Pemakaian oli pada alat berat ialah dipergunakan untuk mentransmisikan daya. dimana gerak yg dihasilkan akan lebih halus serta tenaga yg diperoleh lebih besar dari pada dg sistem pneumatik sebelum bapak mengganti oli rekomendasi manual book ke oli pertamina,,bapak harus mengetahui sifat fisis dari oli manual book tersebut. seperti : viscositasnya (pada 0 degC, PD 100degC), pour point, flash point, density dll. biasanya dalam manual book terdapat data tersebut, namun hanya sebagian saja, sifat lainya dapat dg melakukan pengujian oli tsb. setelah mengetahui data2 dari oli lama (manual book), bapak dapat mencari oli yg mempunyai sifat yg similar, mendekati atau bahkan sama.

Tanya – hendi simangunsong

Dear all.

Bisa dibantu informasi mengenai pemakaian oli pada alat – alat berat, seperti Engine, Hydraulic, Transmission, etc. Dimana saya ingin change Oli rekomendasi dari Dealer di Manual Book unit tersebut ke oli Pertamina.
Adakah yang mempunyai referensi untuk hal ini, bisa berupa Website atau file dokumen.
Dan hal apakah yang paling diperhitungkan untuk melakukan Change ini?
Untuk bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – achmad riyanto

Dear Pak Hendi,

Saya sarankan bapak langsung contact pertamina divisi oil industri & minta presentasi.
Mereka sudah punya list interchange nya serta comparationnya.
Ini juga yang dilakukan di perusahaan kami, sebagian sudah kita uji cobakan.

Misalnya dibawah ini:

KARAKTERISTIK SHELL TELLUS C PERTAMINA TURALIK C

ISO VG 10 68 150 10 68 150

KINEMATIC VISC

at 40oC, cSt 10 68 150 9.96 64.28 149.89

at 100oC, cSt 2.57 8.9 15.2 2.49 8.4 14.82

Visc Index 77 103 102 63 100 98

Density at 15oC, Kg/l 0.87 0.882 0.897 0.882 0.882 0.887

Colour, ASTM na na na 0.5 1 1.5

Flash Point, oC (COC) 169 210 225 143 240 245

Pour point, oC -33 -21 -9 -30 -21 -9

Tanggapan 2 – ebahagia

Dear Pak Hendi,

Sangat setuju email dari Bp. Achmad selama lube engineer dari supplier
pelumas ‘fair’ pada proses konversi spec pelumas. Referensi program
konversi pelumas adalah lube chart dari produsen mesin/peralatan – atau
minta bantuan konsultan pelumas.
Perlu di ingat yang punya kepentingan tertinggi adalah pihak pemilik
peralatan, selanjutnya produsen mesin/peralatan dan selanjutnya para
vendor produk-produk ‘consumable’ seperti pelumas.
Ada baiknya pihak produsen mesin di ajak bicara rencana switching produk
pelumas ini, kalo masih dalam masa garansi – perlu di pastikan apakah
rencana ini dapat memerubah garansi produk.

Secara karakterisik pelumas untuk aplikasi yang sama, misalnya hidrolik
dengan berbagai ISO VG. Hampir semua parameter pada PDS (product data
sheet) relative sama, mengingat para produsen pelumas akan mengikuti
spesifikasi yang di persyaratkan para produsen mesin/peralatan. Yang
terpenting dan ‘umumnya tersembunyi’ adalah kualitas additive package pada
masing-masing merk pelumas. Para pengguna pelumas akan merasakan perbedaan
setelah beberapa lama apalagi bila di monitor dengan program predictive
maintenance (oil analysis).

Kalo boleh saya sarankan, harap di buat list alasan-alasan kenapa perlu
dilakukan program konversi produk pelumas. Apa bila faktor harga persatuan
liter pelumas, sebaiknya di bandingkan kembali prosentase-nya terhadap
total cost (monthly base atau annual base). Sebagai gambaran anggaran
pelumas pada mesin diesel sangatlah kecil, berkisar 1~2% saja dari annual
O&M cost (diesel section only) tetapi punya ‘impact’ yang cukup besar
terhadap komponen biaya lainnya – seperti spare parts (20 ~ 30%). Hiding
cost pelumas adalah tingkat konsumsi gr/hp, gr/kWH atau mudahnya total
volume penambahan pelumas hingga drain/oil change period.

Sejauh pengalaman saya, hampir semua produsen pelumas mampu membuat
pelumas bermutu tinggi memenuhi spesifikasi produsen mesin/peralatan
(paket aditif di supply para vendor additive). Tetapi statement di atas
adalah bahasa teknis lab dan pabrikan pelumas, begitu sudah sampai di
dunia nyata (pasar & pemasaran) – penguasaan pasar (sebanyak apa divisi
penjualan dapat menjual perbulan) akan menentukan paket additive yang akan
di pakai /di beli – ujung-ujungnya disparitas kualitas pelumas.

Saya dukung niat Ada dalam penggunaan produk dalam negeri, produk
Pertamina semakin berkualitas dari waktu ke waktu.

Tanggapan 3 – Tri harso

dear pak Hendi.,

pemakaian oli pada alat berat ialah dipergunakan untuk mentransmisikan daya. dimana gerak yg dihasilkan akan lebih halus serta tenaga yg diperoleh lebih besar dari pada dg sistem pneumatik sebelum bapak mengganti oli rekomendasi manual book ke oli pertamina,,bapak harus mengetahui sifat fisis dari oli manual book tersebut. seperti : viscositasnya (pada 0 degC, PD 100degC), pour point, flash point, density dll. biasanya dalam manual book terdapat data tersebut, namun hanya sebagian saja, sifat lainya dapat dg melakukan pengujian oli tsb. setelah mengetahui data2 dari oli lama (manual book), bapak dapat mencari oli yg mempunyai sifat yg similar, mendekati atau bahkan sama.