Diantara peralatan kegiatan migas, rig minyak adalah salah satu peralatan yang harganya mahal dan kompleks. di Indonesia selama ini perusahaan migas umumnya hanya menngunakan rig secara menyewa dan hanya sebagian kecil yang membeli. Apakah diantara rekan-rekan ada yang mempunyai informasi mengenai seputar harga rig dan bagaimana pasar rig saat ini.

Tanya – A su

Mohon saran dan masukan

Diantara peralatan kegiatan migas, rig minyak adalah salah satu peralatan yang harganya mahal dan kompleks. di Indonesia selama ini perusahaan migas umumnya hanya menngunakan rig secara menyewa dan hanya sebagian kecil yang membeli. Apakah diantara rekan-rekan ada yang mempunyai informasi mengenai seputar harga rig dan bagaimana pasar rig saat ini.

Informasi yang saya peroleh harga rig itu searah dengan harga minyak, lalu dengan harga minyak yang relatif rendah saat ini apa bisnis rig masih menarik untuk dijalankan mengingat harga pengadaanya sudah mahal….terima kasih.

Tanggapan 1 – paul kristianto

Menurut sepengetahuan kami, bahwa bisnis service di dunia minyak dan gas sangat dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. Dan itu termasuk di negara Indonesia.

Tanggapan 2 – mohamad syahroni

dear all,

jika kita berbicara harega sewa rig,maka akan sangat berkaitan dengan harga minyak dunia, tapi ada lagi yang bisa membuat perbedaan harga sewa yang cukup signifikan, yaitu masuknya rig-rig buatan china yang natabene kurang berkualitas,,
jadi selain melihat vendor rig dan harga minyak dunia, pabrikan rig juga harus diperhatikan,,

Tanggapan 3 – Sulistiyono@bwpmeruap

Tahun ini kami menyelesaikan infill drilling terhadap 10 sumur, diantaranya menggunakan rig buatan China namun ternyata mesin2nya buatan Amerika. Pemboran berjalan cukup baik. harga berkisar USD 20 per HP per day.Pemboran hanya sampai kedalaman dibawah 1,500 meter. Mestinya cukup dengan rig 550 HP.Minyaknya pada mengalir (flowing) .

Tanggapan 4 – Ron1

Sedikit share saja;

saya tidak akan menyangkal jika ada yang berpendapat bahwa Rig China kurang berkualitas, mungkin karena selama ini sudah berkembang anggapan seperti itu, atau Rig China yang kebetulan didapati seperti itu.
Tapi ga semua pak, pengalaman kita make Rig China; bagus juga.
Kita pernah ngebor 10,000ft x 3 well, berhasil. Namun ada tetangga kita yang ngebor ; bukan pake Rig China; ngebor di 4000 ft-an saja sudah stuck dan abandoned ga sanggup lanjutin.

Tanggapan 5 – Budi Nurtanio

Mas A Su’ , mau sumbang saran mdh2an ada gunanya mngnai pasar rig..

Coba mas hubungi PT.PETRODRILL MANUFAKTUR INDONESIA, dg bp.Indra Madewa di indra@petrodrill.co.id atau hp 0811.881714.

Sekilas,PETRODRIIL selain manufact, supplying, serv,di oil&gas juga membuat/mengassmbling rig dari usa utk ekspor , dg harga bersaing.
Manufacture fac. ada di ds cibening pamijahan kab .Bogor.

semoga berguna.

Tanggapan 6 – paul kristianto

Mas/Pak Asu (wah sebutannya kok nggak enak nih…. 🙂

Mungkin sebagai bahan awal anda bisa mencoba mengunduh di :

http://www.google.com/search?hl=en&source=hp&q=rates+for+drilling+rig&aq=f&oq=&aqi=

Bagaimanapun juga, akan sangat jarang suatu perushaan minyak memiliki Drilling Rig, yang pada dasarnya hanya akan menambah nilai CAPEX, thus nantinya membahayakan untuk nilai liabilities dikemudian hari. Oleh sebab itu, pada umumnya pihak Oil Company menyerahkan ke-pihak luar untuk menyediakan jasa drilling rig.

Pada dasarnya saat ini bukan saat yang tepat untuk menambah jumlah rig di pasaran. Namun dengan sejalannya perbaikan nilai harga minyak, yang saat ini ada prediksi untuk tahun depan sekitar US$80,0-90,0 per-barel, maka penyediaan jasa drilling rig bisa menjadi akan menguntungkan juga buat service company. Karena kegiatan eksplorasi akan berjalan dengan baik berdasarkan target nilai oil rates seperti itu. Indonesia sendiri sudah menunjukan keadaan eksplorasi yang sehat untuk tahun 2010.

Bahwa jasa penyediaan service untuk perusahaan minyak akan sangat bergantung dengan nilai harga minyak mentah. Saat ini baik, nelum tentu untuk 2 kuartal kedepan. Sangat liquid dan bisa hostile jika keadaan terulang seperti ditahun 2008.

Tanggapan 7 – A su

thanks pak, santai aja…it just a name..

kalo boleh saya tarik benang merahnya…bisnis rig untuk saat ini dalam posisi ‘hold’ penambahan kapasitas (rig) akan cenderung costly, penyebab utamanya adalah harga minyak. Dalam konteks bisnis rig di indonesia sendiri sebenarnya harga minyak itu faktor utama pendorong bisnia rig atau hanya insentif factor ya pak?

buat pemain di Indonesia, ada tidak acuan yang umum bisa dijadikan rujukan untuk menilai harga pasaran rig ?

Tanggapan 8 – Gunawan Raharjo

Cuma mau menambahkan pertanyaan:

Berdasarkan cerita temen2 di industri services (work over rig dan penyewaan rig) bahwa jumlah rig yg ada (ready) msh jauh di bawah kebutuhan yg ada sehingga rig yg beredar itu2 saja (termasuk companynya) dg kondisi rig yg rata2 sdh berusia lama namun dg wajah baru direforbish.

Mohon info yg akurat.

Tanggapan 9 – Sugeng Hariyadi

Salam semua anggota milis,

Nimbrung urun rembug ya…, klo mo komparasi harga rig…, saya sarankan anda pergi ke batam. Silahkan datang ke daerah Tanjung uncang, di sana ada ship yard company yang terbiasa bikin rig (offshore maupun onshore) mereka juga terbiasa merepair rig – rig yang dari luar…, kalau di daerah jawa timur.., silahkan anda datang ke Lamongan offshore base.

Smoga berhasil.

Tanggapan 10 – A su

DH,

saya tertarik untuk mengenai komparasi harga rig, apa bisa dapat alamat shipyard yang di Batam atau Jatim…plus sedikit mau tanya mengenai biaya mobilisasi rig..hitungan atau standarnya berapa ?