Constructability itu bukan sebuah proses yang harus diukur. Walaupun mungkin bisa diukur tetapi bukan itu tujuan utamannya. Prakteknya, constructability itu adalah study yang salah satu approachnya adalah workshop. Ya semua pakar yang relevant seperti multidiscipline engineer, lifting engineer, HSE and Quality profesional, welding engineer, etc. ngumpul di sebuah tempat, brainstorming, urung rembuk, dan bikin rekomendasi.

Tanya – winner yousman

Dear teman teman milis migas.

Saya mau menanyakan tentang CONSTRUCABILITY . Adapun info2 yang saya butuhkan adalah sbb :

(1). Apakah Definisi CONSTRUCABILITY dalam pekerjaan minyak dan gas?

apakah hanya sebatas design yang dibuat bisa di construct dilapangan atau tidak ?

(2). Apa kinerja/performance yang dapat diukur dalam CONSTRUCABILITY ?

(3). Bagaimana metode mengukur kinerja/performance CONSTRUCABILITY ?

(4). Apakah cukup data yang di perlukan hanya P&ID,Plot Plan, Key Plan, Piping Plan , Existing Drawing dan Tie in map ?

(5). Boleh sharing Template dan contoh2 Report Constructability yang sudah pernah rekan2 lakukan ?

Demikian, mohon maaf bila terlalu banyak, maklumlah masih awam di constructability.
Atas kesediaan dan berkenannya untuk sharing saya ucapkan Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Alvin Alfiyansyah

Mas Winner,

1. Constructability is The optimum use of construction knowledge and experience in planning, design, procurement, and field operations to achieve overall project objectives.
Constructability will ask ‘How do we build it ?’. Tidak hanya berurusan dengan design dan instalasi lapangan, masalah planning dan procurement akan berpengaruh pada constructability yang baik.

2.3. Metricnya bisa berupa potential saving plans berikut effectiveness yang didapat dari perencanaan, contract, schedule, sequence konstruksi, procurement, transportasi, site layout effectiveness, dll. plus start-up plan serta elemen HSE yang lebih terencana. Karena itu Constructability dapat saja direview sejak phase 2 atau seleksi sebuah konsep desain proyek.

4. Cukup baik drawings yang akan disiapkan, hanya jika ada foto2, daftar2 peralatan penunjang plus transportasi, man power list serta hal lainnya akan membuat study constructability lebih baik.

5. Ada, tapi punya property rights, mungkin ada teman yang punya tanpa hak cipta.

Tanggapan 2 – Admin Migas

Mas Alvin sudah menjawab semua pertanyaan anda. Saya sekedar menambahkan saja bahwa untuk pertanyaan nomor 4, bilamana anda mempunyai 3D Modelling (PDMS), akan lebih memudahkan untuk melakukan review mengenai constructability, terutama untuk pekerjaan di brownfield area. Hal ini yang sedang saya kerjakan selama 3 tahun terakhir. Yang menarik, 3D Modelling kita dapatkan dari plant eksisting yang sudah berdiri selama 20 – 30 tahun, dengan menggunakan laser scan. Banyak anggota milis yang pakar mengenai hal ini. Silahkan rekan TAR & REHAB untuk menambahkan.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Pak WNR,

Constructability itu bukan sebuah proses yang harus diukur. Walaupun mungkin bisa diukur tetapi bukan itu tujuan utamannya.

Prakteknya, constructability itu adalah study yang salah satu approachnya adalah workshop. Ya semua pakar yang relevant seperti multidiscipline engineer, lifting engineer, HSE and Quality profesional, welding engineer, etc. ngumpul di sebuah tempat, brainstorming, urung rembuk, dan bikin rekomendasi. Tak ada yang harus diukur, kecuali biaya karaoke setelah acara workshop :).