Temperatur operasi oli gearbox maksimum kira2 <90 deg C tergantung jenis oli yang anda pakai. Temperatur limit ini perlu dicek kalau anda pakai gearbox yang relative high-speed (2-stage reduction, rasio <45) dimana faktor thermal rating sangat penting dan radiator tambahan mungkin diperlukan. Kalau sudah 3-stage ke atas dan rasio >45, temperatur oli bisa diabaikan karena thermal ratingnya di atas mechanical rating.

Tanya – Dedi Permana

Dear rekans,

Apakah ada yang tahu Formula atau Rule of Thumb tentang bagaimana cara menghitung panas yang diserap Oil pada gear box?

Tanggapan 1 – Indera Sadikin

Dear Pak Dedi,

Menarik sekali pertanyaannya Pak. Detail formula saya kurang paham, tapi kalau Pak Dedi mau do it quick and dirty, bisa dari dynamic efficiecy gearbox (power delivered per power input). Untuk industrial gearbox, dynamic efficiency kira2:

Reduction – Dynamic efficiency

2 stage – 0.95

3 stage – 0.93

4 stage – 0.91

Supaya lebih pasti, cek lagi manual gearbox Bapak karena tiap manufacturer mungkin punya efficiency berbeda.

Misalkan untuk gearbox 30 kW, 3 stage, kalau diasumsikan semua power loss menjadi heat dan diserap oli (aktualnya bisa saja sebagian heat langsung transfer ke casing dan dilepaskan oleh fin casing), maka heat yang diserap oli = (1 – 0.93) x 30 kW = 2.1 kW. Semoga membantu Pak.

Tanggapan 2 – Dedi Permana

Dear Pak Indera,

Menyambung lagi nih Pak.

1. Apakah ada Rule Thumb lagi mengenai Oil yang mengatakan temperatur ‘Normal’ dan ‘tidak Normal’ pada oil gearbox dari tinjauan RPM, jumlah stage dan type gear yang digunakan?

2. Apakah Dynamic Efficiency berubah-ubah terhadap RPM?

Tanggapan 3 – Indera Sadikin

Dear Pak Dedi,

1. Temperatur operasi oli gearbox maksimum kira2 <90 deg C tergantung jenis oli yang anda pakai. Temperatur limit ini perlu dicek kalau anda pakai gearbox yang relative high-speed (2-stage reduction, rasio <45) dimana faktor thermal rating sangat penting dan radiator tambahan mungkin diperlukan. Kalau sudah 3-stage ke atas dan rasio >45, temperatur oli bisa diabaikan karena thermal ratingnya di atas mechanical rating.

2. Saya belum pernah ketemu literatur mengenai hubungan dynamic efficiency dan rpm. Tapi theoretically speaking, dynamic efficiency disebabkan oleh gesekan antar gear dan gesekan pada shaft. Secara sederhana, koefisien gesekan terbagi dua: statik dan dinamik (independen terhadap speed). Jadi kita bisa safely conclude bahwa dynamic efficiency tidak dipengaruhi rpm.

Tanggapan 4 – ebahagia

Pak Dedi, Pak Indera & rekan milis,

Pertanyaan di atas sangat menarik dan kebetulan pernah memakai kalkulasi tsb untuk penentuan ISO VG (viscosity grade) dan base pelumas (syn or mineral base), sayangnya sudah sangat lama & coba saya cari filenya.

Menambahkan email Pak Indera, setuju sekali pak soal temp kerja pelumas buat mineral grade <90C, syn >90C dan special lube* u/ high temp. Ini hanya dari sisi pelumas, kalo dari sisi mech part harus diperhatikan efek gesekan yang mengkontribusi temp pelumas dan life time komponen. Untuk gearbox jenis worm gear memang lebih extreme u/ itu sangat di sarankan memakai syn base plus extra extreme pressure (EP) additive (paket pelumas bukan tambahan). Permainan ISO VG dan paket additive juga mengantipasi variasi kondisi kerja alat: high or low speed, light or heavy duty, dsb.

Oil cooler memang bertujuan mendinginkan pelumas dari efek rapid aging (oksidasi) & menjaga viskositas yang terkait ketebalan lapisan film pelumasan.