi barangkali tidak acceptable karena berpotensi mengganggu lingkungan dan socio-economic penduduk disekitarnya.

Biasanya dalam kajian AMDAL atau UKL/UPL telah dianalisa, metode apa yang paling feasible untuk diterapkan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan socio-economic penduduk disekitarnya.

Tanggapan 7 – Henry Margatama

Ada metode yg disebut ‘Horizontal Directional Drilling (HDD)’. Bapak tidak perlu melakukan trenching, yg harus dipersiapkan adalah alat drilling dari hulu ke hilir melewati bawah tanah. Skema ttg HDD itu sendiri Bapak mungkin bisa melakukan googling.

Tanggapan 8 – mbatack

Mas Budi,

Kalau mengenai regulasi, to be honest saya tidak mengetahui dengan pasti, hal-hal apa saja yang harus dipenuhi untuk melakukan pipe lying accross river.
Tetapi kalau secara teknis, bisa mempertimbangkan metode ‘pipe jacking’, dimana prinsipnya adalah melakukan pengeboran horizontal. Teknik ini dipergunakan untuk ‘mengebor dan memasang’ pipa secara simultan dengan peralatan hidrolis.Tentu saja saat pengeboran / jacking juga memerlukan pompa untuk sirkulasi lumpur bor dan mengangkut / membawa cutting keluar.Untuk mencegah infiltrasi air tanah dangkal saat pengeboran, umumnya dipergunakan bahan kimia yang bersifat sebagai ‘water retarder’ sekaligus memperkuat struktur tanah (sementara).
Hanya, apakah peletakan pipa 2 meter dibawah river bed sudah memadai? Ini mengingat bahwa river bed umumnya tersusun oleh material lepas, yang sangat mudah ter-disintegrasi.
Kalau sedang main-main ke Bali, kebetulan sedang ada kegiatan sejenis disekitar Kuta. Kelihatannya dilakukan untuk meletakkan sewerage pipe.

Tanggapan 9 – Muhammad Syamsuddin

Pak Budiawan,

Untuk lebar sungai 200 meter mungkin yang paling memadai adalah dengan HDD (horizontal Directional Drilling).
Cuma perlu diperhatikan lingkungan dimana lokasi HDD akan dilaksanakan. Karena ada potensi efek pencemaran lingkungan dari rembesan bentonite yang menyebabkan kekeruhan sementara ke sungai dan sumur.
Oleh karena itu, sebelum dilakukan HDD, harus ada assessment terhadap dampak lingkungan, RKL, UPL, upaya2 dan rencana mitigasi termasuk sosialisasi terhadap penduduk sekitar yang mungkin sumurnya akan terkena dampak dari HDD ini (mungkin juga ganti rugi ke warga yang sumurnya tertutup bentonite).
Bentonite sendiri sebenarnya adalah material yang environment friendly, tidak beracun. Bahaya yang ditimbulkan nya adalah kekeruhan air sungai secara sementara.

Ini ada file yang mungkin bisa sedikit membantu mengenai HDD. Pak Moderator mohon ijin attachmentnya.

Share This