Kalau kita bicara pipe stress engineer, berarti kita harus bisa membaca gambar P&ID, Piping Plan, Isometric Drawing dan Standard atau Code yang sudah ada.
Misalnya
ASME B31.3 , B31.8. B31.4.

Tanya – Dedy Susanto

Saya ingin info (kalaupun ada) mengenai pelatihan piping engineer. Apakah ada instansi yg mengadakan pelatihan untuk menjadi seorang piping engineer ?? klo ada tolong di beri alamat lengkap serta persyaratan untuk mengikutinya.Saya fresh graduate mechanical engineering dan saat ini tertarik belajar piping system.terima kasih.

Tanggapan 1 – iwan saputra

Mas Dedy,

Kalau mau belajar jadi Piping Engineer itu banyak tempatnya di Indonesia.
Sekarang mas mau yang mana, coba rajinn-rajin search di Internet.. disana banyak mengenai Piping Engineer juga lihat ada di webnya KMI (komunitas Migas Indonesia) disitu pun banyak mengenai piping atau www.pipingdesign.com

Memang ilmu piping , kadang tidak didapat di bangku kuliah..jadi emang harus belajar dulu. dan memang harus tatap muka…karena banyak yang harus di pelajari dengan metode tatap muka. misalnya membuat /membaca P&ID, Piping Layout, Isometric layout, pengetahuan mengenai komponen-komponen dari suatu piping system dll. Dan ini harus dikuasai bila menjadi seorang Piping Engineer.

Saya pun di januari kemaren, saya pernah training di batam mengenai ASME B31.3. buka aja websitenya www.batamtraining.com selama 2 minggu.
Dan bila mas bisa ikut training di ASME B31.3, tentunya akan membuka wawasan mas di bidang perpipingan. Dan setelah belajar itu bisa menentukan mau ke mana dan mau jadi apa.

karena menjadi piping engineer itu luas cakupannya, karena bisa dia jadi design engineer, construction engineer, material engineer, stress engineer, qc engineer, field engineer dll. Nah sekarang mas , mau pilih yang mana..?
Setelah mas mendapatlan pilihan hati, baru dikasih tahu lagi apa yang harus dipelajari dan certificate apa yang harus dipunyai.

Saran saya coba aja training ASME B31.3 dulu..Dan terserah aja mau dimana karena di Indonesia sudah banyak yang menyelenggarakannya.

Tanggapan 2 – rudy agustianto

Mas Iwan,

Infonya sangat menarik, kebetulan saya (fresh graduate) juga ingin memperdalam tentang piping, lebih spesifiknya mengenai pipe stress engineer. Mungkin mas iwan atau rekan-rekan lainnya ada info seputar pipe stress engineer.

Tanggapan 3 – iwan saputra

Mas Rudy,

Kalau kita bicara pipe stress engineer, berarti kita harus bisa membaca gambar P&ID, Piping Plan, Isometric Drawing dan Standard atau Code yang sudah ada.

Misalnya

ASME B31.3 , B31.8. B31.4.

Nah apakah mas sudah tahu mengenai yang saya sebutkan di atas? mengingat mas katanya masih fresh…
karena menjadi seorang stress engineer otomatis dia harus tahu apa itu P&ID, Piping Plan dan Isometric. Jadi istilahnya seorang stress engineer itu mengecek pekerjaan dari seorang piping design engineer. Jadi setidak-tidaknya seorang pipe stress engineer juga tahu cara mendesign suatu piping system. Makanya kadang di perusahaan2 oil & gas , mereka mencari seorang piping design engineer tapi syaratnya harus bisa pipe stress analysis.

Sekarang sudah banyak software yang digunakan untuk menganalisa stress pada suatu pipa. tapi ada baiknya mas belajar dulu secara manual . Apa itu pipe stress? apa yang menyebabkan terjadinya stress pada pipa, setelah anda mengerti mengenai basic dari pipe stress secara manual. maka anda akan gampang dan jago menggunakan stress analysis software yang sudah beredar di Indonesia. coba cari aja software demo di internet dan coba download.

kalau yang saya tahu ada 4 macam software pipe stress analyisis.

– Caesar I I

– Autopipe

– Caepipe

– ROHR2 etc

Tapi kalau sepintas software tsb menganalisa, kayaknya Caesar II hampir sama dengan Caepipe dan Autopipe hampir sama dengan ROHR2.
Jadi kalau kita belum bisa membaca gambar P&ID, Piping Plan etc. tentunya agak berat bagi kita untuk tahu apa itu ‘Pipe stress analysis’

Mungkin teman-teman lain bisa menambahkan.

Tanggapan 4 – Shidqi Farros

Dear Milister,

Sebenarnya seberapa jauh penguasaan standard seperti B31.3, ASME BPV, API dll akan ditanyakan oleh seorang user pada saat interview untuk suatu posisi spt piping engineer dll. Karena bagaimanapun kita tidak mungkin untuk menghafal standar2 tsb.
Seperti saya yg bekerja di bagian maintenance juga menggunakan standard spt utk piping B31.3 untuk mendesign suatu piping facilities yg baru dan juga API 570 untuk melakukan inspeksi. Tapi memang interaksi saya dengan standar2 ini tidak se-intent rekan2 yg di EPC company misalnya. Hanya sebatas kulit2nya saja.

Tanggapan 5 – Donny Agustinus

Rekan-rekans,

Kalau boleh saya ikut menambahkan.

Pertama-tama, harus diakui memang bahwa pelajaran atau mata kuliah yang berhubungan dengan Piping (Pemipaan), hanay diberikan pada satu mata kuliah saja, yaitu Pengantar Sistem Pemipaan, setidaknya itu yang saya daptkan semasa kuliah di Depok dulu.

Ketika lulus dan melamar bekerja, dan kemudian ditempatkan di Piping Department, tentu saja saya waktu itu mesti mulai dari bawah, seperti belajar mengenal Piping General Arrangement, Piping and Instrumentation Diagram, Equipment drawings. Awalnya pastilah baru dalam tahap mengenal,
baru kemudian mulai mencoba mengerti dan memahami.

Disana baru saya mengetahui bahwa di Piping Department itu ada paling tidak 3 group, yaitu:

1. Piping Design/Lay Out

2. Piping Material Engineering

3. Piping Stress Analysis dan Support Engineering.

Tipa-tiap grup mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai fresh graduate, untuk memahami ke tiga group tersebut memang butuh waktu, dan itupun jika ada yang membimbing atau jika suatu perusahaan sudah mempunyai metoda khusus untuk mengenalkan kepada karyawan barunya.

Tanpa bermaksud berpromosi, saya punya blog yang didedikasikan untuk pembelajaran tentang Piping Stress Analysis dan Piping Engineering, yang sudah saya rangkum dalam sebuah buku, silahkan di klik pada link berikut ini:

http://don85.wordpress.com/category/piping-stress-analysis/