Filosofi WPS/PQR adalah memastikan weldingan mempunyai properties yang sama/lebih baik dari parent material, karena sebenarnya weldingan adalah material pengganti dari parent material tersebut (subtitution material), kalo boleh milih semua barang yang dibuat kan tidak ada proses sambungannya (welding dalam hal ini, tp itu sulit), karena dimanapun design perhitungannya diambil dari data2 properties dari raw materialnya.

Tanya – dony soelistiyono

Dear Sdr2 Milis Migas yth,

Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai welding, antara lain:

1. Sebenarnya apa filosofi dasar dari WPS? dan kondisi2 apa saja yang mengharuskan WPS tersebut harus dibuat?

2. Begitu pula dengan PQR?

3. Jika saya seorang owner, ditawari pipa yang di weld tanpa adanya WPS dsb tapi begitu di hydrotest sesuai dengan pressure testing, NDT (UT/RT/Dye Penetrant etc) ternyata pass semua…lalu saya sebagai owner apakah menerima pipa tsb atau saya reject?

4. Saya membaca dalam MTO project bahwa saya harus menyediakan Weld Test Ring…barang ini digunakan sebagai apa?Jika saya mempunyai Barred Tee 28′ x 16′, berapa weld test ring yang harus saya order jika saya merefer ke DNV OSF-101 code?

demikian pertanyaan saya, semoga ada rekan2 yang sudi meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan kpd saya.

terima kasih.

Tanggapan 2 – novembri nov

Pa Dony..

Pertanyaannya sangat menarik untuk dibahas..

Pendapat saya dengan pertanyaan bapak sbb : ( mohon dikoreksi kalau salah)

1. Filosofi dari pembuatan WPS dan PQR.

Kalau kita merujuk pada ASME IX 2007 introduction “ the purposed of WPS and PQR is to determined that the weldment proposed for construction is capable of having required properties for its intended application” artinya dengan adanya WPS yang telah diuji maka dalam production welding sudah ada jaminan kalau hasil weldingan tersebut memenuhi sifat sifat atau criteria yang diperlukan terutama kekuatan mechanical propertiesnya.

Kalau dalam logika sempitnya kita bisa saja mengelas sebuah pipa dengan hasil yang baik tanpa cacat ( dari NDT report ) tanpa menggunakan WPS. Nah …disini harus dipahami bahwa qaulifikasi WPS tujuannya utamanya bukan membuat sound weld tapi membuat bagaimana weldment secara NDT dan mechanical testing, serta metallurgical itu memenuhi dari persyaratan yang ditetapkan…apa persyaratannya…silahkan baca acceptance criteria dari masing masing mechanical test .

2. Pertanyaan bapak sudah terjawab dalam pertanyaan no 1. Tapi mungkin bisa saya jelaskan lagi bahwa pengujian hydrotest dan NDT tidak sama dengan pengujian dalam WPS. NDT hanya memeriksa weldingan yang sound weld ( apa itu sound weld…?). Sedangkan hydrotest adalah pengujian untuk mengcheck adanya kebocoran atau ketahanan dari material atau weldingan pada saat service dan yang jelas nilai kekuatan mechanical testnya tidak mewakili dari minimal kekuatan material atau weldmetal kalau kita bandingkan dengan melakukan uji mechanical test untuk membuat WPS.

3. Weld test ring. Adalah material yang disedikan untuk melakukan running test coupon dalam WPS dimana material tsb mewakili dari material yagn akan di gunakan di production. Umumnya material weld test ring ini digunakan sebagai penggati material fitting.

Demikian penjelasannya semoga membantu…informasi lengkap lainnya tentang welding bapak bisa click di www.hazwelding.wordpress.com

Tanggapan 3 – adi yudistira

Kalo menerawang pertanyaan Pak Doni saya akan mencoba menjawab pertanyaan no. 3 saja karena pertanyaan no. 1 & 2 saya pikir pemicunya adalah kasus yg tersirat dalam pertanyaan no. 3.

Pak Dony, sebenarnya saya kurang begitu paham dgn pertanyaannya.. pipa yg dimaksud disini itu material welded pipe (longseam) yg disuply vendor batangan atau pipe yg sudah difabrikasi berupa spool?

Kalo itu merupakan welded pipe dari suplier dan belinya stockist biasanya memang suplier ga bisa provide WPS karena WPS nya disimpan manufacturer. Yang harus diprovide supplier itu adalah Millcertificate (Ini bisa dikatakan pernyataan comply dari si manufacturer terhadap standard pembuatan pipe yg dianut yg didalamnya tersirat juga ttg penggunaan WPS). Jadi yang jadi concern kita adalah Millcertnya harus benar dan traceable dengan materialnya.
Kesimpulan u/ kasus ini : WPS tdk perlu diminta baik untuk tujuan review ataupun dokumentasi.

Kalo pipe itu kita pesan misalnya karena special item/requirement, ini baru kita concern dengan segala manufacturing document, procedure, dll. termasuk WPSnya untuk memastikan bahwa barang yg kita pesan nanti adalah sesuai dengan yg kita inginkan. Untuk pipe yg bukan stockist ini kalo merefer ke klien spec. Dia memiliki Inspection Level yg berbeda dengan pipe stockist dimana inspeksinya harus lebih intensif dalam beberapa stage as per approved ITP.
Kesimpulan : WPS/PQR harus diminta dan direview sebelum Fabrikasi dimulai.

Nah, lain lagi kalo itu pipe spool yg difabrikasi / erection… ini baru bermasalah kalo tdk ada WPS. Kalo alasan secara teknikal kurang masuk buat org2 yg backgroundnya komersial, kita kasih aja alasan dari sisi Legal. Alasannya yaitu WPS adalah menjadi requirement di setiap applicable project refference yg secara kontrak harus dipatuhi. In case anything happened in the future, kemudian ada investigasi dari berbagai pihak termasuk asuransi misalnya, maka ada kemungkinan ini akan dipertanyakan dan dipermasalahkan (Saya berbicara dgn setting kondisi ideal di sebuah negara yg benar2 menegakkan hukum dgn transparan). Dan siapapun yang mengaccept barang itu pastinya akan terkait juga kan?

Untuk menjawab kondisi apa yg harus dibuatkan WPS, Secara mendasar saya akan menjawab, setiap pekerjaan / proyek pasti diikat oleh kontrak antara dua pihak yaitu pemilik dan pelaksana. Dalam dokumen kontrak tersebut pasti akan disebutkan reference2 yg harus dirujuk yg dipilih owner dan diyakini owner bahwa reference2 itulah yg dapat memenuhi satisfaction mereka.
Secara praktis dan spesifik saya akan menyebutkan : Structural (mis. AWS D1.1), Piping (Mis. B31.3 – ASME IX), PV & Boiler (ASME VIII, I –ASME IX), Pipeline (Misalnya API eleven oh four). Selama pekerjaan tersebut diminta owner merujuk ke standard2 yg ditentukan, selama itu pula Pak Dony harus menyediakan WPS/PQR.

Kalau pertanyaan Pak Dony cukup jelas buat saya tentunya jawabannya ga akan sepanjang ini…:-/ …hhhffffff…. (mungkin juga saya yg ga cukup pintar menangkap maksud pertanyaannya).

Tanggapan 4 – Wong Palembang Nian

Kerana kedua kawan rapat saya dari Singapura (Datuk Nova) dan Miri, Sarawak (Kang Adi Mawar) telah turun gunung, saya juga tergelitik untuk urun rembug;

1. Sebenarnya pertanyaan nomor 3, membingungkan karena pertanyaannya salah… adalah sangat gak mungkin …material pipe di accept setelah dilakukan hydrotest…biasanya pada saat material receiving inspection pipa yang ditanyakan adalah mill certificates dari pipa tersebut (saya gak pernah lihat receiving inspector bertanya mana WPS-nya pipa ini…kecuali pernah dulu…ketika perusahan saya membeli pipa dalam kuantiti yang banyak yang mana pembuatan pipa tersebut dari skelp diawasi oleh inspector dari perusahaan saya, maka saya tanyakan WPS/PQR serta dokumen inspeksi lainnya).

2. Lebih aneh lagi bila pipe yang ditawarkan itu adalah spool, walaupuun secara NDT dan hydrotest accept, tetap saja bila gak ada WPS/PQRnya gak bisa di accept…kalau hal ini diaccept …yang pasti personel yang buat dossier pasti pening….

Tanggapan 5 – kresnawan kresnawan

dear,

1. filosofi WPS/PQR adalah memastikan weldingan mempunyai properties yang sama/lebih baik dari parent material, karena sebenarnya weldingan adalah material pengganti dari parent material tersebut (subtitution material), kalo boleh milih semua barang yang dibuat kan tidak ada proses sambungannya (welding dalam hal ini, tp itu sulit), karena dimanapun design perhitungannya diambil dari data2 properties dari raw materialnya.

2. kalau pipa (nb:selain seamless) tersebut disupply oleh manufacture maka manufacture akan memberikan Manufacture Data Record yang didalamnya terdapat mill certificate dari raw material, mill cert consumable welding, WPS/PQR proses welding manufacturenya, dan juga test2 report, itu semua diatur di ITP yang sudah disepakati sebelum kita PO. Tapi kalau belinya/supply dari distributor, memang agak susah minta data2 yang lengkap. Untuk pipa yang dierection disite wajib (sangat normatif) menunjukkan/melengkapi dg WPS/PQR.

semoga bisa membantu.

Tanggapan 6 – agus suwarno

Terkait dengan welded pipe, dilihat dulu type pia yang dibuat. Sepanjang pipa tersebut adalah standard pipe yang diatur dalam standar, mis. API 5L ,secara Codes pipe manufacture dibebaskan persyaratan menyediakan WPS/PQR maupun welder qualification document. Marking API yang tertera pada pipa bisa sebagai jaminan.Apabila welded pipe yang dibuat adalah tidak standard, semua persyaratan welding seperti WPS/PQR , welder certificate harus dipenuhi sesuai persyaratan Codes.
Demikian sumbang saran dari saya.