Konversi kg solar ke liter musti dilihat massa jenisnya dan baru di konversikan dengan membagi atau mengalikannya tergantung konversi ke kg atau ke liter. Tingkat evaporasi solar sangat kecil dapat diabaikan kecuali kalo satu bulan lebih baru bisa keliatan. Utk di tangki timbun yang disimpan cukup lama dapat menggunakan kira2 0,05% maximum.

Tanya – Daisy Widiari

Apakah ada yang bisa share mengenai penghitungan konversi berat (kg) ke volume (liter) untuk solar?

Dari info yang saya terima, untuk penghitungan konversi berat tersebut memakai bilangan konstanta 0.0011 ?

Adakah yang bisa menginfokan ke-baku-an dari konstanta ini?

Dan apakah juga ada yang bisa menginfokan berapa % tingkat evaporasi solar per harinya?

Mohon pencerahannya. Terima kasih :-).

Tanggapan 1 – Moh Darwis

Ibu Daisy,

Koreksi sedikit, kg adalah satuan massa, bukan satuan berat.

Berat adalah gaya, yang di Fisika dihubungkan dengan massa oleh persamaan F = m.a

Dimana F = gaya (newton), m = massa (kg) dan a = percepatan (kg/m2)

Massa (kg) dan volume (m3 atau liter) dihubungkan oleh variable density/massa jenis (kg/m3), yaitu dalam persamaan massa = density x volume.
Dibutuhkan data density untuk konvert dari massa ke volume.
Tentang konstanta 0.0011, sepertinya itu masalah maintain satuan.

Masalah evaporasi, tergantung pada kondisinya (temperature & pressure & komposisi).
Pada T & P tertentu, kita dapat mengetahui apakah suatu fluid dalam kondisi liquid, vapor atau mix. Untuk itu dibutuhkan komposisi dari Solar tsb.
Cara lain adalah mengetahui dew point & buble point dari solar tsb ( yang diukur pada pressure tertentu). Jika temperaturenya di antara kedua titik tsb (yang diukur pada pressure yang sama dengan diatas), maka fluid berada dalam kondisi 2 fase (liquid & vapor). Jika di bawah buble point, fluid dalam kondisi liquid. Jika di atas dew point, fluid dalam kondisi vapor.

Semoga membantu.

Tanggapan 2 – AhNI TRB

Baru dengar aka konstanta macam ini Bu…(mungkin sy yg sangat awam)
cuma secara logika, densiti solar sekitar 700 kg/m3 atau 0.7 kg/ltr (tergantung kualitas solar dari refinery) tidak sesuai dgn konstatnta tsb. Pakai saja harga density hasil test lab untuk solar yg bersangkutan, akan lebih akurat.

Untuk memastikan berapa tingkat evaporasi perhari, simulasikan saja dgn Petrosim yg sudah ada steram untuk solar, dsb..karena memang soft khusus untuk Petroleum product.
kalau nda ada, pakai Hysys atau Aspen dengan memasukkan NBP solar, density solar serta kondisi operasi dan asumsi2 yg sesuai di plant ibu.

selamat mencoba.

Tanggapan 3 – alim priyatna

Sependek pengetahuan saya apa yang disampaikan teman2 benar. Itu permasalahan konversi density saja, Namun lebih detailnya perhitungan itu didapat dari konversi volume ke massa.

Caranya tentukan dulu density 15 nya yang didapat dari density obs’d dan temp obs’d kemudian lihat tabel ASTM 56 Cth :

Suatu cairan memiliki temp obs’d = T C Volume obs’d = xxxxx Liter dan density obs’d = y,yyy

I. Dengan table ASTM 53 didapat density 15 dengan cara interpolasi, variable yang digunakan density obs’d dan temp obs’d

II. Seteleh itu cari Vol Corr Factor ( VCF) pada tabel ASTM 54 , dengan menggunakan variable density 15 dan temp obs’d

III. Didapat volume pada suhu 15 C dengan cara , Vol 15 = Vol obs’d x VCF

IV. Kemudian cari Weight Corr Factor ( WCF ) didapat dari tabel 56, variable yang digunakan adalah density 15.

V. Setelah itu baru mencari massanya (Kg) dengan cara, Massa = Vol 15 x WCF

Konstanta 0.0011 itu sebenarnya cara mudah untuk menentukan WCF asalkan harus diketahui dulu density 15nya WCF= Density 15 – 0.0011
maka hasil yang didapat sama dengan cara di atas. Dan hanya berlaku untuk density 15C saja.

Ket :

Temp Obs’d = temp cairan pada saat pengukuran

Density Obs’d = massa jenis cairan pada saat pengukuran

Vol Obs’d = Volume cairan pada temp obs’d

Tanggapan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut :