Select Page

Untuk instalasi pipeline yang menggunakan (termasuk crossing) daerah milik jalan dan jalur kereta api, coba lihat PP No.34 tahun 2006 tentang ‘jalan’ dan Kepmenhub No.KM 53 tahun 2000 tentang ‘perpotongan dan/atau persinggungan antara jalur kereta api dengan bangunan lainnya’.

Tanya – Haryo Bawono

Rekan-rekan,

Mohon pencerahan mengenai ‘Jarak Aman untuk Pipa Penyalur Gas’.

1. Faktor apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan jarak aman untuk Pipa Penyalur Gas.

2. Apakah ada Standard/ Kriteria yang mengatur hal tsb, sementara ini saya masih mengambil referensi dari SK Menteri Pertambangan dan Energi No.300.K/38/M.PE/1997 Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak Dan Gas Bumi.
Apakah ada sumber referensi lain?

Tanggapan 1 – Admin Migas

Coba lihat keputusan Ditjen Migas No. 84.K/38/DJM/1998 dan PTK BPMIGAS No. 012/PTK/II/2007. Tapi didalamnya juga mengacu pada Standard ANSI/ASME B-31.4 & B-31.8, ISO 13623, API 1104 dan API 1107.

Tanggapan 2 – Didik Pramono

Pak Haryo,

Menambahkan yang disampaikan Pak Budhi.

Untuk instalasi pipeline yang menggunakan (termasuk crossing) daerah milik jalan dan jalur kereta api, coba lihat PP No.34 tahun 2006 tentang ‘jalan’ dan Kepmenhub No.KM 53 tahun 2000 tentang ‘perpotongan dan/atau persinggungan antara jalur kereta api dengan bangunan lainnya’.

Untuk instalasi pipeline yang berdekatan (termasuk crossing) dengan jalur SUTT/SUTET, coba lihat Kepmen ESDM No.1457K/28/MEM/2000, Lampiran V tentang ‘kriteria tata ruang aspek pertambangan dan energi’ dan SNI 04-6918-2002 tentang ‘ruang bebas dan jarak bebas minimum pada SUTT dan SUTET’.

Share This