Plate type biasanya dipakai utk Liquid-Liquid Service, bukan untuk gas-gas maupun condensing/boiling service. selain itu U-nya tinggi jadi lebih kecil (compact) daripada shell & tube. design temperatur biasanya tidak melebihi 300-500 F. Sedangkan shell & tube adalah workhorse dari semua heat exchanger. Default-nya HE design. Jadi tidak heran kalau banyak design diawali dengan shell-and-tube type. Ketika ada pertimbangan lain seperti ruang dan lain-lain, mungkin Plate bisa masuk hitungan.

Tanya – fuad mubaraq

Bersama ini saya membutuhkan sharing dan pengalaman dari para user, dan static enginer dan yang berpengalaman dengan aplikasi heat exchangers untuk berbagai aplikasi.

1. Apakah dasar pengetahuan dalam pemilihan heat exchangers dari 2 type diatas.

2. Menagapa pada doc basic design engineering versi yg lama2 banyak merekomdasikan type shell and tube HE untuk sistem cooling and heating process dibandingkan plate type

3. apakah kelebihan dan kekurangan dari 2 type HE diatas?

4 Mengapa pada banyak project powerplant basic design nya banyak memakai shell and tube

5.apakah ada efek jika basic engineering berubah pada saat kita merubah spec dari type sheel ke type plate.

6. sepengetahuan saya banyak user atau engineer memilih type shell and tube HE karena tahan pada pressure tinggi, apakah hanya ini dasar pemilihannya.

Demikian dari kami

ditunggu sharingnya bapak2.

Tanggapan 1 – deny setiyawan

Pak Fuad,

Pada tataran praktis, Plate type Heat Exchanger atau disingkat PHE memeiliki bentuk yang kompak, dapat tersusun vertikal, dan tidak terlalu banyak makan tempat dibanding Shell & tube HE Untuk beban pemanasan/pendinginan yang sama. Kelemahan PHE terdapat pada seal/gasket untuk penyekat antar fluida dan antara fluida dengan udara luar. Vendor selalu menyarankan untuk menggunakan seal asli (original). Plate nya juga sering mengalami kebocoran akibat penipisan, hal tersebut dapat diantisipasi dengan pengurangan jumlah plate (max. 5% dari jumlah total plate) atau menggantinya dengan plate spare. Keuntungannya, mudah dibongkar pasang untuk dibersihkan, namun untuk penggunaan operasi kontinyu sebaiknya memiliki satu set PHE bersih untuk ditukar dengan PHE kotor (roll in roll out), sehingga plant shutdown dapat diminimalkan. Sediakan stock seal rubber original sebanyak minimal satu set PHE untuk mengantisipasi kerusakan seal, karena menurut pengalaman kami selama
mengoperasikan PHE, material ini memiliki perputaran yang tinggi dan delivery time pemesanan seal tersebut memakan waktu lama.

Terima kasih,

Tanggapan 2 – asoulisa

secara singkat: Plate type biasanya dipakai utk Liquid-Liquid Service, bukan untuk gas-gas maupun condensing/boiling service. selain itu U-nya tinggi jadi lebih kecil (compact) daripada shell & tube. design temperatur biasanya tidak melebihi 300-500 F.

shell & tube adalah workhorse dari semua heat exchanger. default-nya HE design. jadi tidak heran kalau banyak design diawali dengan shell-and-tube type. Ketika ada pertimbangan lain seperti ruang dan lain-lain, mungkin Plate bisa masuk hitungan.

Lagipula Plate tidak banyak yang buat, sementara sudah banyak fabricator yang bisa buat S&T.

mudah-mudahan membantu.

Tanggapan 3 – rafiir

Sedikit tambahan tentang plate-and-frame exchangers dari bukunya Pakde Ken Arnold dan Pakde Maurice Stewart Surface Production Operations : Volume 2 : Design of Gas-Handling Systems and Facilities, 2nd edition 1999, page 72.

Major advantages of plate-and-frame exchangers include the following: They have a low cost (especially for corrosive service), they are lighter and smaller than comparable shell-and-tube heat exchangers, full counter current flow and an LMTD correction factor are not required, and a close temperature approach is possible. Standard components allow simple stocking of spare parts, low maintenance, easy accessibility, and easy expansion by adding more plates. Metal plate-and-frame exchangers are particularly attractive for seawater and brackish water services.
However, because of the design of plate-and-frame exchangers, wherein fluids are separated and retained across gasketed surfaces, they are limited to moderate temperature and pressure applications. In addition, some operators do not allow the use of plate-and-frame exchangers in Hydrocarbon service or limit their use to pressures below 150 psig to 300 psig and temperatures less than 300 oF. Plate-and-frame exchangers cannot be used for high viscosity liquids and slurry/suspended solids.

Tanggapan 4 – Asoulisa

hmmm, that’s weird. Steward dan Arnold recommend PHE not for viscous and slurries? setahu saya PHE memang untuk viscuous and slurries, terutama karena sangat mudah dibersihkan.

Tanggapan 5 – Crootth Crootth

Begini kalau dua engineer memandang satu alat dari dua penggunaan yang berbeda…

yang satu berdasarkan penggunaan di industri kimia satunya lagi berdasarkan pemakaiannya di industri minyak dan gas.

hmm… teruskan diskusinya, nanti saja saya nimbrung bulan depan deh..

Tanggapan 6 – rafiir

Saya coba menebak alasannya (correct me if i am wrong)

Memang benar PHE sangat mudah dibersihkan, tapi dilihat dari arrangement design-nya, pressure drop yang terjadi akan cukup besar sekali untuk high viscosity liquids and slurry/suspended solids.

Tanggapan 7 – fuad mubaraq

Thanks atas infonya

Dari info yang saya ketahui untuk di negara kita malah kebanyakan vendor type plate HE dibanding sheel and tube,(walaupun dari luar semua) apalagi jika request matterialnya khusus seperti Titanium untuk aplikasi sea water, fabrikator sheel and tube lokal tidak ada yg sanggup. dan mereka kesulitan juga cari dari luar karena material, delivery dan harganya tingi sekali jika memakai type shell and tube HE. Untuk Temp operation setau kami sekarang sudah ada type HE yang tahan temp tinggi hingga 900 deg C, dengan system full welded, apakah ini bisa mengantikan type HE shell and Tube?

So,, bagaimana memberi pencerahan kepada para user2 HE, untuk tidak menomorduakan type Plate dari dasar pemilihan dan mindset pemikiran bahwa HE adalah Shell and tube?,

Thanks banget