Hubungan Arus Pendek atau Short Circuit (kadang disebut Korsluiting/konslet) itu terjadi akibat adanya hubungan ilegal atau tidak pada tempatnya antara line/phase yang berbeda (bila lebih dari 1 phase) dan atau antara phase dengan netral dan atau dengan ground. Dalam keseharian, short circuit disalahartikan sebagai semua gangguan listrik. (referensi: Wikipedia – Short Circuit).

Tanya – Pala Utama

Saudara se tanah air,

Sering sekali kita dengar kebakaran karena arus pendek, yg membuat saya ga habis pikir kenapa kalau sudah tahu arus pendek dapat mengakibatkan kebakaran, apa tidak ada solusinya dari pihak pemerintah atau PLN menerapkan peraturan2, sehiingga tidak ada lagi terdengar kebakaran akibat arus pendek, sepertinya hal ini dianggap macam bencana alam biasa, padahal ini ke teledoran manusia, apakah tidak pernah terpikir oleh kita untuk mengadakan inspeksi berkala spt:

1.Pemerintah membuat peraturan setiap 3 tahun harus ada pengecekan installasi listrik di rumah,kantor atau Pabrik dan di keluarkan sertifikat setelah pengecekan.

2.pengecekan mungkin gratis atau kalau ada biaya yg tidak membebankan masyarakat.

ini semua perlu di lakukan, karena kita tidak tahu kabel2 sudah di makan tikus, atau akibat kabel tidak kuat menahan arus akibat sambungan yg tidak sempurna (kendor), sehingga terjadi gesekan yg dapat mengeluarkan api.

kenapa kita tidak mau belajar Profesional sedikit, sehingga kerugian2 yg itu2 lagi tidak perlu terjadi atau berkurang secara signifikan.
maaf ini pemikiran masyarakat awam.

CMIIW correct Me If I am Wrong

AMIIR Accept Me If I am Right

Tanggapan 1 – Antoni Ginting

Arus pendek terjadi kan karna over current atau kelebihan beban. Dan sy kira utk setiap instalasi rumah2 sdh sesuai standart. Dan apabila terjadi kelebihan mk breaker akan bekerja memutus arus.

Yg jd masalah adalah apabila ada outlet tambahan. Seringkali user (kita2ini) menggunakan kabel tambahan asal2an demi murah. Bgmn mungkin kabel kecil yg hny bisa dipakai utk tape tp dipakai utk kulkas, gabung mesin cuci?

Coba kita perhatikan di pasar2 pedagang yg menumpuk2 pemakaian kabel kecil utk lampu kipas tv?

Dimanakah sering terjadi kebakaran krn arus pendek?

Tanggapan 2 – syamsul_mansur

Ya memang utk kejadian2 semacam ini sangat dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat,

Sbg contoh Singapore, sependek pengalaman saya sbg Electrical Facility disini Pemerintah selalu melakukan pengecekan thd Electrical Equipment secara berkala baik perbulan, per 6 bln, maupun per1 tahun.

Sedangkan bagi masyarakat sendiri sangat ditekankan oleh pemerintahnya utk tidak melakukan perubahan / penambahan /
ataupun penggantian kabel selain yg telah diinstall oleh pemerintah meskipun dirumah sendiri.
Kalaupun kita akan melakukan hal2 tsb, dianjurkan untuk memakai jasa yg certified biasanya dikenal dg LEW ( License Electrical Worker ),
bisa saja meggunakan jasa tanpa LEW tapi kalo kedapatan dendanya besar atau kalo nggak masuk jail deh ….

Tanggapan 3 – nur

Mungkin kebanyakan kebakaran bukan hanya dari arus pendek, biasanya kebakaran terjadi disertai ledakan tabung gas.

Dari analisa saya bukan karena konslet/ hub pendek arus. Salah besar kalo karena hub arus pendek. Sebetulnya mereka install dah bagus. Cuma dari rumah2 dulu biasa pakai minyak tanah dan berpindah ke pemakaian gas.

Kebocoran gas tersebut bisa dari hubungan tabung ke selang gas, bisa juga selang ke kompor.

Dengan ruang dapur yang kurang pengeluaran gas nya sehingga gas tersebut terakumulasi, bayangkan ketika uap gas tersebut sampai diinstalasi listrik (lampu, saklar, sambungan kabel) yang terjadi potensi spark listrik (kasat mata /yang tidak)akan terjadi kebakaran.
Karena percikan listrik yang tidak terlihat mata tersebut akan berdampak ketika bertemu sama gas LPG.

Karena hampir semua instalasi listrik dirumah2 memakai komponen yang potensial spark dan memicu kebakaran.

Coba instalasi perumahan memakai semua alat Indeks Protection(IP) yang sesuai maka akan sangat mahal buat suatu rumah tangga. Alangkah baiknya semua instalasi digroundkan untuk mengurangi potensi spark tersebut, atau dipasang exhaust/kipas angin yang cukup untuk menarik gas tersebut. Sehingga kadarnya ngak membahayakan dan berpotensi kebakaran.
Moga tips ini bisa mencegah bencana kebakaran yang sering terjadi di rumah-rumah. Karena sekarang pemerintah dah mulai mengkonversi ke pemakaian gas.

Tanggapan 4 – Surachmat Radiya

Sedikit sharing, mohon dikoreksi kalau salah.

1. Hubungan Arus Pendek atau Short Circuit (kadang disebut Korsluiting/konslet) itu terjadi akibat adanya hubungan ilegal atau tidak pada tempatnya antara line/phase yang berbeda (bila lebih dari 1 phase) dan atau antara phase dengan netral dan atau dengan ground.

2. Dalam keseharian, short circuit disalahartikan sebagai semua gangguan listrik. (referensi: Wikipedia – Short Circuit).

3. Sebenarnya, jika terjadi short circuit (yang mana arus-nya tinggi karena resistansi kecil sekali) maka breaker akan trip dan fuse akan putus. Sehingga aliran listrik terputus.

4. Begitu pula jika terjadi over current atau over load atau kelebihan beban. Maka breaker/fuse akan trip/putus (kecuali rating breaker/fuse tidak sesuai dengan kapasitas kabel). Aliran listrik pun terputus.

5. Lain halnya jika ada sambungan yang kendor atau sedikit terkelupas (dimakan tikus) dan basah (karena atap bocor). Bisa terjadi panas berlebihan di titik tersebut. Breaker atau fuse tidak mendeteksinya sebagai fault/over current karena masih di bawah ratingnya. Seiring berjalannya waktu, panas yang terjadi adalah = IxRxIxt (disingkat IRIt). Dimana I adalah arus, R adalah resistansi yang terbentuk di titik tersebut dan t adalah waktu). Ini jadi seperti bom waktu yang cepat atau lambat akan membakar rumah melalui kayu2 di plafon, dll. Karena letaknya yang tersembunyi inilah seringnya tidak diketahui penghuninya.

6. Tentunya selain point #5 di atas, adanya komplikasi dengan gas atau apapun yang bisa memicu terjadinya kebakaran patut diperhatikan.