Penggunaan NET atau jaring sudah biasa di terapkan di project bangunan bertingkat tinggi,khususnya di perkotaan dimana aktifitas disekitarnya cukup tinggi.
Kalau anda ada waktu,cobalah jalan2 dan tanyakan kepada pihak kontraktor pembangunan gedung di sekitar BALOI di belakang BCS mal ada project bangunan dan mereka menggunakannya.

Tanya – cak.topan@batam

Mohon informasi ato referensi dari rekan2 di HSE yang mengerti hal ini.
Kami sedang mengerjakan project dengan ketinggian struktur hingga 80m.
PM kami concern terhadap bahaya kejatuhan benda, seperti pipa scaffolding 6m, clamp ato benda2 kecil lainnya dari ketinggian tersebut ke tanah. Di ground level, kami masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pada saat ini, kami menerapkan barikade dengan luasan sebesar area kerja diatas ditambah 3 meter.
Klien merasa ini kurang aman mengingat potensi benda yang akan jatuh dari ketinggian tersebut, juga akan keluar dari barikade tersebut.
Maka dianjurkan diperluas menjadi 15 derajat (diukur dari ketinggian area). Timbul masalah baru, barikade tersebut meluas sehingga malah menghalangi orang untuk bekerja. Produktivitas menurun.

PM menyarankan untuk menggunakan jaring ato struktur yang mengurangi bahaya kejatuhan benda ini
Adakah dari anda mengerti konsep ini?
Dimana mencarinya?
Ato, anda punya solusi lain?

Tanggapan 1 – abdi raja

Topan,

penggunaan NET atau jaring sudah biasa di terapkan di project bangunan bertingkat tinggi,khususnya di perkotaan dimana aktifitas disekitarnya cukup tinggi.
kalau ada waktu,cobalah jalan2 dan tanyakan kepada pihak kontraktor pembangunan gedung di sekitar BALOI di belakang BCS mal ada project bangunan dan mereka menggunakannya.

Tanggapan 2 – eliz emil

Pak Topan,

Tepat sekali yang diinfo-kan oleh P’Abdi sprti email dibawah ini. Saya pun saat ini sedang mengerjakan project building tapi tidak terlalu tinggi kok, hanya saja beberapa waktu lalu kami juga menemui masalah seperti yang Bapak alami. Pada akhirnya solusi yang kami ambil guna untuk menghindari bahaya kejatuhan benda dan/atau near miss, kami menambahkan:

1). Toe board / Kick board disepanjang sisi luar catwalk scaffold.

2). Memasang safety net/jaring pengaman diseluruh area scaffold.

Tanggapan 3 – Hariz

Dear Pak Topan,

Dari pertanyaan Pak Topan, resiko yg ingin diminimalkan adalah jatuhnya material yg relatif ‘kecil’ spt pipa scaffolding, clamp, kunci,dll. dan dgn memperluas area barikade (15dgree) di ground floor yg menjadi kendala pd proses konstruksi (di ground floor),
Bagaimana bila area barikade tidak diperluas 15 derajat, tetapi di ground floor dibuat scaffolding yg sifatnya sebagai roof utk memproteksi pekerja yg beraktifitas di ground floor. Tentunya dgn luasan yg reasonable -secukupnya- agar tidak menghambat aktifitas pekerja. Sedangkan peralatan standard scaffolding seperti safety net & toe board tetap/harus dipasang sebagaimana mestinya.
Dengan adanya roof dari papan scaffolding yg rapat, saya kira mampu menahan material spt yg bapak sebutkan sebelumnya, dan perluasan area barikade tidak sebanyak 15 derajat, tetapi seluas sisa area yg tidak ter-cover oleh roof scaffolding tsb, sehingga area aktifitas relatif masih cukup utk pekerjaan sedangkan resiko material jatuh dpt diminimalkan.
demikian, semoga dapat bermanfaat…..

Tanggapan 4 – cak.topan

Terima kasih atas feed back yang diberikan serta share pengalaman yang diberikan.

Mengenai jaring, pak. Saya mengulangi pertanyaan di bawah ini.

Apakah ada spesifikasi khusus?
Dimana nyarinya ya?

Tanggapan 5 – abdi raja

Topan,

penggunaan NET atau jaring sudah biasa di terapkan di project bangunan bertingkat tinggi,khususnya di perkotaan dimana aktifitas disekitarnya cukup tinggi.
kalau ada waktu,cobalah jalan2 dan tanyakan kepada pihak kontraktor pembangunan gedung di sekitar BALOI di belakang BCS mal ada project bangunan dan mereka menggunakannya.

Tanggapan 6 – bito@eng.ui.

Ada satu hal yang paling basic yang justru di Indonesia sering terlewatkan atau diabaikan. Di jepang setahu saya sudah jadi keharusan yang ketat sehingga akhirnya yang tidak di ketinggianpun melakukannya mungkin supaya tidak repot lagi mengganti peralatan. Yaitu bila bekerja pada ketinggian helmet pekerja HARUS bertali dan terikat di kepalanya. Kita masih sering lihat pekerja kita di proyek bangunan tinggi ataupun sedang naik keatas rig (sampai monkey board) menggunakan helmet biasa yang tidak bertali.
Maksud sebagai peralatan safety bagi kepala si pekerja bisa menjadi hazard bagi pekerja lain dibawahnya bila lepas walaupun sudah ada net atau jaring.

Tanggapan 7 – ali azizan

Cak topan , Dear KMI

Saya pernah terlibat walaupun secara tidak langsung terhadap pembangunan gedung tinggi.

Dari beberapa masukan yang di berikan oleh para milis di sini , mereka adalah praktisi dan sangat benar apa yang mereka kemukakan . Perlu di pasang barikade dan juga jaring pengaman .

Saya ingat pernah diskusi tentang working at high level , dengan salah satu praktisi HSE , ternyata di jakarta pernah terjadi bukan hanya material tetapi kejatuhan orang . Dapat di bayangkan bahwa safety adalah yang paling utama terutama terhadap diri kita .

Mengenai kejatuhan material , sebenarnya ini mungkin ide yang nyeleneh karena saya melihat dari perlakuan tetangga pada waktu mengambil buah Mangga .

Yang mereka lakukan adalah dengan memakai kain panjang atau bahkan sarung , nah dari sana saya berpikir , kenapa tidak kita pakai sistem atau metode yang sama .

Memang jaring adalah hal yang hampir sama dengan kain tersebut , cuma kekurangan nya jaring ini masih ada spot atau lubang yang bisa menyebabkan jatuhnya material yang kecil seperti bolt , nut dan lain lain sementara dengan kain atau sarung tidak ada celah sedikitpun untuk benda jatuh.

Saya punya masukan , bagaimana KALAU JARING YANG ADA DI LAPISI DENGAN TERPAL YANG CUKUP TEBAL . Selain dari bisa benar benar mengabsorb kejatuhan material , juga masih bisa memungkinkan orang bekerja di bawahnya apalagi kalau hujan , pekerjaan masih tetap bisa berjalan di bawah nya .

Terus terang ide ini tidak lazim , tetapi tidak ada salah nya kalau cak topan lakukan . Lagipula saya rasa biaya yang di keluarkan tidak akan banyak.