Menteri Perminyakan Iraq telah menandatangani kontrak 20 tahun dengan PLC Royal Shell Belanda dan Petronas Malaysia untuk memberikan bantuan teknis dalam pengembangan lahan minyak Majnoon.

Menteri Perminyakan Iraq telah menandatangani kontrak 20 tahun dengan PLC Royal Shell Belanda dan Petronas Malaysia untuk memberikan bantuan teknis dalam pengembangan lahan minyak Majnoon.

Konsorsium mentargetkan production plateau 1,8 juta b / d minyak, naik dari tingkat saat ini 45.000 b / d. Majnoon, yang terletak di Irak selatan, adalah salah satu lahan minyak terbesar di dunia.

Lead operator Shell akan memegang 45% saham, dengan mitra Petronas memegang 30%. Irak memegang 25% dari participating interests di semua lisensi.

“Cadangan minyak dan gas Iraq salah satu yang terbesar di dunia dan kami berharap dapat menerapkan pengalaman dan teknologi kami untuk mendukung upaya-upaya berkelanjutan untuk membangun kembali infrastruktur energi negara,’ kata Shell Chief Executive Officer Peter Voser.

Penandatanganan mengikuti penyerahan pada 11 Desember 2009, dan persetujuan dari Dewan Menteri Irak pada 5 Januari.

Sumber: www.ogj.com