Setiap rotating equipment selalu memiliki performance chart yang menyatakan rentang area kerja dari equipment. Rentang area kerja tersebut berhubungan dengan prosentase beban (bisa head, bisa daya yang dihasilkan, dll tergantung mesin nya) dan efesiensi. Setiap mesin selalu di desain untuk beroperasi pada daerah efisiensi terbaik nya, dan biasanya ini pada rentang 70 – 80 % dari maksimum load nya. Daerah ini biasanya dikenal sebagai best efisiensi point atau designed operating point. Ini adalah daerah terbaik untuk equipment running pada jangka waktu yang lama. Bila equipment di operasikan jauh dari designed operating point, tentu hal ini tidak baik bagi equipment dan tidak efisien bagi pemakaian. Banyak hal yang terkait misalnya pendinginan mesin tidak sempurna (air flow yang kurang), kurang sempurnanya pembakaran (pada GE Gas Turbine dry low NOx mode hanya bisa dilakukan pada beban di atas 70%), beban pada poros tidak optimal sehingga kekakuan bearing tidak optimal sehingga menimbulkan orbit poros yang tidak normal (meski amplitudonya bisa saja rendah), dll.

Tanya – agust setyatmoko

Dear All member,

Numpang tanya kepada rekan2 ahli;

Jika ‘Turbine generator’ running dalam kondisi ‘low load’ (beban generator Cuma 25% dari maximum) ada effectnya tidak ya, khususnya kepada turbine dan generator (rotor dynamic, bearing, etc)? apa justru baik untuk lifetime engine & generatornya?

mohon masukannya.
jika memungkinkan mohon disertakan referensinya.

Tanggapan 1 – Hendra, Ronny

Pak Agust,

Bapak tidak menjelaskan dengan detailed turbine apa yang di maksud.
Namun sebagai bahan referensi Bapak, untuk ‘gas turbine’, ada salah satu machine maker yang menuliskan ketika beroperasi pada load yang lebih rendah dari base load-nya, bisa terjadi peningkatan carbon monoxide (CO) emissions. Jadi sepertinya ini menyangkut issue lingkungan. Lebih jelas
Bapak bisa melihat ke link berikut:

http://www.powergeneration.siemens.com/NR/rdonlyres/65EB0CCC-5057-4B25-9
2E8-59EDC8B85C89/0/PowerGen08_LLOPFlexibilityforSiemenGClassGT.pdf?bcsi_
scan_0A56B731BA1B0396=0&bcsi_scan_filename=PowerGen08_LLOPFlexibilityfor
SiemenGClassGT.pdf

Soal rotor dynamic, menurut hemat saya jika tidak beroperasi pada resonance speed, vibrasinya acceptable, seharusnya tidak menimbulkan masalah. CMIIW.

Tanggapan 2 – achmad riyanto

Pak Agus,

Ikut menambahkan, menurut pengalaman & reference:

kalau dari rotor dynamic & bearing tdk banyak terpengaruh pak…tapi beroperasi pada load yang rendah sangat tidak efisien. Sebagai contoh gas turbine GE NP di tempat kerja, 0% base load membutuhkan 25% heat consumtion, sementara 100% Load butuh 100% load.
Part life time especially combustion & hot gas path akan lebih lama karena firing temperaturenya lebih rendah yang biasanya diconvert dalam Maintenance factor oleh si manufecturer.

Tanggapan 3 – Ilham B Santoso

P Agust,

Setiap rotating equipment selalu memiliki performance chart yang menyatakan rentang area kerja dari equipment. Rentang area kerja tersebut berhubungan dengan prosentase beban (bisa head, bisa daya yang dihasilkan, dll tergantung mesin nya) dan efesiensi. Setiap mesin selalu di desain untuk beroperasi pada daerah efisiensi terbaik nya, dan biasanya ini pada rentang 70 – 80 % dari maksimum load nya. Daerah ini biasanya dikenal sebagai best efisiensi point atau designed operating point. Ini adalah daerah terbaik untuk equipment running pada jangka waktu yang lama. Bila equipment di operasikan jauh dari designed operating point, tentu hal ini tidak baik bagi equipment dan tidak efisien bagi pemakaian. Banyak hal yang terkait misalnya pendinginan mesin tidak sempurna (air flow yang kurang), kurang sempurnanya pembakaran (pada GE Gas Turbine dry low NOx mode hanya bisa dilakukan pada beban di atas 70%), beban pada poros tidak optimal sehingga kekakuan bearing tidak optimal sehingga menimbulkan orbit poros yang tidak normal (meski amplitudonya bisa saja rendah), dll.

Jadi kesimpulannya yang terbaik bagi equipment adalah dioperasikan pada operating point desainnya, dan sebagai referensi bapak bisa mendapatkan di operating manual equipment bapak terutatam di performance chart equipment.