Wall thickness semakin kecil semakin mudah instalasinya, tidak menjadi berat. Pemilihan material grade juga tergantung kebutuhan desain pressurenya. Material grade semakin tinggi semakin kurang keuletannya (toughness), semakin tinggi gradenya juga weldabilitynya lebih lama.
Jadi harus melalui material selection study yang ketat dulu.

Tanya – novan dwi

Dear all,

Mohon pencerahan, saya baru di bidang migas. Berapakah thickness max pipa (welding) yg masih feasible di plant maupun pipeline,sebelum kita mengganti ke material dgn grade yg lebih tinggi?
Terimakasih.

Tanggapan 1 – yusuf sopyan

Pertanyaan nya masih terlalu umum Pak,

Jika bapak sedang mendesain Piping silahkan refer ke B31.3, Jika Pipeline untuk Gas ( B31.8, DNV 81, OS F101, dll), Crude (B31.4 DNV, dll).

Jika bapak sedang meng-assess pipa yang sudah terkorosi, silahkan Refer ke B31.G dan DNV RP F101 (Pipeline), API 579 (Piping).

Mohon diperjelas.

Tanggapan 2 – Andrian, Vozi

Mas Novan,

Pertanyaannya masih terlalu general, akan tetapi saya akan coba jawab dengan memberikan list yang perlu dipertimbangkan:

1. Pipanya apa, Stainless Steel, Carbon Steel, Grade berapa..?

2. Berapa Nominal Thickness, Schedule dan Diameternya?

3. Design Pressure dan Design Temperature untuk Pipe Specnya Berapa?

4. Design Presure dan Design Temperature untuk Operasinya Berapa?

5. Operating Pressure dan Operating Temperaturenya Berapa?

6. Kapan commissioning date Pipa Tersebut?

7. Berapa joint effisiensi nya?

8. Berapa toleransi manufacturenya?

9. Apakah ada data2 inspeksi sebelumnya untuk menghitung corrosion rate

Jika data2 tersebut dipenuhi kita bisa ambil salah satu acuan alarm, yaitu MAWT. Atau alarm lain yg lebih kecil dari MAWT, missal alarm valuenya sudah setengah perjalanan menuju MAWTnya.

Semoga menjawab, dan silakan bagi anggota milis lain yg ingin menambahkan.

Tanggapan 3 – novan dwi

Terimakasih tanggapnya.

Maaf klo pertanyaanya masih general. Klo diperjelas pertanyaannya sprti ini: taruhlah kita mmpunyai semua data teknis dan di hitung kebutuhan thick sebesar 50mm untuk NPS 20 API 5L GR.B (contoh). Apakah nilai sekian tersebut masih feasible dipandang dr aspek welding,testing,cost,costruction?

Jika tidak feasible maka akan di rubah ke grade matrial yg lebih tinggi mgkn X52.
Terkait pertanyaan diatas adakah rule of thumb untuk batas penggantian material ke grade yg lbh tinggi?

Tanggapan 4 – Raditya Joko Aryanto â„¢

Kalau untuk feasible atau tidak, tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan project.
Langsung di compare aja mas novan costnya jika menggunakan grade yang awal dan grade yang lebih tinggi secara side by side.
Tapi menurut saya perbedaannya tidak signifikan.

Tanggapan 5 – Andy Suhendro

Pak Novan,

as per ASME B31.3, untuk thickness diatas 19 mm harus ada Heat Treatment yg tentunya mempunyai pengaruh dari sisi biaya maupun waktu.

Tanggapan 6 – Zulkifli Taher

Pak Andy Suhendro,

Sudah pada ASME B31.3 terbaru, batasanya sekarang jadi 20 mm tapi dalam satuan inchi tetap yaitu 3/4′.

Tanggapan 7 – karyo pelor

wall thickness semakin kecil semakin mudah instalasinya pak, ga jadi berat…..pemilihan material grade jg tergantung kebutuhan desain pressurenya.

material grade semakin tinggi semakin kurang keuletannya (toughness), semakin tinggi gradenya jg weldabilitynya lebih lama…..

jadi harus melalui material selection study yg ketat dulu pak.

Tanggapan 8 – Leryflounder

Kalo ngelasnya Ada seribu joint ketebalan 50 mm, tiap joint perlu PWHT,,tentunya Akan lebih mudah ngelasnya pake ketebalan yg lebih tipis Tampa harus melakukan PWHT, saya kira engineer Akan memperhitungkan segala aspek dalam penentuan grade material, ketebalan dan diameter yg di gunakan.

Tanggapan 9 – novan dwi

Melanjutkan reply dari Pak Lery, pastinya akan banyak pertimbangan jika menggunakan thickness tebal(taruhlah 50mm) baik dari sisi welding dll. Dari welding aja pasti konsumsi fillernya lebih banyak, terus waktu pengerjaan, belum lagi jika line yang bersangkutan membutuhkan requirement RT 100%. Sekali gagal mgkn akan jadi masalah di repairnya. (CMIIW)…

terus dari construction mgkin weight jauh lebih besar,proses install yang berbeda jika banding thickness kecil…(pak karyo).
juga aspek PWHT(pak andy) ini akan berpengaruh ke cost dan pembanding ini bukan hanya dari harga material aja…

Dari pertimbangan yang disebutkan bapak2, kira2 ada rule of thumb yang bisa jadi referensi tidak… atau mungkin dari bapak2 yang berpengalaman, berapa thickness yang paling optimum yang pernah di kerjakan/diinstall untuk mengakomodir perimbangan diatas sebelum kita merubah ke grade material yang lebih tinggi….

Terimakasih.

Tanggapan 10 – Leryflounder

Hitungan sederhana bila hanya mempertimbangkan tikness gampang aja kok pak,kalo ingin setipis mungkin tebal pipanya dengan grade material yang sma Tinggal perkecil diameter pipanya atau untuk diameter yang sama naikan grade materialnya,toh untuk pengelasan ngak Akan terlalu
bermasalah bila mengunakan pipa X-52 atau X-70 .
Coba liat pipeline rule off tumb punya calisster sepertinya membahas sangat detail.

Tanggapan 11 – Putra Ss

Pa Novan,

Coba di perjelas lagi scopenya, ini untuk keperluan pipeline (offshore) ataukah utk piping process.

Krn kalau utk pipeline, bukankah memang lebih prefered menggunakan gr x52 or x(other) dari pada gr b.

Dan kalau keperluannya untuk piping process, bukankah yg digunakan memang gr B, jadi pa novan tdk perlu menggantinya dgn gr yg lebih tinggi, krn kalau memang dari calculasi didapat wt 50mm (sch160), maka itu tentunya sudah mengcover dari factor2 design.
Dan kalau ga salah, harga x52 itu lebih mahal dari gr b.
Juga utk pwht adalah mutlak utk wt 50mm (pipeline or piping process).